Pemilik Lahan, Rohaniawan dan DPRD Sepakat, PT SMR Hentikan Tambang

Ilutsrasi Tambang

Ilutsrasi Tambang

Zonalinenews-Soe, Pemilik Lahandan Rohaniawan desak  PT SMR menghentikan aktifitas dan  angkat Kaki dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, karena selama ini, kehadiran PT SMR yang melakukan aktifitas tambang mangan di enam desa di dua kecamatan yakni  Desa Supul, Lakat, dan Desa Tubmonas di Kecamatan Kuatnana dan Desa   Nobi-Nobi, Noebesa dan Desa  Tumu di Kecamatan Amanuban Tengah  tidak mengutungkan masyarakat.

Senin 19 Oktober 2015, sekitar 50 warga pemilik lahan yang dikoordinir oleh Pendeta Yusuf Manu, Pater Yohanis Kristo Tara, mendatangi Kantor DPRD TTS.

kedua Rohaniawan yang merupakan aktifis lingkungan juga mengatakan mendesak PT SMR untuk segera menghentikan aktifitas.

Masa meakukan aksi dengan mengangkat spanduk yang bertuliskan di kertas karton dengan tulisan “PT. SMR Langgar HAM, PT.SMR Hentikan Kriminallisasi Pemilik Lahan, PT.SMR Segera Bayar Ijin Hutan. PT. SMR Jangan Intimidasi Warga.

Pantauan zonalinenews Massa bergerak dari Desa Supul menuju Kota Soe mendatanagi Kantor PT SMR dan sempat menyampaikan orasi kemudian masa melanjutkan aksinya ke Kantor Dinas ESDM TTS, tapi tidak bisa menemui siapa-siapa karena sang Kadis Johanis Lakaapu  tidak berada ditempat.

Kemudian masa yang mengunakan dua Picup dan satu truk  menuju ke kantor DPRD TTS. Daam kesempatan tersebut Pater Yohanen Kristo Tara  mengutuk keras tindakan PT. SMR yang secara paksa masuk mengelola lahan warga tanpa persetujuan.

” PT SMR sepantasnya angkat kaki karena tidak menghargai kepemilikan lahan, tindakan PT  tidak terpuji dan jelas-jelas melanggar aturan, karena  belum ada kesepakatan antar perusahan dan pemilik lahan, PT. SMR sudah menggarap secara paksa lahan milik warga,” Ucap Pater

Menurut Pater Kristo, melihat tindakan PT dengan semena-mena  warga tidak akan diam tetapi akan melakukan perlawanan kepada PT.SMR.

” Kita akan lawan PT yang tidak tau etika dan seenaknya melakukan tambang. Negara akui kepemilikan tanah ulayat lalu PT Seenaknya melakukan aktifitas,”Ucapnya.

Perwakilan Gereja GMIT  Pendeta Yusuf Manu dalam orasinya menyampaikan lahan milik  warga desa Supul telah diambil secara paksa oleh perusahaan, mata air-mata air di desa Supul sudah mulai kering, sehingga perlakuan PT.SMR tersebut tidak bisa dibiarkan.

” Gereja tidak akan tinggal diam. Gereja akan menyuarakan dan menentang keras perlakuan-perlakuan tersebut.”Katanya.

Dia menjelaskan hak warga telah dirampas dan masyarakat  dimiskinkan oleh perusahaan yang hanya mengejar keuntungan. maka gereja perlu untuk turun ke jalan untuk turut memperjuangkan hak-hak rakyat yang diambil secara paksa.” PT telah mengambil hak masyarakat dan dampak negatif dari kehadiran PT sangat banyak jadi kita akan terus bersuara,”katanya.

Di saat berdialog dengan DPRD TTS yang dipandu Wakil Ketua Komisi III Roy Babys, Pater Kristo membaca pernyataan sikap masyarakat Supul dan aktivis lingkungan hidup, pertama,  Mendesak Pemkab TTS untuk segera memanggil PT.SMR dalam rangka meminta pertanggungjawaban perusahan atas berbagai hal terutama penyerobotan laha milik warga Supul.

Kedua, Masa Mendesak Pemkab Agar menghentikan Surat Keterangan Asal Barang untuk pengangkutan mangan keluar dari TTS. Ketiga Mendesak DPRD TTS untuk segera membentuk Pansus terkait masalah PT.SMR. Keempat, Mendesak Gubernur NTT agar segera mencabut IUP PT.SMR.Kelima  Mendesak PT.SMR agar memberikan ganti rugi kerusakan lahan kepada pemilik lahan sekaligus mengultimatum PT.SMR agar sekarang juga segera menghentikan aktivitas pertambangan dan keluar dari lahan milik warga yang menolak lahannya dieksploitasi dan, Keenam  PT.SMR segera angkat kaki dari Timor Tengah Selatan karena kehadiran PT. SMR tidak pernah membawa keuntungan,tetapi kerugian bagi masyarakat setempat.

Setelah mendengar penyataan sikap dan aspirasi yang disampaikan, Wakil Ketua Komisi III Roy Babys akan disampaikan kepada pimpinan DPRD untuk diambil langkah secara lembaga DPRD TTS.

” Tentunya aspiras ini diteruskan  kepada pimpinan DPRD agar diambil sikap  keputusan secara lembaga DPRD, karena bagaimanapun juga kami tidak bisa mengambil keputusan sendiri mengatasnamakan lembaga DPRD. Secara Fraksi PKB padangan Politik Kita tolak karena hari ini TTS tidak cocok untuk tambang,”Katanya.

Sementara itu Ketua Fraksi PKB Religius Usfunan, berjanji sebagai ketua Fraksi PKB akan memperjuangkan aspirasi ini di lembaga DPRD.

Menurut Usfunan dirinya sangat setuju jika PT. SMR segera menghentikan aktivitas tambang di Supul karena dari hasil pengamatan kita tidak ada dampak positif bagi masyarakat pemilik lahan disana.(*Sam)


TAG