TMMD Pererat Ikatan Kekeluargaan Prajurit

Dandim 1622 Alor, Letkol Inf, Ahmad Marzuki saat memantau lokasi TMMD

Dandim 1622 Alor, Letkol Inf, Ahmad Marzuki saat memantau lokasi TMMD

Zonalinenews-Kalabahi, Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1622 Alor di Desa Lembur Barat Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU) setidaknya mempererat ikatan kekeluargaan antara prajurit dan rakyat setempat. Para prajurit harus merasakan apa yang dirasakan rakyat dan wajib tinggal bersama rakyat saat TMMD berlangsung. Hal ini diungkapkan Penanggung Jawab Operasional TMMD, Jenderal TNI Mulyono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kasi Pers Korem 161 Wira Sakti Kupang, Kolonel Inf Mahamom Suparyono pada pembukaan TMMD di Desa Lembur Barat Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU), Kamis 8 oktober 2015.

“Para prajurit wajib tinggal di rumah – rumah penduduk setempat. Berikan uang lauk pauk kalian untuk dimasak dan dimakan bersama mereka. Jadikan mereka sebagai orang tua kalian sendiri serta jadikan rumah mereka seperti rumah sendiri. Nikmati kebersamaan dengan ikut merasakan suka duka sebagai layaknya sebuah keluarga,” tandas Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini.

Dia mengatakan, jika prajurit merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat, maka dapat menyelami kehidupan setiap penduduk di lokasi TMMD dan dapat terjalin hubungan kekeluargaan yang sesungguhnya. Menurutnya, dengan sikap seperti ini, maka Tri TMMD bisa terwujud.

“Dengan kebersamaan dan kemanunggalan seperti ini pada gilirannya kita akan dapat mewujudkan tri sukses TMMD yaitu sukses memperkokoh kemanunggalan TNI-Rakyat dan sukses mewujudkan desa Katajaga serta meningkatkan budaya gotong royong di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menandaskan, program TMMD harus dioptimalkan sebagai salah satu langkah nyata dalam mewujudkan serbuan teritorial seperti Gema Sang Juara yaitu Gerakan Masyarakat Membangun Satu Juta Jamban Untuk Keluarga Indonesia.

“Hal ini penting dilakukan agar desa yang menjadi sasaran TMMD dapat diwujudkan Desa Katajaga, Kampung Total Jamban Keluarga yang sehat dan sejahtera,” tandas Mulyono.

Sebelumnya, Dandim 1622 Alor, Letkol Inf, Ahmad Marzuki saat bertatap muka dengan para wartawan di markas Kodim 1622 Alor, Selasa (15/9/15) menyatakan, akan membuka jalan. Tatap muka ini juga dihadiri Kasdim 1622 Alor, Mayor Inf, Dadi Gunawan. TMMD ini akan membuka akses jalan desa sepanjang 5,4 kilo meter dan lebar enam meter.

Letkol Ahmad mengatakan, kegiatan pra TMMD dilakukan pada minggu ketiga September ini, sedangkan pembukaan akan dimulai pada 8 Oktober 2015 dan berlanjut selama 21 hari (tiga minggu). Menurutnya, sesuai rencana pembukaan TMMD akan dihadiri Danrem 161 Wira Sakti Kupang, Brigjen (TNI) Ahmad Yuliarto.

Dia mengatakan, selain membuka akses jalan ke daerah penghasil komoditi warga setempat, program TMMD juga akan membangun sarana mandi, cuci dan kakus (MCK) untuk dua RT. Menurutnya, di lokasi itu air cukup melimpah, tapi sanitasi tidak memadai.

“Selain untuk pembukaan jalan 5,4 kilo meter ke daerah penghasil komoditi warga, TMMD juga akan membangun sarana MCK untuk dua RT. Kebetulan di sana airnya bagus, tapi belum ada sanitasinya. Jadi kita buat MCK. Kalau kita sudah buka akses jalan, nanti ojek-ojek bisa naik ke atas untuk menurukan hasil komoditi warga di sana,” katanya.

Ia menyebutkan, selain kegiatan fisik, TMMD juga akan melakukan kegiatan non fisik yang akan melibatkan instansi terkait. Kegiatan ini lanjut Ahmad antara lain, sosialisasi bela negara, sosialisasi wawasan kebangsaan, penyuluhan hukum, penyuluhan Kamtibmas, sosialisasi penyuluhan kesehatan dan keluarga berencana serta sosialasi tentang bencana alam.

“Penyuluhan KB ini untuk meningkatkan kesehatan ibu dan efeknya ke anak dan lebih luasnya lagi keluarga,” ungkapnya. Dandim 1622 Alor mengatakan, selain membuka akses jalan sepanjang 5,4 kilo meter ke daerah penghasil komoditi warga setempat, program TMMD juga akan membangun sarana mandi, cuci dan kakus (MCK) untuk dua RT. Menurutnya, di lokasi itu air cukup melimpah, tapi sanitasi tidak memadai.

“Selain untuk pembukaan jalan 5,4 kilo meter ke daerah penghasil komoditi warga, TMMD juga akan membangun sarana MCK untuk dua RT. Kebetulan di sana airnya bagus, tapi belum ada sanitasinya. Jadi kita buat MCK. Kalau kita sudah buka akses jalan, nanti ojek-ojek bisa naik ke atas untuk menurukan hasil komoditi warga di sana,” kata Ahmad.

Ia menuturkan, selain kegiatan fisik, TMMD juga akan melakukan kegiatan non fisik yang akan melibatkan instansi terkait seperti sosialisasi bela negara, sosialisasi wawasan kebangsaan, penyuluhan hukum, penyuluhan Kamtibmas, pertanian, peternakan sosialisasi penyuluhan kesehatan dan keluarga berencana serta sosialasi tentang bencana alam. Kepala Desa Lembur Barat, Melkiur Fanata mengatakan, awalnya pihaknya meminta TMMD membuka jalan 12 kilo meter, namun yang bisa direalisasi 5,4 kilo meter.

Menurutnya, jalan yang dibongkar TMMD akan menembus tiga desa yaitu Desa Fuisama, Desa Lakwati dan Desa Lembur Tengah. (*Jok)