Kerja Tidak Sesuai Spek,Proyek Pipa di Rote “Akan di Bongkar”

Ronis Halundaka

Ronis Halundaka

Zonalinenews-Kupang, Proyek Pembangunan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur yang bersumber dari Dana APBN 2015 sebesar Rp16 755 535 000,- oleh Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum NTT di laksanakan oleh tiga Kontraktor pelaksana, masing-masing PT Karang Teguh Abadi, Anisa Prima Lestari dan Mojo Wijaya Karya dalam waktu dekat akan diperintahkan untuk membongkar ulang pekerjaan kalau pekerjaannya tidak sesuai perencanaan.

Demikian penegasan yang disampaikan Koordinator Pengawas Pulau Rote Satker PAMS NTT Ronis Halundaka yang temui Zonaline News diruang kerjanya jalan Ahmad Yani momor 07 Kupang Kamis 15 Oktober 2015 pukul 10.05 Wita.

Menurut Ronis , jika dalam kegiatan pekerjaan jaringan perpipaan dan iteam pekerjaan dilokasi yang tidak sesuai dengan spek dan mekanisme perencanaannya maka, pihaknya perintahkan untuk membongkar pekerjaan tersebut, apalagi dugaan terkait dengan spesifikasi ketebalan pasir pada dasar galian maupun lapisan penutup pipa sebelum tanah galian diratakan ternyata tidak memenuhi syarat sebagaimana dalamspek pekerjaan.

“ kami akan panggil ketiga PT pelaksana pekerjaan tersebut dan kami perintakan untuk bongkar pekerjaannya, “ tegasHalundaka.

Setelah melihat sejumlah fakta lapangan yang ditunjukan Zonaline News berupa Foto dan Video disertai pertanyaan, Halundaka menegaskan, dirinya akan segera laporkan pada PPK untuk melanjutkan pada kontraktor dan akan segera perintakan untuk membongkar pekerjaan tersebut.

Halundaka menegaskan , sudah ada aturan dan mekanisme pelaksanaan pekerjaan termasu k iteam pekerjaan urukan pasir sebelum dan sesudah pipa ditanamkan. Untuk itu pipa yang dipasang kemudian ditanam dengan tidak ada urukan pasir baik lapisan bawah dan lapisan atas pipa yang tidak ditutup dengan pasir maka kita akan perintakan kontraktor segera bongkar pekerjaannya.

Selain itu, untuk satu lubang galian dengan tiga jaringan pipa itu tidak bisa, apalagi kedalaman dan ruang galian tidak mencapai ketentuan. Memang untuk satu lubang bias diijinkan pemasangan tiga jenis pipa yang berbeda karena kondisi lingkungan yang sempit namun pipa tidak bias dipasang saling berhimpitan termasuk tidak dilakukan urukan pasir pemisah pipa yang di bagian bawah dengan yang ada diatasnya.

Pemasangan Pipa pada jaringan tersebut kata Halundaka, tidak dijinkan dengan cara pipa yang ada dibagian bawah dan atas bersentuhan langsung tetapi masih harus dibungkus dengan urukan pasir sebelum diratakan dengan tanah. Selanjutnya untuk,kondisi lingkungan yang sempit atau bersentuhan langsung dengan badan jalan maka bias dilakukan penggabungan pemasangan pipa tapi itu hanya penggabungan pipa 2,3 dan 4 tidak boleh untuk pipa 6 karena pipa 6 jalurnya tersendiri.

“Penggabungan pemasangan pipa itu hanya penggabungan pipa 2,3 dan 4 tapi tidak boleh untuk pipa 6 karena pipa 6 jalurnya tersendiri. Pemasangan itu bukan untuk penumpukan pipa, itu tidak sesuai spek dalam kontrak. Tidak mungkin pipa ditindih , tetapi harus ada rongga dan jarak atau tempat dalam posisi pipa sejajar bukan saling tindis,” ujar Halundaka.

Ia menegaskan, pipa yang digabung kemudian ditutup saja pakai tanah galian ituharusdibongkarapalagitidakadaronggadanjarakpadawaktupelaksanaandenganmemakaiurukanpasirdaribawahpipadanbagianataspipasebelumgalianditutup, kami segerapangilkontraktoruntukdibongkar,

Selanjutnya, Kata Halundakakalaumemangpekerjaannyadilapanganuntukkegiatanpekerjaan yang sedangdilakukan PT KarangTeguhAbadi, Mojo WijayaKaryadanAnisa Prima Lestari sepertiapa yang ditunjukan Zonaline News maka kami segera lakukan evaluasi untuk ditindaklanjuti sampai pada pembongkaran pekerjaan.

Halundaka akui kalau dari tiga kontraktor pelaksana pekerjaan, pihaknya baru dan sudah mengeluarkan surat teguran untuk PT Karang Teguh Abadi untuk memperbaiki kembali pekerjaan yang dikerjakannya yang tidak sesuai dengan spek.

“Kita sudah keluarkan surat teguran bagi PT Karang Teguh Abadi. kemarin kami sudah mengeluarkan surat teguran untuk memperbaiki kembali pekerjaan yang dikerjakannya tidak sesuai dengan spek untuk diperbaiki,”jelasnya.

PPK PAM, Satker PAMS – NTT, Roliviyanti Jamin,ST,MTsaat dikonfirmasi di Kantornya tidak berada ditempat. Informasi yang diperoleh dari Ronis Halundaka sebagai Koordinator Pengawas Pulau Rote Satker PAMS NTT bahwa PPK sedang bertugas keluar daerah. “ Ibu Vivi sedang ada tugas di Jakarta,” kata Halundaka.

Wakil Ketua DPRD Propinsi NT, Nelson O. Matara, SIP, M.Hum, saat ditemui Zonaline News di ruang kerja Wakil Ketua DPRD Kamis 15 Oktober 2015 pukul 13.05 wita mengatakan, Pelaksanaan pekerjaan Sistim Penyedian Air Minum yang dikerjakan oleh kontraktor harus sesuai dengan perencanaan.

Menurut Nelson, realita pelaksanaannya tidak sesuai dengan mekanisme perencanaan yang dirugikan adalah masyarakat Rote Ndao sebagai penerima manfaat, untuk itu kalau fakta lapangan yang terjadi tidak sesuai perencanaan maka pengguna anggaran akan segera memanggil pelaksana pekerjaan Selanjutnya, Kontraktor pelaksana segera dipanggil untuk mempertanyakan penyebab pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan karena untuk sementara kata Nelson Matara, kondisi ini masih dalam sinyalir bermasalah namun kenyataan dilapangan pekerjaan tidak sesuai maka kewenangan masyarakat untuk menyerap dan melaporkan hal tersebut, baik ke DPRD sebagai wakil rakyat dalam fungsi pengawasan dan selanjutnya bias berdampak pada proses hukum. (*ArkhimesMolle/Riyan Tulle)