HERI BOKI KECAM DISPORA NTT , TIDAK PROFESIONAL URUS PEMUDA

Ketua KNPI NTT Hermanus Boki

Ketua KNPI NTT Hermanus Boki

Zonalinenews-Kupang, Mencermati pernyataan Pak Linus L. Making – Kepala Bidang Pengembangan Pemuda DISPORA NTT yang dipublikasikan zonalinenew, terkait Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Perbatasan yang melibatkan 100 orang peserta dari unsur organisasi kepemudaan di Kabupaten Rote Ndao (50 orang), Alor (25 orang) dan Sabu Raijua (25 orang), memancing reaksi cepat dan tegas dari Hermanus Th. Boki – Ketua DPD KNPI Provinsi NTT.

Ketua DPD KNPI Provinsi NTT yang akrab disapa Heri Boki ketika dihubungi per telpon Selasa 13 Oktober 2015 Pukul 20.00 wita bahkan lewat surat klarifikasinya yang dikrim ke email redaksi zonalinenews mengenai Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Perbatasan mengatakan , maksud dan tujuan dari kegiatan ini baik sebagai bentuk pelatihan kepemimpinan dan pengembangan diri pemuda, namun sangat disesalkan ketidakmampuan Dispora NTT dalam membangun koordinasi bahkan evaluasi kritis– obyektif sebelum dilaksanakannya kegiatan ini.

Lebih lanjut Heri mengatakan, dirinya tidak mengerti dengan model dan sistem kerja Dispora NTT yang mengurus Pemuda se Nusa Tenggara Timur. Koordinasi dulu secara baik dengan Dispora tingkat Kabupaten untuk mengetahui keberadaan Organisasi Kepemudaan yang ada di masing-masing daerah secara riil, jangan asal kejar target untuk pelaksanaan kegiatan guna penyerapan anggaran.

Heri Boki menguraikan, sejumlah organisasi yang disebutkan oleh Pak Linus. L. Making – Kabid Pengembangan Pemuda DISPORA NTT seperti PPMI, PPI, PSP3, PMKRI, GMNI, HMI belum ada dan belum terbentuk di Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua, kecuali di Kabupaten Alor itupun hanya GMKI, HMI, IMM dan GMNI. Sedangkan organisasi lain yang disebutkan Pak Linus L. Making itu hingga saat ini tidak ada. Organisasi dari dunia mana ? ini tidak masuk akal sehat dan akhirnya menimbulkan permasalahan baru yang secara sadar dipertontonkan oleh Dispora NTT.

“Menjadi tidak menarik bahkan tidak mendidik generasi muda. Kerja-kerja yang seperti ini yang mengakibatkan birokrasi, pemuda dan daerah ini tidak pernah maju-maju bahkan semakin terpuruk. Coba bongkar dan tinggal kebiasaan buruk ini, “pinta Heri.

Untuk diketahui bahwa selaku Ketua DPD KNPI Provinsi NTT setelah mendapatkan informasi terkait rencana pelaksanaan kegiatan ini, dirinya sudah berkoordinasi dengan Ketua DPD KNPI Kabupaten di 3 Kabupaten itu. Bahkan diri sarankan, KNPI pro aktif dalam mendukung dan mensukseskan kegiatan itu, karena KNPI sebagai satu-satunya wadah berhimpun seluruh organisasi kepemudaan. Rekan-rekan di daerah siap membantu dan mendukung.

Namun sangat amat disesali cara dan mekanisme yang dilakukan Dispora sangat tidak masuk akal sehat dan lebih pada cara-cara yang tidak bermartabat. Sebagai contoh Ketua KNPI ada yang ditelpon dan ada yang hanya di-sms yang isinya. “tolong kirim 1 atau 2 nama untuk ikut kegiatan di Dispora NTT mewakili KNPI. Ini cara-cara lama yang tidak bermartabat dan merendahkan kualitas sumber daya birokrasi yang ada di Dispora dan hal ini harus dievaluasi bahkan dihentikan,”ujarnya

Boki menambahkan, pihaknya sudah bersurat secara resmi ke Pak Sekretaris Daerah Provinsi NTT dengan surat bernomor : 138.B/DPD KNPI NTT/X/2015 tanggal 7 Oktober 2015 Perihal Pemberitahuan dengan tidak bermaksud mengintervensi apapun, pihaknya meminta Pak Sekretaris Daerah untuk melakukan evaluasi obyektif terkait keikut-sertaan peserta yang merupakan delegasi/utusan resmi dari OKP sebelum dilaksanakannya kegiatan dimaksud melalui DISPORA NTT, sehingga kegiatan tersebut benar-benar tepat sasaran, bermanfaat, berhasil dan berkelanjutan guna optimalisasi peran-peran Pemuda melalui keterwakilan organisasi di Kabupaten masing-masing.

Dan surat itupun sudah Menurut Hermanus Boki , pihaknya sampaikan sebagai tembusan kepada Gubernur NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, Bupati Rote Ndao, Bupati Sabu Raijua di Seba, Bupati Alor, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT di Kupang, Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT di Kupang, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sabu Raijua, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Alor, Ketua DPD KNPI Kabupaten Rote, Sabu dan Alor.

Ia menambahkan, kalau Pak Linus L. Making sebagai Kabid Pengembangan Pemuda DISPORA NTT tidak mengetahui hal itu, “ ada apa sebenarnya “?. Kok dinas yang tugasnya mengurus pemuda sangat tidak professional, “tutup Heri. (*Tim)