KAPOLRES ROTE NDAO AKAN TUNTASKAN KORUPSI APBD 2008

Kapolres Rote Ndao AKBP Murry Mirranda

Kapolres Rote Ndao AKBP Murry Mirranda

Zonalinenews-Rote Ndao, Semua kasus yang dalam penangan pihak Polres Rote Ndao akan dituntaskan dalam kepemimpnannya, termasuk kasus korupsi proyek pembangunan jalur jalan lingkar selatan Tahun anggaran 2008 Selain itu masalah Penanggulangan, Penyalahgunaan, Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (P4 BBM Bersubsidi) di Kabupaten Rote Ndao Demikian hal ini ditegaskan Kapolres Rote Ndao AKBP Murry Mirranda saat ditemui diruang Kapolres Rabu 07 Oktober 2015 pukul 11.39 Wita.

Menurutnya, semua kasus yang masih belum dituntas dalam penangnan Polres Rote Ndao akan dituntas untuk diajukan kepihak kejaksaan

“Semua kasus yang belum diselesaikanakan dinaikan, saya akan cek semua kasus-kasus yang belum itu untuk diselesaikan” ujarnya.

Selain kasus tindak pidana umum. Kasus pidana Korupsi yang belum diselesaikanakan dituntaskan. Termasuk kasus APBD Kabupaten Rote NdaoTahunAnggaran 2008

Terhadap penyalahgunaan dana untuk proyek pembangunan jalan lingkar selatan yang menghabiskan anggaran sebesar kurang lebihRp 30.000 000 000, dan indikasi sejumlah masalah BBM bersubsidi jika belum dituntaskan.

Menurut Murry Mirranda, Pengusutan dan pengecekan sejumlah kasus yang masih dalam penangan Polres Rote Ndao akan dilakukan setelah menyelesaikan agenda utamanya untuk melakukan pembenahan dan pertemuan dengan semua Polsek dan anggota dalam lingkup Polres Rote Ndao. Selanjutnya, sesuai dengan UU RI No: 22 tahun 2001 tentang Migas, Polres berkewenangan sebagai pihak Tim Koordinasi P4BBM (TKP4 BBM) akan melakukan upaya menelusuri lebih lanjut masalah penyalahgunaan BBM bersubsidi di Kabupaten Rote Ndao.

Dirinya akan melakukan pengecekan semua kasus yang ada kemudian selanjutnya ditindaklanjuti sehubungan dengan Ia baru seminggu bertugas karenanya akan dimintai data kasus kasus yang belum untuk dituntaskan.

Untuk ketahui kalau sebelumnya bahwa oleh Badan Pemeriksa Keuangan wilayah Nusa Tenggara Timur No/Tanggal LHP,18 Desember 2009 yang lalu menemukan dana yang harus dikembalikan sebesar Rp.26.167.718.000 dalam pengerjaan jalan lingkar selatan

Pengerjaan jalan sepanjang 49,29 km sesuai perencanaan pelaksanaan p Pekerjaan dengan lapisan pengerasan namun kondisi di lapangan pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi yang direncanakan.

Sesuai perencanaan dilaksanakan pengerjaan jalan sepanjang 49,29 meter dengan spesifikasi lapisan pengerasan ditambah empat buah jembatan beton. Namun dalam perjalanan terjadi perubahan Proyek Pembangunan sarana fisik jalan Lingkar Selatan di Kabupaten Rote NdaoTahunAnggaran (TA) 2008 tersebut dengan dana sekitar Rp 30 milyar yang bersumber dari Dana Silpa Proyek tersebut dikerjakan PT Waskita Karya, diduga tidak sesuai bestek.Terbukti, pelaksanaan fisik di lapangan hanya dikerjakan hotmix sepanjang 7 Km saja ditambah perkerasan 14 KM dan 2 jembatan. Padahal sesuai perencanaan, proyek pekerjaan jalan itu seharusnya dikerjakan Lapisan Pengerasan (Lapen) sepanjang 49,29 Km ditambah 4 unit jembatan pelengkap sepanjang 36 Km. Karena itu, pekerjaan tersebut dinilai tidak sesuai perencanaan maupun kontrak. (*Arkhimes)