Korupsi Dana Pensiunan staf PDAM Rote Ndao

ADAM LANI

ADAM LANI

Zonalinenews-BAA, Dana pensiunan staf PDAM Rote Ndao tahun 2014 dihabiskan oleh Kasubag Pengadaan dan Barang NB, pada bagian Administrasi Umum dan keuangan PDAM Rote Ndao akan diganti kembali 31 Oktober 2015 besok .

Demikian hal ini disampaikan Kepala Bagian Administrasi Umum dan Keuangan (AUK) PDAM Rote Ndao Adam Lani di Kantor PDAM Rote Ndao kemarin siang 29 Oktober 2015 pukul 13:00 wita.

Kepada Zonaline News, Adam Lani menjelaskan, Dana Pensiun Bersama Perusahan Daerah Air Minum seluruh Indonesia (DAPENMA PAMSI) yang digunakan sepihak oleh yang bersangkutan untuk tiga bulan yakni Agustus-Oktober 2014 yang lalu.

Hal berdampak hingga pembayaran dana pensiunan dan laporan dari Dana Pensiun bersama perusahan Air Minum seluruh Indonesia untuk PDAM Rote Ndao baru sampai bulan Juli 2015 karena pada tahun 2014 dana tiga bulan yakni Agustus – Oktober tidak disetor tapi digunakan oleh yang bersangkutan. Jelasnya.

Dana tersebut penyetoran dari 38 orang staf PDAM perbulan sekitar Rp 9 .437.051 dan untuk tahun 2014 seluruhnya Rp 113. 244.614. Dari dana ini NB menghabiskan Rp. 34 800.000 untuk tiga bulan.

Menurut Adam Lani sebagai Kabag AUK telah menghubungi beberapa kali melalui telpon genggamnya namun selalu tidak berhasil tetapi, lanjut Adam yang bersangkutan sudah bersedia untuk menyelesaikannya pada batas waktu berakhir 31 Oktober 2015 ini.

“Dia. NB sudah membuat surat pernyataan utnuka menyelesaikannya pada 31 Oktober 2015 sesuai dengan isi surat pernyataan bahwa apabila hingga batas waktu tidak juga menyelesaikannya maka dia(NB) siap untuk menerima sanksi apapun yang dikenakan baginya.,” ujarnya.

Salah satu staf yang merasa menjadi korban dari tindakan NB sebagai salah satu Kasubag di bawah Kabag UAK PDAM adalah Vinsensius K.P.Kahan mangakui terhadap persoalan ini dirinya mengadu ke Bupati Rote Ndao pada 28 September 2015 yang lalu dan sudah ada penegasan dari Bupati kepada pihak PDAM untuk segera dilunasi.

Atas perintah Bupati tersebut pihak PDAM melalui Plt Direktur telah mengdisposisi ke bagian umum untuk menindak lanjuti dengan mengganti kembali dana yang dimanfaatkan oleh NB dengan menggunakan dana penyertaan modal daerah’

Dan hal tersebut sangat bertentangan dengan mekanisme kata Vinsen beralasan kalau Tagihan Iuran pensiun dari Dapemna Pamsi seperti disposisi Plt Direktur PDAM Rote Ndao tertanggal 11 September 2015 itu di ambil dari bantuan dana penyertaan modal maka menyimpang dari prosedur karena dana tersebut bukan untuk pemanfaatan ganti rugi dana pensiun staf yang telah dikorupsi.

Selain itu, lanjut Vinsen sisa dari dana pensiun sebesar Rp.78 444 614 sampai dengan saat ini belum diketahui ujung pangkalnya ada pada penguasaan siapa apakah masih ada di tangan Bagian Keuangan atau siapa ?, masih belum diketahui secara pasti. Ungkap Vinsen.

Selanjutnya diungkapkan Vinsen Kahan, sesuai dengan tagihan iuran pensiun dari Dapenma Pamsi, tertanggal 31 Agustus 2015 yang ditujukan kepada Direktur Utama PDAM Rote Ndao dan tidak menutup kemungkinan sampai dengan saat ini belum dilunasinya tunggakan maka tagihan semakin membengkak. Katanya. (*Arkhimes Molle)