Soal Proyek 16,7 Milyar di Rote Ndao Para Pelaku Bungkam

Salah satu contoh pekerjaan pipa di jalan Nusaklain yang belum diselesaikan pekerjaannya oleh PT Karang Teguh Abadi

Salah satu contoh pekerjaan pipa di jalan Nusaklain yang belum diselesaikan pekerjaannya oleh PT Karang Teguh Abadi

Zonalinenews-BAA, Masalah pelaksanaan proyek miliaran rupiah di Kabupaten Rote Ndao – Nusa Tenggara Timur yang didanai APBN tahun anggaran 2015 hingga kini belum terselesaikan meskipun batas waktu sesuai masa kontrak kerja telah berakhir, sementara soal addendum waktu hingga kini masih tertutup untuk masyarakat penerima manfaat karena semua pihak yang terlibat sulit dihubungi Zona line News.

Pelaksanaan proyek Pembangunan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur sebesar Rp16 755 535 000, oleh Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum NTT dibawah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wil I. Satker PAMS Nusa Tenggara Timur Roliviyanti Jamin,ST,MT dan Koordinator Pengawas Pulau Rote Satker PAMS NTT Ronis Halundaka ini setelah mengetahui kalau proyeknya terdeksi bermasalah dalam pelaksanaan tidak sesuai perencanaan, mulai angkat mulut dengan ancaman pebongkaran namun hingga akhir batas waktu pelaksanaan kegiatan proyek ini semuanya mulai diam dan sulit dihubungi.

Ketiga Proyek yang dikerjakan oleh PT Karang Teguh Abadi, Mojo Wijaya Karya dan Anisa Prima Lestari telah selesai masa kontrak sementara pekerjaan belum diselesaikan sementara perintah Koordinator Pengawas Pulau Rote Satker PAMS NTT Ronis Halundaka dengan ancaman pembongkaranpun sulit dipertanggung jawabkan olehnya sebagai Koordinator karena fakta lapangan dan pernyataan Halundaka hanya sebatas pembohongan publik.

Seperti pantauan Zona line News hari ini 28 Oktober 2015 pada ketiga lokasi proyek ternyata sejumlah titik pekerjaan belum diselesaikan, belum lagi soal pengalihan lokasi proyek APBN dari lokasi Rote Barat Laut ke Kecamatan Lobalain tersebut sudahkah terpenuhi mekanisme atau belum.

PT Anisa Prima Lestari. batas akhir pekerjaan 27 Oktober 2015 kemudian PT Karang Teguh Abadi.dengan batas akhir pekerjaan 25 April 2015 Sedangkan PT Mojo Wijaya Karya. Pelaksanaan pekerjaannya hingga batas akhir 23 Oktober 2015.

Terkait masalah proyek Rp. 16,7 Miliard ini Zona line News menghubungi para pelaku proyek bermasalah tersebut namun semuanya mulai diam, sulit dihubungi dan terkesan tidak bertanggung jawab. baik pelaksana maupun pihak yang bertugas untuk pengawasan

Pengawas Lapangan Satker PAMS NTT Jond R.Y. Halundaka yang dihubungi melalui ponsel genggamnya nomor: 085239345xxx 28 Oktober 2015 pukul 11:23 wita saat mengetahui kalau yang menelponnya adalah Zona line News dengan spontan langsung mematikan ponsel genggamnya

Kemudian karena Halundaka sebagai pengawas lapangan. Zona line news, mengirim pertanyaan via SMS “Bagaimana dengan perkembangan penyelesaian pekerjaan karena telah berakhirnya masa kontrak bagi ketiga kontraktor pelaksana” namun hingga dengan berita diturunkan belum mendapat jawaban dari Halundaka pada hal SMS yang dikirim telah terkirim sesuai laporan pengiriman SMS ke ponselnya. Pukul 11:27 Wita.

Selanjutnya salah satu dari ketiga kontraktor yang dihubungi Zona line News via telpon genggamnya bernomor: 081246621xxx karena yang bersangkutan berdomisili di Kota Kupang yakni direktur PT Mojo Wijaya Karya.

Direktur PT Mojo Wijaya Karya dihubungi sebanyak empat kali. Pertama pukul 11: 12 lalu 11:13 wita dan ketiga 16:01 kemudian terakhir 16:02 Wita namun nomor ponsel milik kontraktor ini meskipun masuk tetapi enggan mengangkatnya.

Direktur PT Mojo Wiaya Karya melalui nomor 081246621xxx terdengar nada masuk dengan nada sambung “cintamu cinta apa, sayangmu sayang apa” terhenti lalu disambung suara perempuan dari balik ponsel “tinggalkan pesan saja”

Selanjutnya Zona line news mengirimkan pertanyaan dengan SMS ke nomor ponselnya namun tidak juga dijawab hingga berita ini diturunkan.

Kemudian Koordinator Pengawas Pulau Rote Satker PAMS NTT Ronis Halundaka juga dihubungi untuk kepentingan konfirmasi 28 Oktober 2015 via ponselnya namun hal yang sama karena dari balik ponsel diperoleh jawaban kalau nomor yang dituju sedang tidan aktif atau berada diluar jangkauan.

Anggota Komisi V DPR RI Fary Jemi Francis yang dikonfirmasi via ponsel genggamnya nomor 081237749xx pukul 15:59 wita 28 Oktober 2015 sebanyak dua kali namun ponsel miliknya yang bernada sambung lagu kebangsaan Indonesia Raya ini memberi jawaban “Nomor yang dituju tidak menjawab”. (Akhimes Molle)