KNPI Laporkan Dinas Koperasi NTT Ke Kejati Berserta 18 Barang Bukti

Ketua KNPI NTT serahkan 18 Bukti Dugaan Korupsi NTT ke Kejaksaaan Tinggi NTT

Ketua KNPI NTT serahkan 18 Bukti Dugaan Korupsi NTT ke Kejaksaaan Tinggi NTT

Zonalinenews-Kupang, 18 Bukti administrasi diserahkan KNPI NTT kepada Kejati NTT terkait dugaan korupsi ijin usaha ekonomi mikro dan kecil di Kota Kupang yang diduga dilakukan dinas Koperasi Propinsi NTT. Bukti tersebut diserahkan Ketua KNPI NTT, Hermanus TH Boki kepada Kejati NTT yang diwakilkan oleh As Intel Kejati NTT, Arman di ruang rapat Kajati NTT Rabu 21 Oktober 2015 pukul 09.30 wita.

Pada kesempatan tersebut As intel kejai NTT, Arman menyampaikan permohonan maaf kepada KNPI NTT, seyogianya pertemuan ini telah dijawadlkan dan bertemu Kajati NTT , namun tidak bisa menghadiri pertemuan ini karena pagi tadi, pak Kajati berangkat mendadak bertugas ke Jakarta sehingga dirinyalah yang mewakili untuk bertemu KNPI NTT.

“Kajati mohon maaf atas tugas mendadak ini ,”jelas Arman.

Menurut Arman, Kejaksaan Tinggi NTT sangat mengharapkan kerjasama semua pihak bukan hanya Kejati saja , semua pihak bisa bekerjasama untuk menuntaskan kasus korupsi. Terima kasih kepada KNPI NTT yang sudah melaporkan dugaan kasus korupsi ke pihaknya karena tanpa ada kerjasama kejaksaan akan sulit mengungkap sebuah kasus korupsi di NTT.

“Terimakasih kepada KNPI NTTyang telah melaporkan dugaan korupsi ini ,”kata Arman.

Ketua KNPI NTT, Hermanus TH Boki pada kesemptan tersebut menjelaskan, pihaknya telah melakukan investigasi terhadap persoalan ijin usaha mikro di Kota Kupang dan dalam investigasi KNPI NTT tersebut mendapatkan banyak bukti dugaan korupsi terkait pengurusan ijin usaha ekonomi mikro baik di tingkat kecamatan maupun proses pengurusan ijinnya.

“Salah satu contoh adalah untuk biaya perijinan  serta berdasarkan aturan sebesar Rp 50.000. namum diduga realisasinya dipotong oleh Plut NTT sebesar 38.000. dan Plut hanya menyerahkan sebasar Rp 12.000 kepada penerima perijinan tersebut. banyangkan saja untuk Kota Kupang kuota untuk perijinan sebanyak 13.8000 ijin usaha mikro satu ijin usaha dipotong 38.000 rupiah dikalikan 13.8000 berapa jumlahnya dan ini merupakan indikasi korupsi,”jelas Hermanus Boki.

Hermanus Boki menambahkan , Camat se Kota Kupang sebagai Pelaksana IUMK berdasarkan PP RI Nomor 98 Tahun 2014, Permendagri RI Nomor 83 Tahun 2014 dan Perwali Nomor 6 Tahun 2015 justru hanya sekedar sebagai petugas yang menandatangani IUMK dimaksud. Hal ini menjadi catatan buram terkait mekanisme birokrasi yang ada di Dinas Koperasi dan KUMKM Provinsi NTT sekaligus sebagai suatu bentuk gerakan radikal yang merongrong keberadaan NTT sebagai Provinsi Koperasi yang dilakukan secara sadar oleh Drs. Joanes M. Lendes selaku penanggung jawab Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM Provinsi NTT.

Bukan hanya itu lanjut Boki dalam upaya untuk mengamankan persoalan ini,  Dinas koperasi Jelas Boki Kadis Koperasi NTT, diduga melakukan lobi lewat oknun bernama Robert untuk melakukan upaya mediasi dan damai dengan iming –iming pada tahun 2016 nanti untuk pengelolaan usaha mikro kecil ini diserahkan sepenuhnya ke KNPI asalkan KNPI NTT tenang terhadap persoalan tersebut. bahkan oknum Robert Juga menyebutkan keterkaitan Ketua DPRD NTT,  Anwar Pua Geno untuk menitip orang –orangnya dalam program ini ,” Jelas Boki

Pantuan zonalinenesws di ruang kejati KNPI NTT bersama beberapa ormas diantaranya PMII , IMM melaporkan dugaan korupsi ijin usaha mikro di Kota Kupang. Ketua KNPI pada kesempatan tersebut menyerahkan Dokumnen ke Kejati NTT yang diwakilkan, oleh As Intel Arman untuk nantinya akan disampaikan ke Kajati untuk ditindak lanjuti.

Semetara  ditempat terpisah, Kepala Dinas Koperasi NTT, serta Sekertaris Koperasi NTT, ketika hendak dikonfermasi terkait laporan KNPI ke Kejaksaaa Tinggi NTT serta dugaan Korupsi yang disampaikan KNPI NTT. “Yang bersangkutan tidak ada di Kantor sedang bertugas ke Luar daerah. Bapak Kadis dan Pak Sek lagi bertugas keluar Daerah,”ujar salah satu staf wanita Dinas Koperasi NTT.

Koordinator Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Provinsi NTT, Jones Lendes ketika dikonfermasi diruang kerjanya pukul 10.30 terkait dugaan pemotongan biaya ijin usaha sebesar 38.000 menjelaskan, terkait perijinan pihaknya untuk biaya adamintrasi sebasar 38.000. untuk ijin usaha Mikro kecil dan pemotongan tersebut untuk biaya admintarsi diantaranya, untuk pembelian kertas percetakan sertifikat Ijin usaha mikro kecil  di Kota Kupang , serta biaya printers , tinta serta biaya ATK Lainnya.

Menurut Joanes Ledes , PLUT hanya melakukan pendaatan bagi masyarakat serta pendataan dilakukan ditingkat kelurahan dan pendataan dilakukan mengetahui lurah bahkan ditanda tangani oleh camat . “Sampai saat ini proses pendataan perijinan di 3 Kecamatan di kota kupang telah rampung yaitu kemacatan Oebobo, kecatam Maulafa dan kecamatan Kota Raja. Dan ijin usaha mikro yang telah diterbitkan PLUT NTT di Kota kupang sebanyak 3.187 dari target di tahun 2015 sebanyak 13.800 ijin usaha mikro kecil dan menengah.

Joanes menambahkan, bila sampai akhir Desember 2015 pihaknya tidak mencapai target 38.000 dana perijinan yang belum tercapai diserahkan kembali ke Kas Negara (*tim)


TAG