FPDIP Walk Out , Bupati Kupang Diduga “Lobi Politik”

Bupati Kupang Ayub Titu Eki, dan Sekwan Ketika handak memasuki Ruangan Ketua DPRD Kabupaten, Josep Lede

Bupati Kupang Ayub Titu Eki, dan Sekwan Ketika handak memasuki Ruangan Ketua DPRD Kabupaten, Josep Lede

Zonalinenews- Oelamasi, Akibat sidang perubahan anggaran Kabupaten Kupang dipersingkat, tidak berjalan sesuia dengan tata tertib persidangan, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) di bawah pimpinan Wakil Ketua satu, Yohanes Masse memilih walk out meninggalkan persidangan. Selama sidang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD, semua Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi PDIP tidak terlibat.

Dalam pantauan media ini, di depan ruang Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Memasuki sidang, pembahasan perubahan anggaran, terlihat Sekertaris Dewan, Rima K. Selan dan Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Josep Lede mulai pusing untuk mempertemukan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki dan Yohanes Mase sebagai pengendali Fraksi PDIP. Upaya yang dilakukan Ketua DPRD kabupaten Kupang, Josep Lede dan Sekwan Kabupaten Kupang, Rina K. Selan untuk mempertemukan kedua belah pihak baik Bupati Kupang, Ayub Titu Eki dan Yohanes Masse itupun tidak sia-sia walaupun upaya tersebut hampir mencapai dua sampai 3 jam.

Mediasi untuk mempertemukan Yohanes Masse dan Bupati Kupang Ayub Titu Eki terlaksana, dan dilakukan pertemuan didalam ruang ketua DPRD secara tertutup, awal mediasi, pada awalnya antara Bupati Ayub Titu Eki, Ketua DPRD, Josep Lede dan Wakil Ketua satu Kabupaten Kupang, Yohanes Masse.

Mediasi yang dilakukan semakin alot didalam ruang ketua DPRD kabupaten kupang, beberapa jam kemudian, Sekertaris Dewan, Rima K. Selan keluar dari rungan ketua DPRD Kabupaten Kupang dan pergi memanggil Wakil ketua dua DPRD Kabupaten Kupang, Jerry Manafe.

Ketika di depan ruangan dirinya berkata “ Alot” sambil berjalan menuju ruangan Wakil Ketua dua Kabupaten Kupang, Jerry Manafe. Ketika Jerry Manafe hendak memasuki ruangan Ketua DPRD kabupaten Kupang dirinya sempat marah-marah kepada staf sekwan yang pergi memanggil dirinya.

Setalah sampai diruangan, Sekertaris Dewan, Rima K. Selan, Kembali memanggil ketua-ketua Fraksi lainnya untuk melakukan pertemuan didalam ruangan Ketua DPRD kabupaten kupang. Satu persatu Ketua fraksi memasuki ruangan ketua DPRD Kabupaten Kupang. Ketua Fraksi yang pertama masuk dalam ruangan Ketua DPRD kabupaten kupang dari Fraksi Hanura, Anton Natun, disusul ketua Fraksi demokrat, Yakobertus Seran, Ketua Fraksi Golkar, Daniel Taimenas, Ketua Fraksi Nasdem, Sofia Malelak-de Haan, Ketua Fraksi PAN, Lindem O. Sanam, Ketua Fraksi PDIP Ibrahim Un, Ketua Fraksi Gerindera Otniel Bobsuni, Ketua Fraksi PKPI, Daud Ullu dan yang terakhir memasuki ruang ketua DPRD ialah anggota Fraksi Gabungan Ferdinan Teuf. Dalam mediasi tersebut, hadir juga Sekda kabupaten Kupang, Hendrik Paut, mediasi tersebut memakan waktu sekitar 3 jam.

Satukan persepsi

Setelah pertemuan antara Bupati Kupang dan seluruh pimpinan anggota DPRD di ruang ketua DPRD Kupang, Jos Lede, kepada wartawan Titu Eki mengatakan bahwa pertemuan yang dilakukan didalam ruangan ketua DPRD tidak memiliki maksud dan tujuan apapun namun pertemuan tersebut hanya menyatukan persepsi agar sidan pembahasan anggaran dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan dalam tata tertib.

“kita tidak bicara apa-apa, hanya menyatukan persepsi untuk melanjutkan sidang pembahasan perubahan anggaran,” kata Titu Eki.

Ditanya menyangkut soal dugaan lobi-lobi antara titu Eki dan Yohanes Masse dirinya mengelak bahwa pertemuan tersebut tidak memiliki muatan politis.

Sementara itu, Yohanes Masse yang dikonfirmasi setelah mediasi juga mengatakan bahwa Walk Out yang dilakukan PDIP tersebut karena jadwal sidang yang tidak sesuai dengan tata tertib. Rapat dipercepat, sementara untuk pembahasan anggaran tidak bisa membutuhkan waktu yang singkat.

“Walk Out yang dilakukan karena jadwal persidangan tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam tatib,” katanya singkat.

Sementara untuk mediasi yang dilakukan ketua DPRD kabupaten Kupang untuk mempertemukan dirinya dan Ayub Titu Eki hanya berbicara sebatas penyatuan pikiran untuk melanjutkan agenda persidangan.

“kita sudah satukan pikiran dan kembali pada tatib, sehingga Fraksi PDIP kembali mengikuti Pemabahasan perubahan anggaran dalam,” kata Masse Singkat.(*plt)