Darmaga Sudah dibobol, Pihak ASDP Masih Simpang Siur

lokasi pembangunan darmaga darurat di pelabuhan Pantai Baru Rote

lokasi pembangunan darmaga darurat di pelabuhan Pantai Baru Rote

Zonalinenews-BAA, Rencana pembangunan darmaga darurat di pelabuhan Pantai Baru Rote Nusa Tenggara Timur untuk mendukung pembangunan Darmaga induk sudah dilakukan pembobolan terhadap sebagian sayap penahan darmaga induk namun belum adanya kepastian sumber dana dan tidak diketahui pihak pelaksana yang melakukan pekerjaan

Hal ini terungkap diruang kerja Kepala Supervisior Pelabuhan Pante Baru Rote, Abang Mustafa Selasa, 20 Oktober 2015, pukul 13:30 wita saat ditemui Zona line News terkait dengan pembangunan darmaga darurat yang telah dilakukan pematokan lokasi dan pembobolan sayap penahan.

Kepada Zona line News Abang Mustafa menjelaskan rencana pembangunan plengsengan atau darmaga darurat tersebut untuk memenuhi kebutuhan alternative dalam rencana pembangunan darmaga induk yang telah direncanakan pihak ASDP nanti.

Menurut Mustafa, kegiatan pembangunan plengsengan itu didanai oleh ASDP dan bersumber dari management keuangan ASDP sebagai pihak BUMN yang tidak dibiayai oleh pemerintah melalui APBN.

Saat ini. Kata Mustafa, kegiatan sudah dilakukan tetapi masih terkait dengan belum disetujuinya alokasi dana dari management ASDP pusat sehingga pekerjaan belum dilanjutkan

Menjawab pertanyaan Zona line news soal sudah ada pematokan lokasi dan pembobolan fisik darmaga, kontraktor pelaksana dan kebutuhan waktu pelaksanaan sesuai kontrak. Mustafa berusaha mengelak dan melempar kewenangan informasi tentang hal tersebut untuk ditanyakan langsung kepada pihak ASDP Kupang.

Musatafa mengakui telah dilakukan pematokan dan pembobolan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan kebutuhan kelancaran saat pekerjaan darmaga induk apabila dikerjakan nanti. Katanya.

Sementara kontraktor pelaksana ia menepis dengan penjelasan kalau dirinya tidak mengetahui kontraktor pelaksana karena saat pembobolan sayap darmaga oleh pihak pelaksana itu atas perintah ASDP Kupang yang tidak diketahui oleh dirinya karena saat itu ia sedang menjalani masa cuti

Selanjutnya Dijelaskan Mustafa, Pembongkaran sayap penahan itu sejak satu minggu kemarin, tetapi dirinya tidak mengetahui kontraktor pelaksananya, pihaknya hanya mengawas sedangkan urusan pekerjaan itu langsung dikerjakan oleh pihak ASDP Kupang

“saya hanya supervisior disini jadi terkait dengan besaran anggran saya memang tidak tahu. Kalau dana itu kantor cabang ASDP Kupang yang tahu. Kita tidak tahu yang tahu itu ASDP Cabang Kupang, Kita hanya pelaksana disini dan yang mengejarkan itu juga dari kantor cabang kupang” Ujarnya.

Selain itu. Kata Mustafa, dirinya hanya mengetahui saat dilakukan pembobolan sayap penahan tetapi tidak mengetahui proyek tersebut lebih jauh karena pihaknya tidak diberikan informasi berupa tembusan dari pihak ASDP Kupang termasuk perusahaan yang mengerjakannya dan belum adanya pemasangan papan proyek oleh pihak pelaksana.

Menurut Mustafa, pihaknya hanya ada pada posisi pengawasan dilapangan tetapi kewenangan pekerjaan adalah pihak ASDP Kupang karena keputusan ada pada pihak ASDP Kupang. Untuk itu, dirinya tidak bisa menghalang halangi persetujuan dan keputusan yang telah ditetapkan dari kantor Cabang ASDP Kupang.

“kita cuman mengawas saja, nama proyeknya apa kita tidak dapat tembusan disini, siapa perusahan dan kapan dikerjakan dan papan proyeknya, orangnya kita sudah tahu, dan kita tidak bisa menghalang halanggi kalau sudah ada persetujuan dari kantor cabang ASDP Kupang”. Ujar Mustafa.

Selanjutnya, sehubungan dengan pekerjaan secara tekhnis dan pendanaan, dirinya meminta untuk langsung dikonfirmasikan dengan pihak ASDP Kupang melalui Gunawan sebagai Maneger Teknik cabang ASDP Kupang.

