DIDUGA PALSUKAN KARTU KELUARGA, KADIS KCS NGADA JAWAB PENERBITAN ITU LEGAL

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada, Fitalis Fole,SH

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada, Fitalis Fole,SH

Zonalinenews-Ngada Menjawab Laporan Dugaan Tindak Pemalsuan Kartu Keluarga,Selasa 27 Oktober 2015 didampingi Sekretaris Dinas, Kabid Kependudukan dan Bidang Pencatatan Sipil dalam keterangan pers kepada awak media di Bajawa memastikan Kartu Keluarga yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada dalam perkara pengaduan Ibu Theresia Maya Surya Ayu Adiningsih adalah legal atau sah serta selaras dengan ketentuan ataupu terapan aturan yang berlaku.

Menurut dia, penerbitan Kartu Keluarga terhadap suami korban atas pengajuan tertulis ke pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada yang dilanjutkan dengan sejumlah penelitian lain sebelum penerbitan Kartu Keluarga bagi pemohon, penerbitan itu bersifat sah dan legal.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada, Fitalis Fole, SH resmi diadukan ke TINGKAT Penyidik Polres Ngada di Bajawa Senin 26 oktober 2015 oleh seorang Ibu Rumah Tangga, Theresia Maya Surya Ayu Adiningsih yang juga berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemkab Ngada akibat merasa dirugikan oleh perilaku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada Kepemimpinan Kepala Dinas Fitalis Fole, SH yang membubuhi tanda tangan hingga menerbitkan Kartu Keluarga kepada suaminya yang hidup dengan wanita idaman lain (wil) diluar ikatan perkawinan resmi.

“Saya mau tanya balik, kira-kira apa yang palsu dalam konteks Kartu Keluarga yan kami terbitkan bagi pemohon dalam hal ini suami korban?. Saya pastikan itu tidak palsu, itu tidak palsu, sekali lagi tidak palsu karena dikeluarkan secara resmi oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada. Saya selaku Kepala Dinas menandatangani Kartu Keluarga itu dan sah secara hukum. Saya kecewa kalau saya dibilang memalsukan dokumen. Dokumen yang mana?”, ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada, Fitalis Fole,SH.

Ditambahkan, terkait suami korban, walaupun Dinas Kependudukan Ngada mengeluarkan Kartu Keluarga teradap suami korban bersama wanita lain atas pengajuan suami korban, tetapi segala bentuk tunjangan kematian milik suami korban, kata Kadis Fitalis Fole, telah diserahkan kepada korban selaku isteri sah atau isteri menikah, dalam hal ini Ibu Theresia Maya Surya Ayu Adiningsih.

“Saya selaku Kepala Dinas memastikan bahwa Kartu Keluarga yang diadukan itu benar kami yang terbitkan tetapi itu sah secara aturan dan juga setelah suami korban meninggal dunia seluruh hak tunjangan pensiun, tunjangan kematian milik suami korban, kami serahkan kepada isteri sah atau isteri menikah”, tambah Kadis Fitalis Fole.

Atas pengaduan perkara ini, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada, Fitalis Fole, SH mengatakan dirinya siap diproses hukum karena apa yang dilakukan olehnya bersama jajaran bukan merupakan tindakan pemalsuan dokumen ataupun bersifat penerbitan Kartu Keluarga palsu. Sementaraitu menyangkut syarat-syarat diterbitkannya Kartu Keluarga, tambah dia, tidak harus menggunakan surat nikah resmi ataupun akte nikah karena masih ada syarat-syarat lainnya yang diteliti oleh Dinas Kependudukan Ngada.

Ditemui terpisah di kediamannya di Bajawa, korban Ibu Theresia Maya Surya Ayu Adiningsih 27 oktober 2015 menyatakan kecewa atas penjelasan pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada terhadap perkara ini. “Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada hanya menyerahkan Akte Kematian almarhum suami saya kepada saya, tetapi usai penyerahan Ibu Ima Waha salah satu Kabid di Dinas Kependudukan Ngada meminta saya serahkan foto coppynya untuk diberikan ke Isteri yang tidak sah atau dalam hal ini Wanita Idaman Lain (wil).

Soal Taspen dan lain-lain, mengapa mereka klaim bahwa itu mereka serahkan ke saya. Saya berjuang dengan susah payah mengurus hak-hak saya sebagai isteri sah lalu dalam perjuangan itu saya justeru berhadapan dengan mereka, tetapi saat ini mereka mengklaim sebagai pemberi Taspen untuk saya. Enak benar mereka bilang seperti itu. Waktu saya terima Akte Kematian suami saya mereka juga sudah terlebih dahulu mendatangkan isteri kedua di tempat yang sama untuk urusan serupa.

Keberpihakan mereka begitu nampak kepada isteri wanita idaman lain. Apa hak mereka yang shok atur-atur saya sebagai isteri sah?”, ungkap korban Theresia Maya Surya Ayu Adiningsih.

Ditambahkan, haknya sebagai isteri sah atau isteri menikah bukan hanya seputar uang pensiun ataupun uang Taspen, melainkan lebih dari itu, dintaranya kenyamanan, tidak adanya perceraian, hak gaji suami serta sejumlah tuntutan lainnya yang dirampas oleh perempuan lain dan Dinas Kependudukan Kabupaten Ngada melegalkan perbuatan mendiang suaminya dengan cara meneritkan Kartu Keluarga.

“Menurut saya Kadis KCS Ngada, Fitalis Fole tidak perdulikan pernikahan berkat suci Gereja Katholik dalam pengukuhan sakramen perkawinan kami, padahal dia adalah Umat Katholik yang juga sangat paham dan bersandar penuh pada keyakinan yang sama dengan saya. Saya tidak mau bercerai tetapi Kepala Dinas KCS dan para pihak yang terlibat dalam perkara ini telah turut membantu suami saya menceraikan.

Dia memisahkan kami dengan kontribusinya melegalkan praktek hidup bersama dengan wanita idaman lain. Saya mau tanya Pa Kepala Dinas, kalau besok seratus pasangan selingkuh yang hanya bermodalkan surat pengajuan meraka meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada menerbitkan Kartu Keluarga untuk mereka, apakah Kepala Dinas mau menerbitkan Kartu Keluarga untuk pasangan-pasangan diluar nikah?. Tolong buat pengumuman di media kalau Pa mau membuat kebijakan seperti ini, supaya dari Sabang sampai Merauke mengetahui bahwa di Ngada pasangan selingkuh bebas mendapat Kartu Keluarga oleh kebijakan Kepala Dinas”, tutup korban Theresia Maya Surya Ayu Adiningsih. (*wrn)