Nonton Film Porno, 14 Siswa SMP 16 Kupang Dilaporkan Kepsek Ke Polisi

Siswa smp 16 yang  nonton film porno berbaris di depan polsek kelapa Lima

Siswa smp 16 yang nonton film porno berbaris di depan polsek kelapa Lima

ZONALINENEWS – KUPANG, Empat belas (14) siswa SMP Negeri 16 Kupang dilaporkan kepala sekolahnya ke Polisi karena tertangkap sedang nonton film porno didalam kelas mengunakan HP seluler merek samsung, Jum’at 09 Oktober 2015.

Beni Maukko, Kepala Sekolah SMP Negeri 16 mengatakan kalau 14 siswa tersebut menonton film porno mengunakan HP merk samsung dengan kartu memori yang didapat dari teman yg bernama EB (15) memeori 2 GB, 14 siswa tersebut sudah berulang kali menonton film porno tersebut dan kali ini baru tertangkap basah, dari pihak sekolah sudah memanggil orang tua mereka masing – masing untuk memberi binaan setelah itu baru dibawa ke polsek kelapa lima untuk dibina biar siswa – siswa tersebut bisa jera dengan perlakuannya.

“Sebagai Kepala Sekolah dirinya melakukan itu untuk memberikan pelajaran kepada mereka, terlebih mereka membuat salah lantaran menonton film porno di telepon genggam saat Selesai mengikuti proses belajar mengajar, saya laporkan mereka ke polisi itu agar mereka bisa jera,”ujar Beni.

Kebijakan larangan membawa ponsel ke sekolah dikeluarkan untuk mencegah penyalahgunaan alat komunikasi tersebut oleh siswa, seperti kasus video asusila di sebuah sekolah. “Untuk larangan membawa ponsel belum kita terapkan, karena kadang-kadang alat tersebut mereka gunakan untuk menghubungi orang tuanya. Kemajuan teknologi seperti ponsel bisa memberikan dampak positif dan negatif, tergantung pada pribadi masing-masing dalam menggunakannya”.ujar Beni.

Kapolsek Kelapa Lima , Kompol Samuel S. Simbolon mengatakan kalau peran guru dan orang tua itu sangat penting, terutama peran orang tua terhadap anak – anaknya tentang bahaya menonton film porno, anak-anak kecil ini semakin nakal, akan dibilang semakin hebat dan kita juga sering memberikan penyuluhan, kepada anak-anak disekolah – sekolah. “Disamping itu kita berencana untuk mengawasi warnet-warnet untuk mencegah adanya film-film  porno, pada intinya lebih pada pengwasan. Dan berencana untuk merazia handphone di sekolah, dalam rangka  mencegah penyebaran video porno dan dari pihak sekolah juga harus melakukan sidak kepada siswa dua minggu sekali, “kata samuel. (*sari)


TAG