BATAL LAGI, RUANG RAPAT PDAM DIPINDAHKAN KE DINAS PU

Agenda Rapat LPJ-Keuangan PDAM Rote Ndao:

Jam dinding PDAM dan Ruang rapat yang kosong

Jam dinding PDAM dan Ruang rapat yang kosong

Zonalinenews –BAA, Sebelumnya rapat yang digelar oleh PDAM Rote Ndao bersama Badan Pengawas PDAM setempat digelar untuk membahas sejumlah masalah Keuangan dan Peraturan Bupati (Perbup) Rote Ndao tidak dilanjutkan hingga tuntas.

Tidak tuntasnya rapat Banwas PDAM dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rote Ndao tersebut diakibatkan oleh pelaksanaan amanat Perbup yang dinilai tidak mendidik oleh Plt Direktur dan selama ini tidak dijabarkan oleh pihak PDAM secara teknis sebagai pedoman sehingga terjadi denda berlapis yang bermotif pemerasan konsumen

Kemudian Kabag Adminstrasi Umum dan Keuangan yang diminta pertanggung jawabannya atas sejumlah pos keuangan yang berawal dari adanya dua sleep iuran rekening air dan ludes dimakannya uang iuran pensiun staf selama tiga bulan oleh Kasubag Pengadaan dan Gudang yang berinisial NB.

Selain itu belum dipertanggungjawabkannya asset yang diserahkan oleh pemerintah daerah kepada pihak PDAM bernilai Rp. 6 Miliard.

Rapat lalu dipending selama tiga hari untuk pihak Keuangan menyiapkan segala sesuatunya berkaitan dengan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Keuangan oleh Kabag Adam Lani.

Rapat kedua pihak ini kemudian disepakati kelanjutanya pada Kamis 29 Oktober 2015 tetapi mengalami batal digelar karena sehari sebelumnya Plt Direktur Ir Yahya B.F.Sodak menghadiri Rapat dengan PK – PAM Propinsi NTT di Kupang

Rapat kemudian diagendakan kembali oleh Plt Direktur PDAM hingga Sabtu 31 Oktober 2015 di kantor PDAM Rote Ndao.namun mengalami penundaan lagi meskipun Plt Direktur sudah berada di tempat.

Nampaknya rapat LPJ Keuangan PDAM, Kajian Perbup, indikasi pemerasan konsumen dan habis dimakannya iuran pensiun berbuntut panjang lagi setelah pertemuan Kabag Adam Lani dengan Ketua Banwas PDAM diruang kerja Ketua Banwas PDAM Semuel Nassa,SE yang adalah Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Rote Ndao.

Pertemuan tersebut menghasilkan waktu rapat lanjutan menjadi tidak pasti karena harus menunggu hingga adanya surat pemberitahuan dari Badan Pengawas.

Selanjutnya keputusan Plt Direktur PDAM yang mengagendakan rapat kembali digelar pada hari sabtu 31 Oktober 2015 terjadi lagi penundaan tanpa alasan yang jelas. Kemudian Zonaline News mendapat informasi dari nara sumber terpercaya mengatakan rapat akan digelar pada hari senin 02 Nopember 2015 di kantornya Dominggus Modok, ST,MT yang adalah Kadis PU Kab Rote Ndao dan juga sebagai wakil ketua Badan Pengawas PDAM setempat.

Informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya menjelaskan,dirinya berkomunikasi dengan Kabag Adam Lani via Ponselnya sabtu 31 Oktober 2015 waktu menjelang malam dan diperoleh informasi darinya bahwa, rapat dilaksanakan besok Senin 02 Nopember 2015 di ruang kerja Kepala Dinas PU Kabupaten Rote Ndao Dominggus Modok,ST,MT sebagai wakil ketua Banwas PDAM Rote Ndao.

Adam Lani kepada nara sumber terpercaya menjelaskan kalau dirinya saat mau bertemu Ketua Banwas PDAM Semuel Nassa,SE di kantor Bupati, Ia dipanggil Bupati Rote Ndao dan menanyakan soal penyetoran uang iuran pensiun ke DAPEMNA PAMSI yang dimanfaatkan sepihak oleh NB

Kemudian kata dia (Adam Lani) kepada Bupati, tutur nara sumber, Adam Lani mengakui kalau rencana NB untuk menggantikan iuran pensiun staf PDAM tersebut belum dilunasi sesuai dengan surat pernyataan yang ditanda tangani yang bersangkutan sampai batas akhir 31 Oktober 2015. sehingga dirinya datangi Ketua Banwas PDAM untuk melaporkan.

Kata Adam, tujuannya bertemu ketua Banwas PDAM Semuel Nassa sebelumnya disampaikan kepada Plt Direktur PDAM Ir.Yahya B.F.Sodak via telpon dengan meminta untuk ikut bersama-sama namun ia menolak ikut.

