PLN Dijuluki Warga Sebagai Perusahaan “Pemeras”

Para Pelanggan yang mendatangi Kantor PLN  Rayon Kupang

Para Pelanggan yang mendatangi Kantor PLN Rayon Kupang

ZONALINENEWS – KUPANG, Kesal dengan PLN Warga Kota Kupang sebut PLN sebagai Perusahaan Pemeras. Pasalnya, tagihan rekening listrik pelangan ketika melakukan pembayaran mengalami pentingkatan yang sangat tinggi. “Rekening listik kita, ketika kita melakukan pembayaran kok naiknya tinggi. Yang biasanya kita baya hanya Rp 600 ribu tetapi sekarang meningkat menjadi 1. Juta 670 ribu rupiah (1.670.000,- “kata salah satu warga Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang, Yohanis Congrade kepada wartawan di PLN Cabang Kupang, Selasa 20 Oktober 2015, pukul 11.30 wita.

Menurutnya, ketika diketahui pembayaran rekening listrik mengalami peningkatan dirinya langsung melaporkan ke petugas PLN. Namun, pengeluhan tersebut tidak ada solusinya.

“Begitu saya tau pembayaran rekening saya bulan ini naik begitu tinggi saya langsung melapor ke petugas PLN, tetapi petugas itu hanya menyuruh saya menulis sendiri nomor yang ada di meteran itu. Ketika saya sudah catat dan diserahkan ke petugas itu malah hasil catatan meteran saya tidak sesuai dengan data yang ada di PLN. Yang jadi masalah data yang dari PLN itu nomornya mengalami peningkatan lebih dari nomor yang saya catat sendiri. Ketika saya bertanya dia hanya bilang data dari PLN ini juga sudah sesuai data,” katanya.

Dikatakan, sebagai pelangan dirinya tidak masalah dengan pembayaran yang telah ditetapkan oleh PLN. Tetapi harus sesuai dengan pemakaian pelanggan. “Kita ini pelanggan jadi sudah pasti kita sadar akan kewajiban kita tetapi bukan berarti dengan cara sesuka hati PLN menaikan tagihan rekening listik kita. Saat ini kita yang masih memakai meteran listrik yang lama kita sudah ikut aturan dari PLN bahwa setiap kali pembayaran kita harus catat nomor yang ada pada meteran kita sendiri sehingga bisa dilakukan pembayaran rekening kita. tetapi yang ada malah kita yang dipersulit lagi. Tidakan ini tindakan yang sangat merugikan masyarakat, seharunya PLN membantu masyarakat bukan mempersulit masyarakat karena dia adalah perusahaan negara,” ungkapnya.

Ia mengatakan, apabila pembayaran rekening listrik ini tidak diselesaikan secepatnya maka sudah pasti pembayaran dibulan berikutnya, sehingga sudah pasti pembayarannya akan meningkat kerena, angka yang ada di meteran seluruh masyarakat berbeda dengan angka meteran yang ada pada PLN. “Kejadian ini bukan hanya saya saja, tetapi bapak wartawan bisa liat sendiri diruangan ini. Seluruh warga yang datang ini pengeluhannya sama semua tapi tidak ada solusi dari PLN. Ada warga yang bisanya bayar Rp. 200 ribu dia naik sampai Rp. 400 lebih, ada juga yang biasanya setiap bulan Rp. 30 dia naik sampai Rp. 95 ribu,” ungkap dia.

Pantauan zonalinenews diruang pengeluhan pelangan, Selasa 20 Oktober 2015 dari pukul 09.00 hingga pukul 15.00  ratusan warga Kota Kupang tetap berdatangan untuk mengadu masalah kenaikan pemebayaran yang sangat drastis tersebut. (*hayer)