Proyek “Tanpa Nama” Gapura Pelabuhan Ba’a Tidak Jelas

Ibu Yahyu dan Proyek Gapura di Kawasan Pelabuhan Baa yang tidak jelas, serta tiga papan nama proyek pada lokasi yang berbeda dengan  isi informasi pada papan proyek secara bervariasi.

Ibu Yahyu dan Proyek Gapura di Kawasan Pelabuhan Baa yang tidak jelas, serta tiga papan nama proyek pada lokasi yang berbeda dengan isi informasi pada papan proyek secara bervariasi.

Zonalinenews-Rote Ndao, Pembangunan Gapura yang menjadi pintu masuk keluar. Dibangun dalam kawasan pelabuhan Baa tidak ketahui kejelasannya soal proyek tanpa nama tersebut.

Terkait proyek tersebut awalnya diduga kalau milik Kementerian Perhubungan – Dirjend Perhubungan Laut pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Baa namun setelah dihimpun informasi dari berbagai sumber menyebutkan kalau proyek tanpa identitas itu adalah bersumber dari Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao.

Yahyu, warga asal Pulau Jawa ini yang mengaku sebagai tenaga borongan yang dipekerjakan oleh kontraktor untuk mengkordinir pelaksanaan proyek kepada Zonaline News, Yahyu yang ditemui dilokasi proyek di kawasan Pelabuhan Baa 30 September 2015 mengatakan, dirinya hanya sebagai tenaga yang mengkoordinir tenaga kerja sekaligus mandor dalam borongan pekerjaan Gapura dari Dinas Pariwisata.

Menurut Yahyu, kontraktor pelaksana adalah Elvis Manuain pemilik hotel Grace tetapi tapi hal teknis lainnya yang berhubungan proyek tanyakan langsung kepada kontraktor.

“Saya mengkoordinir tenaga kerja sekaligus mandornya, dan borongan kerja. pekerjaan ini dari dinas parawisata buat gapura aja, volumenya saya tidak tahu saya hanya tenaga mandor, kontraktornya pak Elvis yang punya Grace hotel, Cv pak Elvis yang dapat kerja ini dan secara teknis saya tidak tahu. papan proyek tidak ada jadi mau Tanya langsung saja di pihak kontraktornya,” ucapnya.

Elvis Manuain yang disebut sebagai Kontraktor Pelaksana proyek Gapura bernilai Rp 500 Juta dari APBD Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran 2015 dari Dinas Pariwisata ini Zoneline News berusaha mendatangi kediamannya dua kali sebelum berita ini diturnkan namun tidak berhasil ditemui. “ Dia sedang keluar dan belum kembali” Kata Ayah Elvis.

Kabid Bina Usaha Jasa Sarana Parawisata Glorina M.D. Pingak yang bersentuhan langsung dengan kegiatan proyek tanpa nama ini saat dikonfirmasi 02 Oktober 2015 di kantornya belum berhasil ditemui. Sesuai informasi dari dari staf administrasi proyek yakni Kasie Pengembangan Potensi Parawisata Imelda, SST.Par, kalau Kabid sedang keluar sedangkan Melkias R. Rumlaklak, S.IP Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao sebagai PPK pun sedang berada di luar daerah

Ketua KomisiC Anwar Kiah dan Anggota Komisi B – DPRD Kab Rote Ndao Djanu Dj. I. Manafe yang ditemui secara terpisah 01 Oktober 2015 belum lama ini menyayangkan adanya kegiatan proyek yang didanai oleh APBD yang mengikuti mekanisme dan aturan mainnya.

Kata Anwar Kiah, Tidak ada alasan untuk pelaksanakan proyek yang tertutup dari pengawasan masyarakat untuk itu seharusnya setiap lokasi proyek dilengkapi papan proyek

“Seharusnya ada papan proyek. Papan proyek saja tidak ada karmana dengan mutunya.?” Ucapnya

Sementara Djanu Manafe, menegaskan kalau proyek yang tidak ada informasi kepada public termasuk papan proyek terpasang di lokasi kegiatan adalah proyek illegal. Untuk pihaknya meminta agar semua pihak terkait dan berkompeten dalam hal hokum agar perlu lakukan penelusuran lebih jauh guna proses jika ada penyimpangan. Apalagi hal soal mutu, volume dan asas manfaat. Kata Manafe.

Pantauan Zonaline News pada beberapa titik pemasangan papan proyek pun bervariasi isinya. Selain proyek tanpa nama pada Dinas pariwisata, penataan alun alun Baa di Lobalain , pengembangan pasar tradisional di Rote Tengah dan pembangunan sarana pada Dinas PU. (Arkhimes )