Kadis Pertanian Kabupaten Kupang, Bagi Proyek di “Kunyadu”

Jalan Tani di Manusak Jalan Tani di Amfoang dan di Kupang Barat yang dikerjakan kontraktor

Jalan Tani di Manusak Jalan Tani  dikerjakan kontraktor

Zonalinenews-Kupang, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang,Ir Arnolus Saubaki memberikan proyek jalan tani di Kabupaten Kupang kepada suami dari saudari perempuannya, alias kunyadu. Sehingga ada beberapa jalan Tani di Kabupaten Kupang yang dikerjakan Tonce Kase. Jalan Tani yang dikerjakan CV Oan Timor, seperti jalan tani di Kupang Barat, Jalan Tani di Manusak, Jalan Tani di Amfoang dan di Kupang Barat. Semua proyek pekerjaan di beberapa tempat tersebut diduga proyek “Penunjukan Langsung”yang dikerjakan asal jadi sehingga bisa digunakan hanya beberapa saat, tidak bertahan lama, seperti pekerjaan jalan Tani di Desa Manusak, kecamatan Kupang Timur.

Hal ini disampaikan Sekertaris SP3, Y. Pelondou, Selasa 20 oktober 2015 di lokasi jalan tani persawahan pulo doki. Dikatakan bahwa proyek jalan tani yang dikerjakan dengan tidak memasang papan proyek tersebut diketahuinya melalui laporan masyarakat Desa Manusak. Sehingga, dirinya melihat langsung pekerjaan jalan tani yang dikerjakan oleh CV. Oan Timor tersebut. Ketika di lokasi pekerjaan, dirinya bertemu dengan direktur CV. Oan Timor, Tonce Kase.

“Saya juga tahu informasi dari Masyarakat Desa bahwa ada pekerjaan proyek jalan Tani di desa Manusak, sehingga saya langsung ke Lokasi pekerjaan jalan tani dan melihat langsung pekerjaan jalan tani. Saat dilapangan, memang benar informasi masyarakat tentang papan proyek yang tidak terpampang tersebut,” jelas Pelandou.

Lanjut Pelandou, Proyek jalan yang dikerjakan oleh CV. Oan Timor tersebut belum disampaikan ke pihak kelurahan hingga proyek pekerjaan jalan ini selesai dikerjakan. Pengerjaan jalan tani yang dikerjakan CV. Oan Timor total anggaran 150 juta yang bersumber dari Dinas pertanian tersebut dikerjakan asal jadi tidk memperhitung kualitasnya. Pekerjaan jalan tani yang dikerjakan hanya berupa material pasir dengan ketebalan 2-5 cm. Di kuatirkan saat musim hujan jalan tani tersebut menjadi mubasir karena jalan tani yang dikerjakan merupakan wilayah persawahan.

“Ini jalan dikerjakan dengan material pasir yang memiliki ketebalan 2-5 cm sehingga jika musim hujan maka pasir tersebut akan terbawa dengan air,”kata Pelandou.

Pelandou juga menyesal dengan tindakan Kepala Dinas Pertanian yang memberikan proyek pekerjaan kepada orang dekatnya sehingga dalam pekerjaan proyek tidak diperhatikan kualitas jalan tersebut. Kadis Pertanian, Marthen Bekuliu sebenarnya sebagai seorang pejabat harusnya tahu bahwa tindakan yang dilakukan merupakan tindakan KKN yang membahayakan dirinya.

“Saya Pikir pasti dalam hati Direktur CV. Oan Timor bahwa Kunyadu yang kepala dinas tidak mungkin mendapat intervensi dalam pekerjaan. Namun, yang paling penting adalah adanya fisik proyek sehingga anggaran bisa terealisasi,” tutur Pelandou.

Proyek penunjukkan langsung seperti ini pasti sudah menjadi kebiasaan kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang Marthen Bekuliu. Namun tidak pernah diketahui oleh masyarakat. Selain itu, masyarakat juga tidak berani mengkritisi pekerjaan yang dilakukan sebab takut dengan Kepala Dinas Pertanian.

Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes, Selasa (20/10) yang dikonfirmasi di kantor Desa terkait proyek jalan tani yang sudah selesai dikerjakan mengatakan bahwa sampai pada selesainya pekerjaan jalan proyek tani tersebut dirinya tidak pernah mengetahui adanya pekerjaan proyek tersebut.

Dirinya pernah mendapatkan informasi dari staf desa manusak bahwa ada pekerjaan jalan tani di sekitar lokasi persawahan Pulo Doki, Desa Manusak yang nilainya mencapai 150 juta tersebut tidak pernah diketahuinya. Nilai 150 juta itupun diketahui dari staf yang pergi ke lokasi pekerjaan proyek tersebut. Dan, menurut pengakuan staf yang pergi ke Manusak, informasi nilai proyek di dengar secara lisan dari Direktur CV. Oang Timor.

“Nilai pekerjaan 150 juta, itu yang direktur CV. Oan Timor, Pak Tonce Kase sampaikan ke staf desa yang lokasi proyek tersebut,”. Tutur Ximenes.

Namun, penyampaian tersebut disampaikan secara lisan sehingga, nilai proyek tersebut bisa saja nilai nominalnya lebih dari Rp. 150 juta ataupun sebaliknya bisa kurang dari Rp. 150 juta. Karena penyampaian yang disampaikan direktur CV. Oan Timor disampaikan secara lisan. Jika informasi yang disampaikan tersebut jika benar tentunya dipampang papan proyek sebagai sumber informasi.

“saya tidak mempersoalkan proyek tersebut, namun kalau pekerjaan tersebut jika dikerjakan asal jadi masyarakat pengguna jalan yang dirugikan,” kata Ximenes.

Katanya Ximenes melanjutkan, dirinya baru mengetahui kalau proyek tersebut telah selesai dengan dikerjakan dengan kondisi yang memperihatinkan. Sebab, selama ini dirinya tidak pernah tahu atau adanya laporan yang disampaikan secara formal kepada dirinya sebagai pimpinan desa.

“saya baru tahu dari adik-adik (wartawan) bahwa proyek tersebut telah selesai dikerjakan oleh CV. Oan Timor,” Ungkap Ximenes.

Salah satu Anggota DPRD kabupaten Kupang yang tidak ingin namanya dikorankan ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa direktur CV. Oan Timor, Tonce Kase merupakan Kunyadu dari Kadis Pertanian kabupaten Kupang, Marthen Bekuliu. Sehingga, tentunya proyek Penunjukkan langsung diberikan kepada orang dekatnya.

“Mau kasih proyek di Kunyadu tidak soal yang penting adalah pasilitas jalan tani yang dikerjakan tersebut dikerjakan secara baik, jangan asal jadi. Namun, karena kalau kerja asal jadi karena berpikir bahwa kunyadu yang menjadi kepala dinas itu yang menjadi masalah,” kata Anggota DPRD tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang tersebut juga membenarkan, beberapa lokasi pekerjaan jalan tani yang dikerjakan CV. Oan Tani sehingga Dewan akan memanggil Kepala Dinas Pertanian kabupaten kupang, untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan jalan tani yang dikerjkan asal jadi serta adanya unsure KKN.

Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Yos Lede yang dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya telah mendengarkan persoalan pekerjaan proyek jalan tani yang di desa Manusak tersebut. Sehingga dirinya telah memerintahkan kepada kepala Dinas Pertanian kabupaten kupang untuk melihat langsung kondisi jalan tersebut.

“Saya sudah dengar proyek itu, selesai dikerjakan dan asal jadi,” kata Lede.

Kepala Dinas Pertanian kabupaten Kupang, Ir Arnolus Saubaki beberapa kali dikonfirmasi terkait proyek jalan tani di Desa Manusak yang dikerjakan asal jadi dan adanya unsur KKN tidak berada ditempat, sehingga hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi. (*Plt)


TAG