Plan International Gelar Workshop Pengembangan Anak Usia Dini

Salah Satu Pemateri yaitu Pak Agustinua Dasion, MA.  saat   membawakan materi (30/09/2015)

Salah Satu Pemateri yaitu Pak Agustinua Dasion, MA. saat membawakan materi (30/09/2015)

Zonalinenews- Soe, 30 September 2015 , Plan International Indonesia Program Area Timor, menyelenggarakan Kegiatan Workshop Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Intergratif (PAUD HI) yang diikuti oleh 48 perwakilan, yang terdiri dari berbagai unsur, diantaranya, Pemerintah daerah (Pemda) Timor Tengan Selatan (TTS), perwakilan Non Goverment Organization (NGO) International dan lokal dengan nara sumber DPRD TTS, Bappeda TTS, Dinas PPO TTS, BPPKBKS TTS, Dinas Kesehatan TTS, BPMPD TTS, Ketua TP PKK TTS dan Plan International Indonesia Program ECCD (Early Childhood Care and Development).Hadir pula Ketua DPRD TTS, Jean Neonufa sekaligus sebagai pemateri, Sekretaris Bappeda TTS, Pimpinan Plan International Indonesia dan Pimpinan Pijar Timur Indonesia, Tim 10 Penyusun Modul PAUD HI Prop NTT, Agustinus Dasion, MA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program ECCD atau Pengasuhan dan Pengembangan Anak Usia Dini, dengan tujuan membangun kesamaan pemahaman dan mensinergikan program lintas sektor dalam pengembangan anak usia dini, membangun program pengembangan PAUD yang holistic dan integratif di tingkat Kabupaten TTS, replikasi program parenting/kelas keorangtuaan di tingkat Kabupaten TTS dan selanjutnya membentuk Satuan Gugus Tugas PAUD HI tingkat Kabupaten TTS.

Persoalan utama dan sekaligus menjadi faktor penghambat kesejahteraan anak, pendidikan anak dan juga perlindungan anak di TTS adalah, rendahnya pengetahuan orang tua tentang pengasuhan anak usia dini, rendahnya partisipasi kaum bapak dalam mengikuti kelas parenting, belum ada peraturan pemerintah tentang Pengembangan Anak Usia Dini yang holistic dan integratif, minimnya alokasi anggaran untuk program Pengembangan anak usia dini, integrasi program lintas sektor belum maksimal dilakukan, orang tua belum memprioritaskan anak umur 4-6 tahun untuk mengikuti PAUD, minimnya pengetahuan dan keterampilan pengasuh PAUD, keterbatasan material pembelajaran di PAUD (Alat Permainan Edukatif).

Sehingga melalui workshop ini, diharapkan adanya kesamaan pemahaman tentang kondisi kesejahteraan anak usia dini dan konsep PAUD HI (Kesehatan, Pendidikan dan perlindungan), adanya komitmen dinas terkait untuk melakukan program PAUD HI di TTS, terbentuknya Gugus Tugas PAUD HI di tingkat Kabupaten TTS, adanya inisiasi Kebijakan Daerah untuk mendukung layanan PAUD HI di tingkat Kabupaten TTS melalui Perda, Perbup dan juga Instruksi Bupati, mereplikasi kegiatan parenting melalui Dana Desa APBD II 2016 di tingkat Kabuaten TTS dan selanjutnya secara bersama-sama membuat rekomendasi dan rencana tindak lanjut melalui pembuatan Surat Keputusan (SK) Gugus Tugas PAUD HI, leading sektor PAUD HI dan sekaligus pembuatan kebijakan daerah yang mendukung PAUD HI.

Assisten II Setda TTS, Epi Tahun, dalam sambutannya mengatakan, tantangan bersama dalam menjalankan program Pengembangan Anak Usia Dini saat ini adalah bagaimana semaua pihak bersinergi, berkoordinasi, tidak ego sektor atau tidak lagi bekerja sendiri-sendiri, namun harus secara terpadu.

“ Atas nama Pemda TTS mengapresiasi Plan International Indonesia, Program Area Timor dan Pijar Timur Indonesia yang telah mempersiapkan kegiatan ini, semoga melalui kegiatan ini diharapkan SKPD terkait dan juga teman-teman lembaga mitra dapat bersinergi serta memantapkan langkah untuk mengawal pengembangan anak usia dini holistic integrative,” lanjutnya sekaligus membuka kegiatan workshop.

Program Area Manager, Plan International Indonesia, James Ballo, mengatakan, PAUD HI mendorong agar pendekatan pembangunan yang menyasar pada isu kemiskinan anak khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan perlindungan bisa memiliki sinergitas yang kuat dalam implementasinya.

“Salah satu tantangan pembangunan adalah memastikan para pihak yang memiliki peran dan tanggungjawab bisa mensinergikan sumberdaya yang dimiliki karena pada prinsipnya subyek yang dihadapi adalah sama yaitu anak usia dini,”ujarnya.

James menjelaskan, salah satu program Plan, yaitu parenting atau kelas keorangtuaan yang dilakukan di TTU dan TTS ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa kepemilikan orang tua bayi balita terhadap pengembangan anak usia dini sekaligus meningkatkan partisipasi orang tua dalam mengasuh anak-anak. Pada beberapa wilayah yang sudah diintervensi dan bekerja sama dengan Pemda, orang tua mulai memberikan kontribusi positif dengan bekerjasama untuk membangun fasilitas PAUD di desa mereka secara swadaya, melalui program ini juga peningkatan kesetaraan gender dalam pengasuhan anak didorong dengan mengupayakan kedua orang tua ikut secara langsung bertanggungjawab dalam pengasuhan anak yang dapat kita ketahui langsung melalui beberapa penelitian sudah menunjukkan bahwa kualitas pengasuhan yang baik berbanding lurus dengan status kesehatan, pendidikan dan perlindungan anak. Semua anak usia 4-6 tahun bisa mengakses setiap PAUD yang ada di desa, sehingga setiap anak memiliki kesiapan untuk masuk ke Sekolah Dasar (SD) dan hal ini merupakan salah satu target yang ingin di capai oleh ECCD termasuk anak yang berkebutuhan khusus.

Pada kesempatan itu, Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia, Vinsensius Kia Beda, mengatakan, dalam mempersiapkan masa depan anak-anak TTS lebih hebat lagi sangat membutuhkan kerjasama semua pihak mulai dari masyarakat, pemerintah, LSM dan stakeholder lainnya. “PAUD HI ini akan menjadikan generasi baru TTS yang berkarakter dalam membangun bumi Timor, NTT. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membuka wawasan berpikir untuk mempersiapkan pemimpin masa depan sejak usia dini,” katanya saat ditanya harapannya melalui kegiatan ini.(*tim)