Gubernur NTT, Frans Lebu Raya : Jaga Spirit dan Citra Melanesia

Kadis P dan K Provinsi NTT : Lahirkan Progam Aksi dari Deklarasi Kupang

Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Bupati Alor Amon Djobo

Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Bupati Alor Amon Djobo

Zonalinenews-Kupang, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya mengucapkan Selamat Datang bagi semua delegasi Festival Melanesia di Kota Kupang Provinsi NTT. Pertemuan yang berskala internasional dan Provinsi NTT yang menjadi tuan rumah, maka diharapkan NTT dapat menjadi tuan rumah yang baik dan tetap menjaga spirit persaudaraan dan citra serta jati doiri Melanesia ke depan dengan melahirkan deklrasi Kupang dan rekomendasi khusus untuk menggalang kekuatan kerjasama mempersiapkan masa depan negara-negara Melanesia di dibidang ekonomi, pendidikan, seni-budaya dan dunia ilmu pengetahuan, sehingga dapat berarti bagi masa depan generasi muda di masing-masing negara.

“Pertemuan negara-negara Melanesia diharapkan tidak hanya sebuah kerinduan untuk menemukan jati dirinya atas ras Melanesia, semua upaya positif ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang penting danb strategis yang dapat dirasakan bersama oleh Indonesia (Provinsi NTT) dan negara-negara kawasan Asia Pasifik. Sebagai sesama negara kepulauan dan perekonomian yang berkembang, Indonesia relatif memiliki kesamaan dan hal tantangan pembangunan yari ang dihadapi. Negara-negara Melanesia yang tergabung dalam satu organisasi negara kawasan Melanesia, yakni Melanesian Spearhead Group. MSG dibentuk berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani tahun 1988. MSG bertujuan untuk mempromosikan dan memperkuat hubungan perdagangan antar negara-negara anggota-anggota, pertukaran budaya Melanesia serta kerjasama teknik untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, pemerintahan yang bersih dan keamanan, “ ungkap Frans Lebu Raya ketika dimintai komentar Zonalinenews komentarnya soal Festival Melanesia di sela-sela upacara peletakan batu pertama pembangunan Kantor Gubernur Kedua (23/10/2015).

“Kita tentu berharap Deklarasi Persaudaraan yang sudah saya tandatangani di Ambon itu secara jelas menunjukkan NTT sebagai bagian dari Melanesia. Kelanjutan festival Melanasia ini diharapkan Pemrintah Pusat dan Pemerintah Daerah dapat mempersiapkan studi dan program aksi dan bisnis plan guna menggalang potensi Spririt of Melanesia guna pengembangan dunia pariwisata, pengembangan pusat kajian dan studi kebudayaan Melanesia dan pertemuan Festival ini dapat menjadi daya dorong dan daya gerak memacu semangat persaudaraan dalam pembangunan, bagi kesejahteraan generasi muda negara-negara Melanesia, “ harap Frans Lebu Raya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Sinun Petrus Manuk mengatakan, Provinsi NTT menjadi tuan rumah penyelenggara Festival Melanesia yang berskala internasional dengan tema : “Spirit of Melanesia”, tujuh negara yakni, Timor Leste, Vanuatu, Kaledonia Baru, Kepulauan Salomon, Fiji, Papua Nugini dan Indonesia sebagai tuan rumah akan hadir dalam kegiatan festival internasional tersebut. Sejumlah kegiatan akan digelar dalam festival Melanesia yakni dialog dan temu budaya, pameran seni budaya masing-masing negara dan seminar yang menghadirkan pembicara yang memahami tentang Melanesia diharapkan dapat menghasilkan suatu Deklarasi dan Rekomendasi Kupang sebagai program aksi guna meningkatkan kualitas hidup anggota negara-negara Melanesia, baik di bidang ekonomi, pendidikan dan seni budaya, serta pengembangan ilmu pegetahuan dan teknologi ke depan.

“Kembalinya pertemuan negara-negara Melanesia di Kupang, Indonesia sebagai tuan rumah memiliki arti khusus bagi kemajuan negara-negara asia Pasifik dari tahun ke tahun, yaitu kawasan tetatangga yang yang perlu didekati dalam konteks untuk mendorong terciptanya lingkungan yang stabil, makmur dan bersahabat bagi pembangunan yang berkelanjutan dapat melahirkan sebuah Deklarasi Kupang untuk mempersiapkan program aksi setelah Festival Melanesia, sehingga dapat bermanfaat bagi negara-negara Melanesia, “ jelas Sinun Petrus Manuk.

Secara khusus Bupati Alor, Amon Djobo menilai Festival Melanesia dapat memberikan inspirasi dan sekaligus daya dorong bagi kita warga Alor khususnya dan kabupaten lain yang termasuk dalam kawasan Melanesia yang berkulit hitam dan rambut keriting memiliki kebangaan bersama untuk memajukan budaya dan seni, khususnya pengembangan dunia pariwisata Alor yang memiliki nilai seni dan budaya yang unik dengan program yang spesifik diharapkan adanya dukungan bantuan teknik dan teknologi bagi pemeliharaan dan pengembanganya. “Festival Melanesia memiliki arti penting dan strategis dalam even internasional bagi Indonesia umumnya dan  Provinsi NTT khususnya Kabupaten Alor. Kegiatan ini tidak saja penting dalam arti Indonesia sebagai penyelenggara dan Provinsi NTT sebagai tuan rumah, tetapi diharapkan memiliki nilai tambah bagi masa depan dan kesejahteraan bersama, “ harap Amon Djobo.

Selama ini, tambah Amon Djobo bahwa memang banyak forum-forum dan festival yang berskala internasional di bidang ekonomi dan sosial budaya sudah diadakan. Forum-forum tersebut membicarakan bagaimana sebaiknya pembangunan bidang ekonomi dan sosial dilaksanakan dengan bekerjasama yang saling menguntungkan bagi negara-negara di dunia. Kesadaran akan pentingnya pembangunan kebudayaan sebagai salah satu penguat dan faktor penting bernilai strategis dalam pembangunan umat manusia, khususnya manusia Melanesia menjadi landasan   dan alasan bagi terlaksana dan suksenya kegiatan “Spirit of Melanesia” dapat berjalan sukses dalam perlindungan dan berkat dari Allah yang Maha Kuasa. (john pereira/rusdy maga)