Oknum Anggota Intel Ronda Penimbun BBM Subsidi, Dalam Lidik Propam

ilustarsi timbunan BBM

ilustarsi timbunan BBM

Zonalinenews-Rote Ndao, Kalau  namanya manusia dibina tetapi jika tidak mau dibina maka akan dibinasakan. Tinggal memilih dua alternative jalan keluar untuk diberhentikan dengan tidak hormat atau diturunkan dari jabatan dengan tidak hormat. Hal ini disampaikan Kapolres Rote Ndao melalui Kepala Seksi PROPAAM Polres Rote Ndao Bripka Jermi Mandala, SH di Mapolres Rote Ndao Senin 05 Agustus 2015pukul 13:46 Wita. Saat dikonfirmasi sehubungan dengan tindak lanjut dugaan keterlibatan Oknum Anggota Intel Polres Rote Penimbum BBM Subsidi .

Kepada ZonalineNews Jermi Mandala mengatakan, Anggota Polres yang terlibat dalam masalah penimbunan BBM bersubsidi adalah manusia sehingga kalau namanya manusia perlu dilakukan pembinaan tetapi jika tidak menerima pembinaan maka akan dibinasakan. Tinggal memilih dua alternative jalan keluar untuk diberhentikan dengan tidak hormat atau diturunkan dari jabatan dengan tidak hormat.

“Kalau namanya manusia dibina tidak mau maka dibinasahkan saja, tingal memilih dua opsi diberhentikan dengan tidak hormat atau diturunkan jabatan tidak hormat, “ ucap Mandala.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan tidaklanjut Pihak Polres melalui Seksi PROPAM terhadap masalah penimbunan BBM Bersubsidi dan Pihak Media yang pernah dimintai keterangan atas pemberitaan media terkait dengan masalah anggota Intel Polres Rote Ndao yang diberitakan media sehubungan dengan penimbunan BBM Bersubsidi. Alumni Fakulktas Hukum Universitas Nusa Lontar ini mengatakan, tidakan pihaknya untuk meminta keterangan tambahan dari pihak media untuk memperdalam penyelidikan atas dugaan keterlibatan anggotanya termasukpenggalian fakta pendukung yang membenarkan keterlibatan anggota Intel Polres.Rote Ndao dalam kasus penimbunan BBM Bersubsidi.

Menurut Jermi Mandala, Hal permintaan dukungan data dan informasi dari wartawan menambah dukungan kebenaran dalam pendalaman keterlibatan anggota dalam masalah BBM bersubsidi, itu atas perintah atasan.

Selanjutnya, hasil yang diperoleh paling tidak bukan saja memberikanpelajaranbagi anggota yang terlibat tetapi menjadi acuan lanjutan dan ini sudah menjadi protap pihak Polres.

”Kita minta dukungan data wartawan itu, tambah untuk memperdalam lagi, dan itu bukan pelajaran lagi tapi sudah jadi protap kita. Kita diarahkan oleh atasan seperti itu maka kita laksanakan, Dan kita arahkan dia (anggota yang terlibat) dan tidak mau terima maka memberikan pelajaran tapi tidak mau maka harus dihajar. Seyogianya dihukum saja dan tidak mau terima dibinasakan saja,” ujarnya.

Selanjutnya, dikatakan tindak lanjut dalam hal keterlibatan anggota Intel Polres dalam masalah penimbunan BBM bersubsi diatas dasar arahan pimpinan sehingga pihaknya melaksanakan perintah atasan.

Untuk itu lanjut Mandala, Kita sudah arahkan oknum Intel Polres yang terlibat dalam masalah penimbunan BBM bersubsidi sebagai pelajaran baginya tetapi jika tidak mengikuti arahan dan perintah maka perlu diberikan pelajaran yang sebenarnya harus diporoses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Berdasarkan pemberitan media “Diduga penimbunan BBM bersubsidi” Dugaan ini terdeteksi awak media saat melakukan pantauan pada beberapa penyalur yang diberikan ijin oleh Pemerintah Daerah dan pihak APMS Rote Ndao untuk melakukan kegiatan penyaluran BBM bersubsidi.

Salah satu penyalur BBM bersubsidi adalah anggota Intel Polres Rote Ndao yang diduga menggunakan surat ijin atas nama istrinya Nur Zaina Fitriani yang di duga melakukan pengisian dan penimbungan BBM bersubsidi di tempat penyimpanan BBM miliknya di KelurahanMokdale – LobalainKab Rote Ndao.

Saat ditemui (5/8) pukul 21.24 wita, membantah kalau dirinya melakukan kegiatan tersebut berdasarkan ijin yang dikantongi pihaknya. Kepada awak media ini, Yogi (Yogi Mulyana) yang juga anggota intel Polres Rote Ndao terkesan berang sambil menuduh kepada pihak media hanya mengejar dirinya sementara pihak lain yang juga se profesi sebagai penyalur BBM bersubsidi tidak dibidik dan berani membongkar masalah seperti yang dirinya lakoni.

Sambil menyebut beberapa nama diantaranya Hentje Suwongto (Baba Ce) Yahya B F Sodak (Iwan Sodak) dan Keluarga Kiah.“ kenapa bosong kejar kejar saya saja sedang yang lain tidak, berani tidak kalian bongkar mereka menimbun BBM kelas kakap seperti Baba Ce, Iwan Sodak dan Keluarga Kiah” ucapnya.

Kepala Cabang APMS Rote Ndao Alvian Manopo melalui staf Bagian Operasinalnya Johan Albert saat di konfirmasi di ruangkerjanya (7/8) mengatakan, kewenangan sebagai pihak penyalur BBM bersubsidi yang mengantongi ijin mendapat pelayanan dari APMS Rote Ndao akan tetapi tidak diperkenangkan untuk melakukan penimbunan BBM bersubsidi.

Menurut Johan Albert tugaspenyalur BBM bersubsidi adalah menerima kuota BBM bersubsidi dari APMS selanjutnya langsung di salurkan kepada pihak pengecer untuk di jual kepada masyarakat sebagai penerima manfaat sesuai dengan ketentuan harga yang telah ditetapkan.

Diakuinya, kalau jumlah penyalur yang diijinkan oleh pemerintah di Kabupaten Rote Ndao melebihi ketentuan yang ada namun pihaknya tidak bias berbuat banyak karena seluruh penyalur yang mendapat ijin merupakan pihak yang di backing oleh para pejabat. Baik Legislatif maupun birokrasi.

Sesuai dengan aturan yang ada maka kemungkinan dalam waktu dekat akan segera dilakukan evaluasi bagi para penyalur untuk diperbaharui karena ijin yang diberikan hanya berlaku selama satu tahun. Sehingga bias saja semuanya akan diganti dan atau hanya sebagian karena tergantung pada hasil evaluasi. (*Arkhimes)