Ungkap Kasus Kamatian, Jasad Mosad Korban Penganiyaan akan di Outopsi

Rekontruksi adegan korban saat terjatuh kemudian, beberapa saat datang  anggota Polisi Jefri Solo kanan yang kebetulan berada juga di TKP melakukan pengecekan nadi korban untuk mengetahui keadaan korban apakah masih hidup atau telah meninggal.

Rekontruksi adegan korban saat terjatuh kemudian, beberapa saat datang anggota Polisi Jefri Solo kanan yang kebetulan berada juga di TKP melakukan pengecekan nadi korban untuk mengetahui keadaan korban apakah masih hidup atau telah meninggal.

Zonalinenews-Rote Ndao,- Christian Ndolu, korban penganiayaan hingga meninggal dunia akan segeradilakukanoutopsiKamis 08 Oktober 2015 yang akandatang Hal ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam dan mengungkap fakta hokum dalam penyelidikan hokum tindak pidana yang mengakibatkan Christian Ndolu alias Mozad meninggal dalam insiden penganiayaan di RT 05 Rw 03 dusunNetenaen Barat Desa Netenaen Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur 19 Agustus 2015 lalu Demikian hal ini disampaikan Matheoas Ndolu ayah almarhum Christian Ndolu alias Mozad kepada ZonalineNews pertelpon 05 Oktober 2015 pukul 13.22 wita.

Kepada Zonaline News Ia, mengatakan kegiatan outopsi jenazah anaknya Christian Ndolu menurut rencana yang diinformasikan oleh pihak Polisi kepadanya akan dilakukan pada Kamis 08 Oktober mendatang.

“ Kita sudah dapat informasi dan pemberitahuan bahwa outopsi sudahpastidilakukanharikamistanggal 08 Oktober 2015 jadi kami keluarga dari Kupang baru dating ke Rote paling lambat hariRabu “ ujar Matheos Ndolu lewat telpon genggamnya 0813396964xx.

Kapolsek Rote Barat LautI PTU.Christ Sinlaeloe saat dikonfirmasi senin 5 Oktober 2015 di Sektor Kepolisian Rote Barat Laut tidak berada di tempat dan saat dihubungi via ponsel genggamnya 08214 50658xx tidak tersambung.

Selanjutnya informasi yang diperoleh dari piket Polsek Rote barat Laut, Armand. L. sekitar pukul 14:10 Wita, piket mengatakan Kapolsek Rote Barat Laut sedang mengikuti kegiatan sosialisasi PMI di desa Oelua.

Sementara Kapolres Rote Ndao AKBP Murry Mirranda melalui Kasat Reskrim Polres Rote Ndao Benidiktus Min belum juga berhasil dikonfirmasi karena masih berada diluar daerah.

Seperti sebelumnya diberitakan media massa Christian Ndolu, alias Mozad , Warga DesaNembrala – Delha – Kecamatan Rote Barat Kabupaten Rote Ndao – Nusa Tenggara Timur, tewas setelah dianiaya di DesaNetenaen – Kecamatan Rote Barat Laut. Saat mengikuti acara persiapan dalam rangka mempersiapkan hal hal yang berhubungan dengan kelancaran acara pernikahan salah seorang saudaranya Dens Ndun (AnggotaPolsek Rote Selatan) yang akan menikah dengan Mince Ndolu pada keesokan harinya (20/8)

Sementara Yati Tamelan (Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao) yang juga adalah keluarga korban mengatakan, saat kejadian dirinya bersama keluarga lain sedang berada di dapur menyiapkan bumbu masakan untuk kebutuhan pernikahan adik sepupu pada besok hari.

Menurut Tamelan, setelah dirinya keluar menuju kerumunan orang dibawah tenda Nikah, ia melihat korban sudah tak berdaya terbaring ditanah dan korban diduga sudah meninggal, Ia langsung histeris kemudian meminta sopirnya untuk bersama keluarga melarikan korban ke RSUD Baa.

Selanjutnya.Pihak RSUD Baa yang melakukanVisum terhadap korban yang ditemuai di UGD RSUD setempat melalui dr Desmiyati N. Adoe menolak untuk dikonfirmasi dengan alas an jika tidak mendapat ijin tertulis dari pihak Humas Setda Kabupaten Rote Ndao. Namun,ia mengakui kalau korban tiba dirumah sakit sekitarpukul 23 30 wita dalam keadaan yang sudahtewas.