Hal ini menurut Mustafa, beralasan kalau dirinya hanya sebagai supervisor Pelabuhan yang hanya diberikan tugas pengawasan teknis dalam pelaksanaan tetapi hal terkait keuangan dan pelaksanaan pekerjaan oleh pihak kontraktor adalah kewenangan ASDP Kupang. Ungkapnya.

“Saya dengar dananya belum bisa turun dari kantor pusat maka pengerjaannya belum dilakasanakan, Kalau teknis – teknis seperti itu pak konfimasi saja langsung ke kantor cabang ASDP Kupang”

Maneger Teknik cabang ASDP Kupang, Gunawan Ketika berhasil terkonfirmasi via telepon ngengamnya di nomer 082 398 288 001 pada Rabu (21/10/2015) pukul 08:22 wita, mengatakan

Kegiatan pembangunan darmaga darurat pada pelabuhan Pantai baru Rote masih mengalamai kendala material’

Kepada Zona line News Gunawan menjelaskan. Hambatan tersebut disebabkan oleh pengadaan material yang harus dipesan langsung dari pabrik di Suraya karena pembangunan darmaga darurat menggunakan kawat bronjong. dan harus menunggu pengirimannya dari Surabaya. Katanya

Selanjutnya Kata Gunawan, Pematokan itu hanya pengarahan saja. Pengarahan dalam asumsi bahwa gambar awal pembangunan darmaga darurat mengalami perubahan, maka perlu di patok ulang setelah itu sambil tunggu pengadaan material.

Untuk kebutuhan anggaran dalam kegiatan pembangunan tersebut, bersumber dari pihak ASDP dan tidak keterkaitan dengan APBN , itu langsung dari perusahaan ASDP namun saat ini tengah menunggu proses persetujuan dari ASDP Pusat.

Kemarin Kata Gunawan, pihaknya melakukan pematokan hanya untuk memperbaiki gambar dan saat itu turut disaksikan langsung oleh pihak ASDP Pusat serta pihak teknik dari ASDP Cabang Kupang. Sehingga sementara ini sedang menunggu persetujuan pihak direksiselanjutnya mulai dengan pelaksanaan pembangunan.

Ditambahkan pula, Tujuan pembangunan plengsengan itu karena pihaknya melihat bahwa sejak dermaga induk telah dibangun sekian lama tahun dan setelah dilakukan survey maka perlu dipergantian sebab usia darmaga induk sudah tidak memungkin dan secara teknik pengujian darmaga sudah tidak layak untuk beroperasi

Karenanya, Tentu dalam persiapan pembongkaran itu kita harus ada langkah persiapan yang dinamai plengsengan atau dermaga darurat, untuk mengkafer sementara pekerjaan berjalan dapat dipindahkan aktifitas ke plengsengan darurat

Sehingga untuk pelaksanaan pembangunan darmaga induk, dalam pengkajian kontraknya dari pusat dan juga pelaksananya dari pusat hanya sebatas mengantisipasi pelabuhan induknya sudah termasuk padat, walapun kelihatannya dua dermaga nantinya tapi yang satu sebagai persiapan plengsengan

Menurut Gunawan. Waktu pelaksanaan sudah bicarakan dengan General maneger dan untuk pekerjaan plengsengan ini waktu kerja tidak terlalu lama, untuk mengantisipasi kondisi pelayanan transportasi di saat hari raya Natal dan Tahun baru.

“Saya sudah bicara dengan GM, Pelaksanaannya yang kita kuatirkan itu angkutan natal dan tahun baru padat dengan tiba-tiba maka mau kemana kapal kita. Andai kata kalau dilaksanakan desember maka saya juga tidak akan setuju” nantinya semua material sudah fiks ke lokasi dan unit sudah siap baru dilaksanakan” ujar Gunawan.

Dijelaskan pula. Kalau masalah anggaran. Itu, anggarannya di pusat, untuk plengsengan secara teknis waktu pelaksanaanya lebih kurang 45 hari kalender,itu dalam penawaran pelaksanaan pekerjaan tapi nanti akan di tekan waktunya agar dilaksanakan secepat mungkin agar cepat selesai, katanya.

Pantauan Zona line News sayap penahan darmaga sebelah kanan telah dibobol sepanjang belasan meter dan sudah ada pematokan dengan kayu pada batas bangunan darmaga darurat yang rencana dibangun. Selain itu, tidak ada papan proyek yang terpasang pada hal kegiatan dilokasi sudah dimulai.   (Arkhimes Molle/Riyan Tulle)