Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda di NTT Akan di Bentuk

Kadis PORA NTT Nahor Talan   dalam sambutannya di pembukaan Workshop LPKP

Kadis PORA NTT Nahor Talan dalam sambutannya di pembukaan Workshop LPKP

Zonalinenews-Kupang, Memulai usaha baru bukanlah hal mudah bagi wirausaha muda pemula (WMP). Hal ini disebabkan karena keterampilan usaha WMP yang masih rendah, ditambah dengan terbatasnya akses terhadap permodalan. Kesulitan WMP mengakses sumber-sumber modal bukan sekedar informasi, melainkan terkendala persyaratan administratif seperti syarat jangka waktu usaha, track record, dan sebagian karena terkendala syarat jaminan, meskipun sesungguhnya pilihan sumber modal sangat banyak dan beragam. Menyadari hal tersebut, Pemerintah melalui PP nomor 60 tahun 2013 telah membentuk Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda (LPKP). Demikan diungkapkan Sekertaris Pokja LPKP Asisten Deputi Kementrian Pemuda dan Olah Raga Bidang Pengembanagan Pemuda . Ir Zul ikhsan pada acara Fasilitasi Pembentukan Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda (LPKP) Tahun 2015 Berlangsung di Hotel Selvia Kupang Kamis 22 Oktober 2015 Pukul 21.00 wita.

Menurut Zul , Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda (LPKP) adalah lembaga yang dibentuk oleh Pemerintah untuk mendukung pengembangan kewirausahaan pemuda guna memperoleh akses permodalan. Pasal 3 PP 60 tahun 2013 menyebutkan bahwa LPKP berfungsi memfasilitasi akses permodalan bagi wirausaha muda pemula untuk mulai menjalankan usaha. Dalam rangka menindaklanjuti amanat PP tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui Asisten Deputi Kewirausahaan pemuda pada Deputi Bidang Pengembangan Pemuda telah menyusun berbagai instrumen teknis terkait organisasi, personalia, dan mekanisme kerja LPKP, dan pada tahun 2015 ini, LPKP telah mulai beroperasi.

Ia menambahkan, LPKP dibentuk di tingkat Pusat oleh Pemerintah, dan dalam hal diperlukan, dapat pula dibentuk di Tingkat Provinsi oleh Pemerintah Provinsi, serta di tingkat kabupaten/kota oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. LPKP Daerah dipandang cukup strategis untuk segera dibentuk mengingat minat pemuda berwirausaha di berbagai pelosok tanah air dalam beberapa tahun terakhir ini cukup menggembirakan. Oleh karena itu, pada tahun 2015 ini Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui LPKP Pusat memfasilitasi pembentukan LPKP di daerah.

“Untuk NTT rencananya merupakan LPKP yang keempat dari seluruh propinsi Indonesia dan tahun untuk tahun ini adalah sepuluh LPKP , dan NTT masuk dalam urutan ke empat , sehingga diharapkan pembentukan LPKP di NTT sesegera mungkin dan bisa berjalan pelaksanaannya,”jelas Zul.

Gubernur NTT dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Propinsi NTT, Nahor Talan menjelaskan, program LPKP merupakan program yang sangat bermanfaat untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan di kalangan pemuda. Pemerintah melalui Dispro mencanagkan program ini sebagai salah satu upaya penaggulangan angka pengangguran khususnya bagi pemuda, karena kesempatan berkembang tidaklah seimbang dengan kesempatan bekerja baik dikota maupun dipedesaan. Hal ini disebakan oleh adanya jumlah lulusan normal perguruan tinggi atau universitas yang lulusan rendah ditamabah banyak lulusan yang kurang memiliki ketrampilan , sedangkan banyak sekali lulusan yang memadai, disisi lain untuk melakukan perubahan nyata dan inovasi hampir tidak ada.

“Kurangannya kreatifitas serta kurangnya kemampuan sehingga pemuda terkendala dalam mengembangkan diri, bahkan pembaharuan dan inovasi sangat amat sulit dikembangkan ,’tegasnya.

Untuk itu pemerintah NTT berharap dengan kegiatan ini para pemuda terus berupaya meningkatkan semangat kewirausahaan bagi masyarakat khususnya kelompok usia produktif agar mampu bersaing dan hidup mandiri.

Pantuan zonalinenews , kegiatan wiorkshop ini, dihadiri para pemuda dan OKP NTT dengan jumlah peserta sebanyak 25 undangan. (*tim)