Kades Manusak Tidak Tahu CV Oan Timor Ambil Galian C

Salah satu dump truck sedang mengambil galian C di salah satu sungai di Wilaah Desa Manusak

Salah satu dump truck sedang mengambil galian C di salah satu sungai di Wilaah Desa Manusak

Zonalinenews-Kupang Timur, Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes merasa kaget dengan adanya pengambilan galian C yang dilakukan CV. Oan Timor di salah satu sungai diwilayah desa tersebut. Dirinya hanya mengetahui adanya pengerjaan jalan tani yang dilakukan oleh CV. Oan Timor di sekitar lokasi persawahan Pulo Doki. Pekerjaan jalan tani yang dilakukan oleh CV Oan Timor tersebut diketahui melalui masyarakat desa manusak. Tapi, laporan, resmi yang dilakukan oleh CV Oan Timor belum dilakukan oleh Direktur CV Oan Timor sendiri.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes, Selasa 20 Oktober 2015 saat di konfirmasi terkait adanya galian C yang dilakukan oleh CV Oan Timor di Ruang kerjanya.

“Saya tidak tahu ada galian C yang dilakukan oleh CV. Oan Timor di Desa Manusak. Saya hanya dapat informasi dari staf desa yang yang mengatakan bahwa ada pekerjaan jalan tani di di sekitar lokasi persawahan Pulo Doki. Pekerjaan jalan tani yang dilakukan CV. Oan Timor saja sampai hari ini belum ada laporan secara resmi ke desa,” jelas Ximenes.

Lanjut Ximenes, informasi yang diperoleh dari staf desa bahwa jalan tani yang sudah dikerjakan oleh CV. Oan Timor dengan volume pekerjaan 1,4 Kilo meter nilainya Rp. 150 juta. Nilai tersebut digunakan untuk mengerjakan jalan tani agar masyarakat atau petani ketika tiba hasil panen ataupun tanam tidak mengalami kendala dalam melakukan pengangkutan. Sebab, selama ini masyarakat sangat terkendala dalam pengngkutan hasil panen.

Dikatakan lebih lanjut sebenarnya dalam aturan perundang-undangan setiap pekerjaan proyek ataupun kegiatan apapun yang dilakukan di Desa harus diketahui oleh kepala desa. Namun, faktanya hingga saat ini pekerjaan dan pengambilan galian C yang dilakukan oleh CV. Oan Timor tidak pernah diinformasikan.

Bukan berarti, kata Ximenes, melaporkan ke Desa kemudian Kepala Desa meminta Fee dari proyek tersebut tapi jika suatu saat proyek tersebut berurusan dengan masalah hukum kepala desa sebagai pimpinan disalah satu wilayah harus mengetahuinya. Jika, tindakan yang dilakukan oleh CV Oan Timor dengan tidak memberitahukan adanya galian C dan jalan tani yang dikerjakan masyarakat menganggap bahwa kepala desa sedang melakukan nepotisme dengan kontraktor.

“Kalau CV. Oan Timor kerja seperti begini masyarakat bilang saya ada kerja sama dengan CV. Oan Timor untuk dapat bagian,”tutur Ximenes.

Dikatakan lebih lanjut, ada beberapa CV di desa Manusak, kecamatan Kupang Timur yang memiliki Izin pertamangan galian C, tapi CV. Oan Timor tidak memiliki izin tersebut. CV yang memiliki izin di desa tersebut hanya ada dua yaitu CV. Deny dan Dua Bersaudara.

Dikatakan bahwa, setelah alat berat masuk ke lokasi persawahan pulo doki dirinya dicari oleh Direktur CV. Oan Timor. Namun, bertepatan dengan hari sabtu sehingga dirinya tidak berada di kantor. Sedang beristerahat dirumah bersama keluarga. Sehingga, Direktur CV. Oan Timor tidak dapat bertemu dengan dirinya.

Ketika ditanya, kontribusi dari hasil pengambilan galian C yang dilakukan CV. Oan Timor, Ximenes mengatakan bahwa laporan pekerjaan dan pengambilan galian C berupa pasir saja tidak dilaporkan apalagi pajak ang harus dibayar. Sementar, saat ini Desa Manusak telah memiliki Peraturan Desa ang mengatur tentang galian C tersebut.

Sementara itu, salah satu warga Desa Manusak yang tidak ingin namanya ditulis, di Lokasi sungai tempat pengambilan galian C mengatakan bahwa aktifitas pengambilan galian C dilakukan oleh CV Oan Timor. Pengambilan galian C berupa pasir digunakan untuk pembuatan jalan tani di sekitar lokasi persawahan Pulo Doki. Aktifitas pengambilan galian C, sudah dilakukan oleh CV Oan Timor beberapa bulan yang lalu.

“galian C diambil bukan saja baru hari ini tapi sudah dilakukan beberapa hari yang lalu,” tutur warga tersebut.

Sopir atau pengemudi Dump truck ketika dikonfirmasi berusaha untuk menghindar dan memilih diam untuk tidak mau dikonfirmasi. Pantauan media ini dilokasi pengambilan galian C, tampak sebuah dump truck sedang melakukan pengangkutan material. Beberapa pemuda sedang melakukan aktifitas kondektur untuk memasukkan pasir kedalam truk tersebut (*plt)