PASANG SURUT JADI KENDALA PEMBANGUNAN DARMAGA DARURAT PELABUHAN PANTAI BARU

Lokasi Darmaga darurat yang hendak dibangun

Lokasi Darmaga darurat yang hendak dibangun

Zonalinenews-BAA, Rencana pembangunan darmaga darurat di pelabuhan Pantai Baru Rote Nusa Tenggara Timur untuk mendukung pembangunan Darmaga induk dalam pelaksanaannya masih menunggu pasang surut laut terendah dan sekarang ini untuk itu beberapa hari kedepan sudah mulai dikerjakan oleh pelaksana.

Drmikian pengakuan ini disampaikan Arnol Jansen Kepala ASDP Cabang Kupang Propinsi NTT, yang dihubunggi lewat telpon gengamnya Nomor : 081314757xxx hari ini Sabtu 31 Oktober 2015 pukul 22:08 wita.

Kepada Zonaline News, Arnol Jansen menjelaskan, Terkait dengan kegiatan pekerjaan dermaga plengsengan di pelabuhan Pantai Baru Rote Ndao itu rencananya pembuatan cadangan atau darmaga plengsengan yang tujuannya agar pelayanan di dermaga induk tidak tergangu pelayanannya ketika pembongkaran darmaga induk saat dikerjakan.

Untuk itu sebelum pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan kami patok dulu areal pembangunan yang hendak dilakukan. Jelasnya

Selanjutnya dalam pelaksanaannya belum bisa dilakukan karena masih menunggu dan melihat pasang surut air laut hingga mencapai pasang surut terendah.

Kata Arnol, kita masih melihat pasang surut air laut. dan pasang surut terendah sudah kami lihat, karena pekerjaan dipengaruhi oleh pasang surut pada areal pembangunan.

Menurutnya, pihaknya pernah lakukan pematokan pertama namun kemudian dibongkar kembali patoknya karena pasang surut air laut terendah pada areal pembangunan belum terukur untuk mendukung kegiatan.

“Surut terendahnya menjadi hal utama agar ketika pelaksanaan tidak salah dan harus mengalami pembongkaran lagi. kami menuggu dulu surut terendah”

Selanjutnya dikatakannya utnuk keadaan sekarang sudah dapat dipastikan waktu pasang surut laut sudah dapat mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga dalam waktu dekat akan sudah bisa dilakukan pekerjaannya oleh kontraktor pelaksana.

Pekerjaan pembangunan darmaga plengsengan atau darmaga darurat akan dikerjakan oleh Cv. Budi Mulio sebagai pelaksana atau pihak ketiga dalam pekerjaan dermaga cadangan tersebut. Katanya.

Dana yang dibutuhkan untuk pekerjaan darmaga plengsengan bersumber dari managemen ASDP sendiri yang diestimasikan sebesar diatas Rp. 500 juta rupiah.

“Pagu anggaran berasal dari ASDP sendiri terkait nilai kontrak sementara lebih 500 juta rupiah. Maaf pak saya tidak hafal nilainya secara pasti tapi sekitar gitu, karena saya ada diluar, diatas kapal. Katanya

Menjawab pertanyaan Zonaline News, Arnol mengakui dirinya sempat menyalahkan stafnya dan pihak pelaksana karena bagaimana kalau sudut terendah belum diketahui sudah lakukan pembongkaran mendahului.

“Itu saya juga sempat marahi mereka, harus sampai temukan sudut terendah air laut dulu, ketika melaksanakan dan air pasang bagaimana dengan kelanjutan pekerjaan tersebut” Ujar Arnol dari balik ponselnya.

Seperti sebelumnya dilansir Zonaline News Rencana pembangunan darmaga darurat di pelabuhan Pantai Baru Rote Nusa Tenggara Timur untuk mendukung pembangunan Darmaga induk sudah dilakukan pembobolan terhadap sebagian sayap penahan darmaga induk namun belum adanya kepastian sumber dana dan tidak diketahui pihak pelaksana yang melakukan pekerjaan

Hal ini terungkap diruang kerja Kepala Supervisior Pelabuhan Pante Baru Rote, Abang Mustafa Selasa, 20 Oktober 2015, pukul 13:30 wita saat ditemui Zona line News terkait dengan pembangunan darmaga darurat yang telah dilakukan pematokan lokasi dan pembobolan sayap penahan.

Abang Mustafa menjelaskan rencana pembangunan plengsengan atau darmaga darurat tersebut untuk memenuhi kebutuhan alternative dalam rencana pembangunan darmaga induk yang telah direncanakan pihak ASDP nanti.

Selanjutnya, sehubungan dengan pekerjaan secara tekhnis dan pendanaan, dirinya meminta untuk langsung dikonfirmasikan dengan pihak ASDP Kupang melalui Gunawan sebagai Maneger Teknik cabang ASDP Kupang.

Maneger Teknik cabang ASDP Kupang, Gunawan Ketika berhasil terkonfirmasi via telepon ngengamnya di nomer 082 398 288 001 pada Rabu (21/10/2015) pukul 08:22 wita, yang lalu mengatakan Kegiatan pembangunan darmaga darurat pada pelabuhan Pantai baru Rote masih mengalamai kendala material’

Gunawan menjelaskan. Hambatan tersebut disebabkan oleh pengadaan material yang harus dipesan langsung dari pabrik di Suraya karena pembangunan darmaga darurat menggunakan kawat bronjong. dan harus menunggu pengirimannya dari Surabaya. Katanya

Selanjutnya Kata Gunawan, Pematokan itu hanya pengarahan saja. Pengarahan dalam asumsi bahwa gambar awal pembangunan darmaga darurat mengalami perubahan, maka perlu di patok ulang setelah itu sambil tunggu pengadaan material.

Kemudian Kata Gunawan, pihaknya melakukan pematokan hanya untuk memperbaiki gambar dan saat itu turut disaksikan langsung oleh pihak ASDP Pusat serta pihak teknik dari ASDP Cabang Kupang. Sehingga sementara ini sedang menunggu persetujuan pihak direksiselanjutnya mulai dengan pelaksanaan pembangunan.

Menurut Gunawan. Waktu pelaksanaan sudah bicarakan dengan General maneger dan untuk pekerjaan plengsengan ini waktu kerja tidak terlalu lama, untuk mengantisipasi kondisi pelayanan transportasi di saat hari raya Natal dan Tahun baru.

“Saya sudah bicara dengan GM, Pelaksanaannya yang kita kuatirkan itu angkutan natal dan tahun baru padat dengan tiba-tiba maka mau kemana kapal kita. Andai kata kalau dilaksanakan desember maka saya juga tidak akan setuju” nantinya semua material sudah fiks ke lokasi dan unit sudah siap baru dilaksanakan” ujar Gunawan.

Dijelaskan pula. Kalau masalah anggaran. Itu, anggarannya di pusat, untuk plengsengan secara teknis waktu pelaksanaanya lebih kurang 45 hari kalender,itu dalam penawaran pelaksanaan pekerjaan tapi nanti akan di tekan waktunya agar dilaksanakan secepat mungkin agar cepat selesai, katanya.

Pantauan Zona line News 30 Oktober 2015 sudah ada pematokan dengan kayu pada batas bangunan darmaga darurat yang rencana dibangun. Namun belum dilakukan kegiatan lanjutan. Selain itu, tidak ada papan proyek yang terpasang dilokasi. (*Arkhimes Molle/Riyan Tulle)