KAYU ILEGAL LOGING DI DUGA KUAT MILIK PPK BALAI JALAN NEGARA

Truk plat merah muat kayu djati

Truk plat merah muat kayu djati

Zonalinenews- Kupang, Kayu illegal loging yang dibawah dengan mobil Plat Merah bernomor Polisi DH 8133 AW kuat dugaan milik salah satu Pejabat Pembuat Komitmen Balai Jalan Negara. Mobil plat merah tersebut sempat ditahan beberapa jam di pos polisi Oesapa Kota Kupang, dan dalam pemeriksaan tidak ditemukan surat keterangan SKAU dan surat dari Dinas Kehutanan kabupaten asal serta beberapa surat lainnya. Mobil dengan nomor polisi DH 8133 AW melaju dari arah kabupaten Kupang menuju Kota Kupang tidak mendapat rintangan. Namun sampai di Pos Pol Oesapa, Salah satu anggota Polisi yang melihat adanya keganjilan dalam pengangkutan langsung mengejar mobil tersebut.

Sampai di lampu Merah, Km 8 Oesapa Mobil tersebut dihentikan dan dilakukan pemeriksaan administrasi. Dalam pemeriksaan administrasi oleh anggota polisi tidak ditemui adanya dokumen sebagai pelengkap dan pengangkutan kayu. Adiministrasi yang dibutuhkan hanya pada surat keterangan kepemilikan kayu, surat pajak dari PPK tersebut, dan beberapa keterangan lain myang tidak perlu disertakan.

Melihat keganjilan tersebut, anggota polisi langsung menyuruh mobil plat merah dengan nomor polisi DH 8133 AW tersebut untuk kembali ke Pos Polisi Oesapa. Hal tersebut terjadi, kamis 22 oktober 2015.

surat jalan jpg

Sampai di Pos Pol Oesapa, ketika Kepala Pos Pol menanyahkan kepemilikan kayu dan meminta surat-surat pengangkutan berupa SKAU, Surat keterangan dari Kehutanan dan administrasi lainnya sopir yang namanya tidak ingin dipublikasikan mengatakan bahwa kayu tersebut milik seorang pejabat pembuat Komitmen (PPK) jalan Negarayang berinisial (Sl), bahkan sebagai seorang tenaga honor di Dinas PU provinsi apa yang diperintahkan oleh pimpinan tidak pernah dilawan namun dilakukan tanpa melihat efek samping.

Ketika ditanya asal muasal kayu dirinya mengatakan bahwa kayu dolgen 3 kubig yang ada didalam mobil merupakan hasil dari pelebaran jalan. Hasil pelebaran jalan yang dilakukan oleh PT. Timor Pembangunan di pariti.

“kayu hasil pelebaran jalan ini yang kami muat, namun benar kami tidak melihat administrasi. Sebab, administrasi dipegang adik kandung Pejabat pembuat komitmen,” kata Sang Sopir.

Ketika anggota Polisi yang melakukan perburuan diminta komentarnya enggan berkomentar takut dimarahia atasan. Sebab, kayu dolgen dalam mobil dengan nomor polisi DH8133 AW tersebut milik pejabat daerah.

“kalau kita tahan, nanti pejabat telpon pimpinan, nanti kita yang dimarahi bahkan dipindahkan atau dibuang ke daerah yang jauh,” tuturnya

Salah satu keponakan dari PPK di Balai jalan Negara tersebut berupaya menelpon untuk menolong menjelaskan persoalan yang dialami kepada anggota polisi yang melakukan penahanan. Namun, pejabat tersebut tidak mengangkat handphonenya.

“bapak dan mama keduanya kerja di kantor PU Provinsi NTT,” kata Keponaan dari pejabat yang ketika diminta namanya tidak memberikan identitas dirinya.

Pantauan media ini, mobil tersebut ditahan kurang lebih tiga jam. Didalam mobil tersebut ada seorang pegawai PU Provinsi NTT, namun sampai di kantor polisi pegawai tersebut bersembunyi didalam mobil. Karena telpon tidak digubris oleh pejabat pembuat komitmen tersebut, maka anggota polisi juga karena takut dengan atasan maka mobil tersebut dilepas. (*plt)