Menurut Adam kepada nara sumber, kalau NB juga ikut bersamanya bertemu Ketua Banwas PDAM namun terkait kasus ini kepengurusannya telah diserahkan penanganannya kepada Banwas PDAM oleh Bupati sehingga nantinya hasil tindaklanjut akan dilaporakan oleh Banwas PDAM kepada Bupati setelah rapat.

“ Tindak lanjut terhadap NB sesuai dengan pernyataannya, batas akhir 31 Oktober ini. Hasilnyanya nanti dong (Banwas) yang tentukan sikap pada rapat hari senin(besok” Tutur Adam yang diulangi sumber.

Selanjutnya menurut pengakuan Adam Lani, terkait undangan untuk menghadiri rapat hari senin tidak melibatkan staf PDAM. Dalam rapat tersebut katanya banyak hal yang akan dibicarakan termasuk kejadian-kejadian yang sedang terjadi di Kantor PDAM selama ini. Tanpa menyebutkan kejadian apa namun diakui terdapat sepuluh iteam masalah yang akan di rapatkan.

“Ada undangan untuk kitong saja tidak libatkan staf, tapi nanti b kosultasikan, ada banyak hal itu yang dirapatkan termasuk kejadian-kejadian dikantor selama ini. ada sepuluh masalah yang dirapatkan,” ujarnya.

Selanjutnya jelas Adam kepada nara sumber, kebijakan apa yang akan di tetapkan oleh Banwas PDAM itu kewenangan Banwas karena saat kita temui Ketua Banwas PADM yang bersangkutan(NB) juga tidak membawah uang pengembalian sesuai dengan surat pernyataannya.

Karenanya. Lanjut Adam, malam ini (Sabtu 31 Oktober 2015 malam) Banwas PDAM akan bertemu Buapti Rote Ndao untuk menyampaikan hasil laporan terkait dengan iuran pensiun yang belum dilunasi NB sesuai dengan laporannya secara lisan yang telah disampaikan kepada Banwas PDAM.

“apakah karmana kebijakannya Banwas, Nanti malam ini badan pengawas lapor kembali bupati, kita pung hasil laporan tadi secara lisan. cuma tadi beta bawah dengan yang bersangkutan jadi kitong tunggu hasil sa. Ko Nofi ju sonde bawah uang na. ini tinggal serahkan nyawa saja na,” ujar Adam.

Masih terkait rencana rapat yang adalah kegiatan pihak PDAM yang dipindahkan ke ruang Kadis PU senin 02 Nopember 2015 ini. Kata Adam, apapun keputusan yang ditetapkan terhadap NB adalah amanat Bupati, apakah yang terjadi merugikan NB atau tidak itu merupakan bentuk keputusan Bupati. Tapi yang pasti adalah keputusan Bupati tidak merugikan mereka. Jika hasilnya merugikan NB pun itu akibat dari perbuatan NB sendiri. Jadi bagaimana kalau sudah diputuskan oleh Bupati itu kita siap jalani. Tambahnya.

Plt Direktur PDAM Rote Ndao Ir Yahya B.F.Sodak yang hendak dikonfirmasi Zonaline News Sabtu 31 Oktober 2015 Pukul 11:41 Wita terkait dengan keputusan dirinya untuk menunda rapat pertanggung jawaban dari 29 Oktober 2015 ke hari Sabtu 31 Oktober 2015 yang gagal lagi digelar di kantor PDAM setempat, Hasil tindak lanjut pelunasan Iuran Pensiun yang dihabisi Kasubag NB, Hasil kajian Perbup sesuai janjinya akan melakukan sejumlah kajian dan masalah pemerasan terhadap konsumen melalui denda keterlambatan yang tidak sesuai Perbup, namun Plt Yahya Sodak tidak berada di Kantornya.

Sementara Kepala Bagian Administrasi Umum dan Keuangan (Kabag AUK) Adam Lani yang juga hendak dikonfirmasi soal LPJ Keuangan yang diminta Banwas PDAM, Bentuk laporan apakah dalam bentu laporan dan Neraca Komparatif tahun 2014 karena terkait dengan Perbup dan pendapatan air dan non air atau laporan Aset atau laporan seputar adanya indikasi pemerasan konsumen yang diminta Banwas PDAM dalam LPJ Keuangan, serta soal sisa iuran pensiun staf PDAM dari jumlah Rp 113 juta lebih.. Namun Adam Lani juga sedang tidak berada di Kantor

Sedang NB yang terkait masalah Iuran Pensiun juga tidak berada lagi di kantor PDAM Rote Ndao saat Zonaline News bertujuan mengkorfirmasinya seputar surat pernyataan kesediaannya untuk menyelesaikan dana iuran pensiun Staf yang dimanfaat dengan tidak procedural sampai dengan batas waktu 31 Oktober 2015 kemarin jua tidak berada di Kantornya.

