PEJABAT SEMENTARA BUPATI NGADA TOLAK WARTAWAN LIPUT AUDIENSI DENGAN PEDAGANG NGADA

Kantor Bupati Ngada

Kantor Bupati Ngada

Zonalinenews-Bajawa, Pertemuan tatap muka para pedagang Pasar Inpres Bajawa dengan Pejabat Sementara Bupati Ngada Yohanes Tay Selasa 27 Oktober 2015 yang mengisi Kepemerintahan Transisi Kabupaten Ngada menuai kekecewaan sejumlah awak media yang bertugas di daerah.

Disaksikan media ini, beberapa wartawan yang menerima pemberitahuan undangan resmi dari Asosiasi Pedagang Pasar Inpres Bajawa untuk meliput perjalanan mereka beraudiensi dengan pejabat sementara Bupati Ngada Yohanes Tay tidak diperkenankan masuk meliput jalannya diskusi pemerintah dan para pedagang yang mestinya bisa digelar secara terbuka ataupun diliput langsung oleh media.

Pantauan Zonalinenews, selain mendapat undangan pemberitahuan resmi dari Asosiasi Pedagang, delegasi wartawan juga sempat melaporkan diri melalui Humas Pemda Ngada dan meminta untuk meliput jalannya audiensi, namun setelah dikonfirmasi oleh pihak Humas kepada Pejabat Sementara Bupati Ngada, jawaban yang diperoleh kegiatan audiensi tidak diizinkan liput langsung jalanya pertemuan.

“Saya sudah menyampaikan kepada Bapak Pejabat Bupati bahwa media meminta meliput jalannya audiensi dengan para pedagang tetapi tidak diperkenankan. Mungkin nanti akan dipertimbangkan untuk memberikan keterangan atas kegiatan hari ini”, ungkap Kabag Humas Pemda Ngada, Martinus Penga.

Salah satu  wartawan TVRI Aurelius Do’o yang tengah meliput di daerah membenarkan penolakan Pejabat Sementara Bupati Ngada Yohanes Tay atas atensi wartawan meliput jalannya audiensi para pedagang yang digelar dalam ruang kerja Pejabat Sementara Bupati Ngada di Bajawa. “Informasi itu benar.

Mewakili pemberitaan TVRI dan melalui Humas Daerah saya juga mengajukan atensi peliputan jalannya audiensi para pedagang dengan Pejabat Sementara Bupati Ngada Yohanes Tay tetapi tidak diperkenankan. Mungkin ada agenda lain setelah pertemuan tetapi untuk televisi yang juga menekankan sorotan visual, menjadi kurang begitu ideal dari sisi gambar peristiwa. Saya kira tidak rugi juga jika pertemuan-pertemuan seperti ini bisa digelar secara lebih transparan sebab ini ranahnya publik yang bisa diliput langsung oleh wartawan. Tetapi tentunya wartawan tidak ingin masuk terlalu jauh, namun soal fakta itu benar adanya bahwa peliputan langsung jalannya audiensi tidak dizinkan”, tandas wartawan TVRI, Aurelius Do’o. Hingga berita ini diturunkan, pokok-pokok pikiran audiensi para pedagang bersama Pejabat Sementara Bupati Ngada belum bisa diberitakan sambil menunggu jalannya audiensi tertutup yang sedang berlangsung. (*wrn)