Minum Mabok di Pinggir Jalan, Puluhan Remaja di Kota Kupang Terjaring Razia

Para remaja Kota kupang  saat diamanakan saat  minuman keras di pinggir jalan

Para remaja Kota kupang saat diamanakan saat minuman keras di pinggir jalan

Zonalinenews – Kupang , Sebanyak 66 orang remaja yang mabok minuman keras di sepanjang jalan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dibekuk oleh tim gabungan dari Kepolisian Resort Kupang Kota dan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Kupang. Razia yang digelar Sabtu 03 oktober 2015 malam, mulai dari pukul 23.48 hingga Minggu 04 oktober 2015 dinihari pukul 04.00 Wita.

Kompol Gede Aryabawa sebagai kepala bagian Operasional Kepolisian Resor Kupang Kota yang memimpin razia ini mengatakan “Tujuan dilakukan razia miras ini untuk menertibkan penyakit masyarakat Kota Kupang agar bisa aman, dari sejumlah jenis kejahatan yang terjadi. Karena kejahatan selama ini yang terajadi di Kota Kupang yakni kekerasa dalam rumah tangga, pengeroyokan, peganiayaan dan kecelakaan lalu lintas, itu semua itu muaranya dari minuman keras”.ujar Gede.

Sebanyak 66 remaja yang ditangkap ditempat yang berbeda – beda akibat miras tersebut langsung kami giring ke markas Kepolisian Resor untuk mendapatkan pembinaan setelah menjalani pendataan, “Awal kita data mereka dan kemudian kita kasih pembinaan ,setelah itu membuat surat pernyataan untuk tidak lagi mengulangi hal yang sama dan kita libatkan tim identifikasi, supaya data dan wajah mereka bisa diketahui untuk memudahkan penyidikan bila mana besok-besok mereka terlibat tindakan pidana”. Tak hanya itu polisi juga menangkap 1 remaja yang kedapatan membawa senjata tajam berupa sangkur namun Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sangkur yang di simpan di dalam jok motornya.

Sejumlah barang bukti berupa minuman keras, di antaranya jenis sopi yang disimpan di dalam jerigen berukuran 5 liter, bir bintang 11 botol dan minuman jenis moke sebanyak 15 botol yang disimpan di dalam botol bekas minuman mineral.” Razia ini dilakukan untuk menakan angka kriminalitas, Polisi ingin mengantisipasi tawuran antarkelompok dan maraknya aksi pembegalan yang terjadi akhir – akhir ini,” ungkap Gede.(*sari)