Rata-Rata JUT di Kabupaten Kupang Belum Selesai Di Kerjakan

Jalan Tani di Manusak Jalan Tani di Amfoang dan di Kupang Barat yang dikerjakan kontraktor

Jalan Tani di Manusak Jalan Tani di Amfoang dan di Kupang Barat yang dikerjakan kontraktor

Zonalinenews- Oelamasi, rata-rata proses pekerjaan Jalan Usaha Tani (JUT) untuk anggaran murni tahun 2015 belum final sehingga sebelum dilakukan penyerahan, jika ditemukan ada pekerjaan jalan yang perlu dibenahi Dinas Pertanian Melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akan berkordinasi dengan kontraktor untuk melakukan pembenahan terhadap jalan-jalan yang rusak. Jika pembenahan tidak dilakukan oleh Kontraktor yang mengerjakan pekerjaan tersebut tidak akan dibayar seluruh proses pekerjaan yang dilakukan kontraktor.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Kupang, Arnolus Saubaki, Rabu 28 Oktober 2015 diruang kerjanya.

Ketika ditanya ada unsur KKN dalam JUT yang melibatkan kunyadunya, Tonce Kase, dirinya mengatakan, CV Oan Timor tidak mengerjakan proyek JUT di Manusak, Tuatuka, Kupang Barat ataupun di Amfoang. Sehingga, informasi yang disampaikan oleh kepala Desa Manusak dan sekertaris SP3K tidak benar. Di Manusak Kontraktor yang mengerjakan JUT tersebut adalah CV. Bersinar dan di Tuatuka adalah CV Permata.

“Adik (Wartawan) kalau tidak percaya bahwa yang mengerjakan JUK di Manusak dengan Tuatuka, langsung saja tanya PPK. Sebab, saya sendiri tidak pernah tanda tangan adanya usulan dari CV. Oan Timor Untuk mengerjakan JUK tersebut,” jelas Saubaki.

Dan, sampai dengan saat ini, tim PHO dan tim pengawasan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kupang belum memberitahukan adanya peneyerahan atau penyelesaian pekerjaan salah satu JUK di desa. Jika sudah dilakukan penyerahan tentunya tim PHO bersama PPK telah melaporkan adanya penyerahan tersebut. Itu artinya, pekerjaan JUK di desa belum selesai dikerjakan.

“jika sudah ada laporan dari tim PHO yang melaporkan selesainya sebuah pekerjaan tentunya tim pengawas akan melihat langsung kondisi yang terjadi dilapangan. Jika ditemukan ada titik yang perlu diperbaiki maka wajib hukumnya Kontraktor melakukan perbaikan sebelum diserahkan,” kata Saubaki melanjutkan.

Sementara Itu, PPK Jalan Usaha Tani Kabupaten Kupang, Amli Bait yang dikonfirmasi terkait dengan Jalan Usaha Tani yang dikerjakan CV Oan Timor, dirinya mengatakan bahwa CV Oan Timor tidak pernah memasukan permintaan untuk mengerjakan JUK di Manusak dan Tuatuka. Bukan saja, di Tuatuka dan Manusak tapi di Kabupaten Kupang secara keseluruhan. Kalau untuk instansi yang lain mungkin saja ada proyek yang dikerjakan CV Oan timor tapi untuk Dinas Pertanian dan Hortikultura sama sekali tidak ada.

Namun, yang mengerjakan JUK di Tuatuka adalah CV Permata dan Manusak CV. Bersinar. Kedua CV. Tersebut sampai dengan saat ini belum melakukan penyerahan hasil pekerjaan tersebut. Sehingga, jika ditemukan ada pekerjaan yang belum baik atau tidak sesuai dengan spek tentunya akan diperbaiki.

“Pikir saya tipu adik dong lihat sendiri penawaran ini, ini ada surat kontrak dari CV Bersinar yang mengerjakan JUK Manusak dan CV Permata yang mengerjakan Cross way dituatuka,” katanya sambil mengeluarkan Surat perjanjian kontrak antara kedua CV tersebut dengan Dinas Pertanian kabupaten Kupang.

Sementara untuk material ada dua jenis yang digunakan, tapi prinsipnya menggunakan material yang ada disekitar lokasi pekerjaan. Sebab, dana yang dipersiapakan untuk pekerjaan JUK hanya seratus juta sampai dengan seratus limah puluh juta. Sehingga, jika dipaksakan umtuk mengambil material dari luar lokasi atau jauh dari lokasi dikuatirkan pekerjaan tersebut tidak selesai.

Dirinya juga berterima kasih atas informasi yang diperoleh, sebab dengan adanya informasi tersebut akan diupayakan untuk memperbaiki kinerjanya. Selain itu, mendesak kontraktor untuk kerja semaksimal mungkin dalam melakukan setiap pekerjaan.

“Saya berterimah kasih atas informasi yang adik-adik (wartawan) sampaikan. Sehingga, hal-hal kecil seperti papan informasi akan selalu menjadi perhatian,” tutur Amli. (*plt)


TAG