Kemudian dalam proses selanjutnya, Rekontruksi kasus penganiayaan yang menewaskan Christian Ndolu alias Mozad digelar Polres Rote Ndao di Tempat Kejadian Perkara (TKP) hari ini Kamis (03/09 2015) di RT 05 Rw 03 Dusun Netenaen Barat Desa Netenaen Kecamatan Rote Barat LautKab Rote Ndao Nusa Tenggara Timur

Selain tersangka Lodowijk A.Corinus Alias Lodi yang dihadirkandalam reka ulang tersebut turut pula parasaksi, Isteri Almarhum Christian Ndolu yakni Yane Ndolu Ndun dan keluarga lainnya.

Para saksi yang dihadirkandalamrekontruksisebanyak 10 orang, masingmasing Saul Busu, ArnolusNdoko, JefinSolokana, ObetNdun, Soleman Kay, Daniel Saduk, YandriNdundan Bastian Ndolusementarasaksitambahandua orang yang barudiketahuisaatrekontruksi di TKP.

Dalamrekontruksitersebuttersangkadanparasaksimelakukanrekaulangpristiwa yang mengakibatkanmeninggalnyaalmarhum Christian Ndolusebanyak 20 kali adegan, mulaidarisebelumpristiwahinggaakhirnyakorbandilarikanke RSUD Baa denganmobil.

Terlihatdalamadegantersebutpelakudanatautersangkatunggalmenampardankemudianmenendangkorbanmasingmasingsatu kali lalukorbanterjatuhdarikursikemdianmeninggal.

KegiatanRekontruksitersebutdipimpinlangsungolehKasatReskrimPolres Rote NdaoBenediktus Min, di dampingiKasatSabhara, I. NyomanGanda. Kabag Ops, AKP SahidinSunaKapolsek Rote Barat Laut Chris SinlaeloedanpihakkeamanandariPolres Rote NdaodanPolsek Rote baratLaut.

Usai rekontruksi, Yane Ndolu Ndun (Isteri almarhum Mozad) meminta kepada Kasat Reskrim Benediktus Min agar sebagai penegak hukum agar segera menindaklanjuti kasus ini secara cermat dan dikenakan sanksi yang setimpal dengan perbuatan yang seberat beratnya.

“ harus dihukum seberat-beratnya karena dengan perbuatan dia suami saya meningal dunia, dengan perbuatan tangan dan kakinya, akibat kan suami saya meningalkan saya seorang istri dan anak-anak” ujar Yane kepada Kasat.

Sementara sebelum meninggalkan TKP, kasat Sabhara, I. Nyoman Ganda berpesan pada pihak keluarga dan istri korban agar mendukung proses hukum yang sedang diproses dan kelanjutan dari rekontruksi sebagai bukti pendukun gawal terjadinnya kejadian. Sambil menghimbau kedua pihak untuk tetap menjaga kondisi yang harmonis untuk tidak terjadi lagi masalah karena kasus ini tengah dalam proses hukum.

“ tolongkeduabelapihakkeluargamenjagadantetapstabildanharmonisdalamkondisibaik agar janganterjadihal-hal yang terjadidiluardugaan” UjarNyoman.

Kasat Reskrim Benediktus Min diruang kerjanya (03/09) sekembalinya dari tempat rekontruksi, Iamengatakan, tujuanrekontruksiinidilakukanuntukmemperjelaskebenarankasus yang dilakukan oleh tersangka kepada korban sehingga masyarakat tidak bertanya tentang penyebab yang menimbul kematian korban.

Selanjutnya secara prosedur hukum sudah dilakukan dan kita menunggu saja proses pemberkasannyan hingga selesai dan dilanjutkan kepihak Kejaksaan karena setelah selesai rekontruksi ini maka tahapan berikutnya adalah penjili dan berkas untuk diajukan kepihak kejaksaan. Jelas Beni Min Selain itu, dalam rekontruksi ada penambahan dua saksi yang baru karena saat kejadian mereka membantu mengangkat korban ke mobil kemudian di bawah ke RSUD Baa. (*Arkhimes)