SEPTEMBER 2015 NTT INFLASI 0,26PERSEN

Kabid Statistik Distribusi BPS NTT , Dermon Sinurat  (Kacamata)

Kabid Statistik Distribusi BPS NTT , Dermon Sinurat (Kacamata)

Zonalienews-Kupang, Berbeda arah dengan bulan (Agustus 2015) sebelumnya yang mengalami deflasi, pada September 2015 ini Nusa Tenggara Timur terjadi inflasi sebesar 0,26 persen Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120,78. Dari dua kota IHK di Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang terjadi inflasi sebesar 0,27 persen dengan IHK 121,54 sedangkan Kota Maumere juga inflasi sebesar 0,20 persen dengan IHK 115,77 persen. Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik Propinsi NTT, Dwi Anggora melalui Kepala Bidang Statistik , Dermon Sinurat di Aula BPS NTT Kamis 1 Oktober 2015. Pukul 12.00 wita.

Menurutnya, dari 82 kota sampel IHK Nasional, tercatat 46 kota mengalami inflasi dan 36 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,33 persen dan terendah terjadi di DKI Jakarta sebesar 0,01 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,85 persen dan terkecil Kota Bandung sebesar 0,01 persen.

“Inflasi Tahun Kalender (Januari-September 2015) Nusa Tenggara Timur sebesar 1,36 persen, Kota Kupang 1,23 persen dan Maumere 2,27 persen. Sedangkan inflasi year on year (September 2015 terhadap September 2014) Nusa Tenggara Timur sebesar 6,74 persen, Kota Kupang sebesar 7,08 persen dan Kota Maumere sebesar 4,44 persen,”jelasnya.

Inflasi di Nusa Tenggara Timur lanjutnya, terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada enam dari tujuh kelompok pengeluaran, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan.

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya didaerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Nusa Tenggara Timur September 2015

Nusa Tenggara Timur Jelas Desmon, pada September 2015 mengalami inflasi sebesar 0,26 persen setelah bulan sebelumnya mengalami deflasi yaitu sebesar 0,73persen. Inflasi terjadi disebabkan oleh naiknya indeks harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan yang naik sebesar 1,30 persen, yang diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang juga naik sebesar 0,67 persen.

“Kelompok pengeluaran yang pada September 2015 ini mengalami penurunan indeks harga adalah kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang turun sebesar 1,31 persen.

Laju inflasi tahun kalender (Januari-September 2015) Nusa Tenggara Timur sebesar 1,36 persen sedangkan laju inflasi year on year (September 2015 terhadap September 2014) sebesar 6,74 persen. Selama Tahun 2015 sampai dengan September, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan masih mengalami penurunan indeks harga yakni sebesar 3,21 persen,” ungkapnya. (*tim)