Peningkatan Jalan di Kabupaten Sumba Barat, Tingkatkan Ekonomi Mayarakat

jalan Naisonal Waikelo  batas Kabupaten

jalan Naisonal Waikelo batas Kabupaten

ZONALINENEWS – Waikabubak, Dengan adanya pengembangan jalan nasional di Kabupaten Sumba Barat membuat akses tranportasi darat lebih lancar dan berdampak pada perkembangan peningkatan ekonomi masyarakat. Pasalnya, jalan nasional di Kabupaten Sumba Barat tersebut adalah satu – satu  jalan yang mengakseskan antara  Kabupaten Sumba Barat dengan Kabupaten lain yang ada didaratan pulau Sumba. Hal ini disampaikan salah satu tokoh masyarakat Wanukaka Agustinus Niga Dapawole kepada wartawan di Waikabubak Kabupaten Sumba Barat, Jumat 1 Oktober 2015, pukul 10.30 wita.

Menurut Agustinus, jalan nasional atau jalan negara di Kabupaten Sumba Barat tersebut sangat perlu dikembangkan. Pasalnya, jalan – jalan nasional yang ada di Kabupaten digunakan untuk dua jalur dan lebarnya hanya 4,5 meter sehingga dapat menghambat arus kendaraan yang melintasi jalur tersebut. “Dengan adanya peningkatan jalan ini dari lebar 4,5 meter menjadi enam meter arus kendaraan jalan ini semakin lancar sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Sumba Barat sendiri bisa lebih meningkat. Karena jalur ini adalah jalur yang sering dilitasi masyarakat Kabupaten Sumba Barat untuk jual  hasil bumi atau kegiatan masyarakat sehari  hari,” katanya.

Selain berdampak pada kelanjaran jalur ini ungkap Agustinus, jalur tersebut adalah satu – satunya jalan nasional di Kabupaten Sumba Barat yang melintasi areal wisata Taman Nasional Tandura di Desa Manupeu Kabupaten Sumba Barat yang sering dikunjungi wisatawan dari luar mau pun dalam negeri. “Dengan adanya pengembangan jalan nasional di Kabupaten Sumba Barat ini selain berdampak pada kemacetan kendaraan yang melintasi, jalu ini juga mempercepat jangkauan masyarakat yang beperkian antar Kabupaten di Pulau Sumbah. Karena yang dulunya masyarakat bepergian antar Kabupaten bisa memakan waktu hingga empat jam. Namun dengan adanya perbaikan jalan nasional ini perjalan hanya dihabiskan dengan dua jam saja,” jelasnya.

Ia mengatakan, perbaikan jalan nasional di Kabupetn Sumba Barat memang sudah diharuskan karena pulau sumba sendiri adalah pulau yang kaya akan tempat wisata. Dan selain pulau sumba ini kaya dengan tempat wisata di pulau sumba sendiri terutama di Kabupaten Sumba Barat ini juga memliki kaya akan pertanian dan peternakan.” Maka dari itu selain pemerintah provinsi NTT dan pemerintah pusat memparhatikan jalan nasional, pemerintah Provinsi mauput pusat harus bisa juga membagun akses jalan dari poros  selatan Kabupaten Sumbah Barat yang dimana jalur tersebut adalah jalur yang mengakseskan untuk ke temapt – tempat pariwisata yang ada di Kabupaten Sumba Barat. Jalan poros selatan Kabupaten Sumba Timur itu seluruhnya sudah pada rusak dan berlubang yang tidak pernah di perbaikan selama puluhan tahun. Apa bila jalur ke akses wisata di poros tengah itu di perbaikan oleh pemerintah maka pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Sumba Barat bisa lebih cepat meningkat. karena semua akses infaktruktur jalan untuk pariwisata dan pertanian, perkebunan dan peternakan jalannya sudah ada peningkatan,” kata Agustinus.

Sementara itu di tempat terpisah PPK 17 ruas jalan Waikelo – batas Kabupaten Sumba Timur Kementian PU Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Ridwan kepada wartawan menjelaskan, di tahun 2015 Kabupaten Sumaba Barat untuk jalan nasional sendiri mendapat perhatian dari dana APBN 2015 sepanjang lima kilo meter. Menurutnya, jalan nasional yang dikerjakan oleh salah satu perusahan lokal di pulau sumbah tersebut dibagi menjadi dua sekmen. Yaitu sekmen satu adalah pekerjaan peningkatan dan sekmen dua adalah pekerjaan berkala. “Hasil fisik hingga saat pekerjaan jalan dengan peningkatan telah mencapai 90 perse, dan pekerjaan jalan pekerjaan berkala juga telah mencapai 90 persen,” katanya.

Lanjut Ridawan, pekerjaan jalan nasional tersebut di Kabupaten Sumba Barat telah dilaksanakan ssesuai kontak sejak bulan Mei 2015 lalu, dan jatuh tempa masa kontrak akan berakhir pada bulan November 2015 mendatang. Sementara itu terkait dengan  infakstruktur jalan yang mengakseskan ke tempat wisata yang ada di pulau sumbah saat ini dari pemerintah daerah telah melakukan pengajuan prosal ke kementrian PU. “Dari kementrian PU sendiri memang ada program untuk infakstruktur jalan yang mengakses ke setiap tempat pariwisata. Maka dari itu dari pemerintah daerah Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pengajuan propolasal ke Kementian PU sepanjang 135 kilo meter, yang mana akan dilakukan di poros selan untuk Kabupaten Sumaba Barat dan Poros Utara untuk Kabupaten SBD. Dan dua poros yang ada di Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten SBS ini beruap jalan non status dan akan ditingkatkan menjadi jalan akses ke tempat pariwisata,” ungkap Ridawan. (*hayer)