MASYARAKAT ROTE BERWENANG LAPOR MASALAH PROYEK 16,7 M

Wakil Ketua DPRD NTT NELSON O MATARA

Wakil Ketua DPRD NTT NELSON O MATARA

Zonalinenews-Kupang, Masyarakat Rote Ndao berwenang melaporkan pelaksanaan proyek bernilai Rp.16,7 Milyard yang dibiayai oleh APBN Murni tahun anggaran 2015 di Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur oleh tiga kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tidak sesuai perencanaan. Demikian penegasan Wakil Ketua DPRD Propinsi NTT, Nelson.O Matara, SIP,M.Hum diruang kerjanya saat dikonfirmasi Zonaline News Kamis 15 September 2015 pukul 13:05 wita.

Menurut Nelson Matara, pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan perencanaan akan menimbulkam kerugian bagi masyarakat untuk itu masyarakat berkewenangan untuk melaporkan.

Lanjut Matara, laporan masyarakat selain kepada DPRD sebagai wakil rakyat terkait dengan fungsi pengawasan dan pihak penegak hukum karena tidak tertutup peluang untuk berdampak hukum. Selain itu kata Matara, Kabupaten Rote Ndao sebagai kabupaten otonom yang baru jika kegiatan pembangunan yang didanai oleh pemerintah pusat melalui APBN tersebut, tidak dilaksanakan dengan baik untuk kepentingan rakyat akan berpengaruh pada keterlambatan kemajuan daerah dan bisa berakibat pada perhatian pemerintah pusat terkait aliran dana ke wilayah Kabupaten Rote Ndao kedepan akan menurun nantinya.

Ia juga meminta agar pengguna anggaran segera memanggil pihak kontraktor sebagai pelaksana untuk mempertanggung jawabkan masalah pelaksanaan pekerjaan pembangunan jaringan pipa yang disinyalir tidak sesuai perencanaan.

Sementara Koordinator Pengawas Pulau Rote Satker PAMS NTT Ronis Halundaka yang ditemui Zonaline News diruang kerjanya kamis 15 oktober 2015 soal Proyek Pembangunan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Rote Ndao yang dilaksanakan oleh tiga Kontraktor, masing – masing PT Karang Teguh Abadi, Anisa Prima Lestari dan Mojo Wijaya Karya dalam pelaksanaan pekerjaan disinyalir tidak sesuai perencanaan

Halundaka mengatakan, untuk ketiga kontraktor pelaksana pihaknya telah mengeluarkan surat teguran kepada PT Karang Teguh Abadi guna memperbaiki pekerjaan yang tidak sesuai spek, sedangkan kedua rekanan lainnya sedang dalam proses addendum untuk perpanjang waktu karena batas waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai kontrak akan berakhir pada minggu terakhir bulan oktober ini.

Menjawab persoalan terkait pelaksanaan pekerjaan oleh ketiga kontraktor yang tidak sesuai perencanaan atau spek. Ia menegaskan akan memerintahkan ketiga kontraktor untuk membongkar perkerjaan yang dikerjakan tidak sesuai spek.

Untuk hal tersebut kata Halundaka, saya akan segera laporkan pada PPK kemudian ketiga kontraktor dipanggil dan akan perintahkan membongkar pekerjaan tersebut yang dievaluasi melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan.

“ kami akan panggil ketiga PT pelaksana pekerjaan tersebut dan kami perintakan untuk bongkar pekerjaannya “ ujar Halundaka.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wil I. Satker PAMS Nusa Tenggara Timur , Roliviyanti Jamin,ST,MT saat dikonfirmasi di Kantornya di Jln A. Yani no 07 Kupang, Ia tidak berada ditempat. “ Ibu Vivi sedang ada tugas di Jakarta” Kata Halundaka.

Untuk diketahui kalau ketiga perusahan yang melaksanakan pekerjaan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM ) di Kabupaten Rote Ndao, sumber dana APBN Murni TA 2015 masing masing PT Anisa Prima Lestari..Lokasi kegiatan PDAM Kab Rote Ndao, Lingkup pekerjaan yang dilakukan sebanyak 10 iteam dengan nilai Rp 4.100 000 000.- batas akhir pekerjaan 27 Oktober 2015

Selanjutnya PT Karang Teguh Abadi Lokasi kegiatan : IKK Baa Kabupaten Rote Ndao. Lokasi kegiatan: Pembangunan SPAM Ibu Kota Kecamatan ( IKK ) Baa Kabupaten Rote Ndao dengan kingkup pekerjaan sebanyak 8 iteam dengan nilai sebesar Rp. 6 531 798 000.- batas akhir pekerjaan 25 April 2015

Sementara PT Mojo Wijaya Karya. Lokasi kegiatan IKK Kecamatan Rote Barat Laut Kab Rote Ndao, Lingkup pekerjaan sebanyak 14 iteam dengan nilai kontrak Rp 6 123 746 000.- batas akhir pekerjaan 23 Oktober 2015. (*Arkhimes Molle)


TAG