Selanjutnya Kabag AUK Adam Lani maupun Kasubag Pengadaan dan Gudang PDAM – NB.beberapa kali dihubungi via ponsel milik mereka pun tidak aktif. Dan informasi yang diperoleh dari seorang staf, kalau mereka sedang pergi meninggalkan kantor sekitar pukul 11:00 pagi namun staf tersebut tidak mengetaui tujuannya. “ dong su pulang dari sekitar satu jam yang lalu. Beta sonde tau dong kemana,” ujarnya staf.

Pantauan Zonaline News di Kantor PDAM Rote Ndao Sabtu 31 Oktober 2015 mulai pukul 11:41 hingga 13:45 Wita. Kantor PDAM yang berdampingan dengan eks kantor DPRD Rote Ndao ini nampak sepi, hanya ada empat orang staf tidak seperti biasa kantor PDAM baru bisa pulangkan stafnya setelah pukul 13.00 ke atas. dan tempat atau ruang yang rencananya digelar rapat LPJ Keuangan oleh Plt Direktur dan Banwas PDAM pada hari itu kosong. Sementara sejumlah konsumen yang datang melunasi iuran rekening air dengan kesal pulang karena loket pembayaran sedang tertutup tanpa staf keuangan. Mungkinkah mereka ini lagi akan dikenakan snksi keterlambatan berlapis.? (Arkhimes Molle/Riyan Tulle)

BATAL LAGI, RUANG RAPAT PDAM DIPINDAHKAN KE DINAS PU

Agenda Rapat LPJ-Keuangan PDAM Rote Ndao:

Zonalinenews –BAA, Sebelumnya rapat yang digelar oleh PDAM Rote Ndao bersama Badan Pengawas PDAM setempat digelar untuk membahas sejumlah masalah Keuangan dan Peraturan Bupati (Perbup) Rote Ndao tidak dilanjutkan hingga tuntas.

Tidak tuntasnya rapat Banwas PDAM dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rote Ndao tersebut diakibatkan oleh pelaksanaan amanat Perbup yang dinilai tidak mendidik oleh Plt Direktur dan selama ini tidak dijabarkan oleh pihak PDAM secara teknis sebagai pedoman sehingga terjadi denda berlapis yang bermotif pemerasan konsumen

Kemudian Kabag Adminstrasi Umum dan Keuangan yang diminta pertanggung jawabannya atas sejumlah pos keuangan yang berawal dari adanya dua sleep iuran rekening air dan ludes dimakannya uang iuran pensiun staf selama tiga bulan oleh Kasubag Pengadaan dan Gudang yang berinisial NB.

Selain itu belum dipertanggungjawabkannya asset yang diserahkan oleh pemerintah daerah kepada pihak PDAM bernilai Rp. 6 Miliard.

Rapat lalu dipending selama tiga hari untuk pihak Keuangan menyiapkan segala sesuatunya berkaitan dengan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Keuangan oleh Kabag Adam Lani.

Rapat kedua pihak ini kemudian disepakati kelanjutanya pada Kamis 29 Oktober 2015 tetapi mengalami batal digelar karena sehari sebelumnya Plt Direktur Ir Yahya B.F.Sodak menghadiri Rapat dengan PK – PAM Propinsi NTT di Kupang

Rapat kemudian diagendakan kembali oleh Plt Direktur PDAM hingga Sabtu 31 Oktober 2015 di kantor PDAM Rote Ndao.namun mengalami penundaan lagi meskipun Plt Direktur sudah berada di tempat.

Nampaknya rapat LPJ Keuangan PDAM, Kajian Perbup, indikasi pemerasan konsumen dan habis dimakannya iuran pensiun berbuntut panjang lagi setelah pertemuan Kabag Adam Lani dengan Ketua Banwas PDAM diruang kerja Ketua Banwas PDAM Semuel Nassa,SE yang adalah Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Rote Ndao.

Pertemuan tersebut menghasilkan waktu rapat lanjutan menjadi tidak pasti karena harus menunggu hingga adanya surat pemberitahuan dari Badan Pengawas.

Selanjutnya keputusan Plt Direktur PDAM yang mengagendakan rapat kembali digelar pada hari sabtu 31 Oktober 2015 terjadi lagi penundaan tanpa alasan yang jelas. Kemudian Zonaline News mendapat informasi dari nara sumber terpercaya mengatakan rapat akan digelar pada hari senin 02 Nopember 2015 di kantornya Dominggus Modok, ST,MT yang adalah Kadis PU Kab Rote Ndao dan juga sebagai wakil ketua Badan Pengawas PDAM setempat.

Informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya menjelaskan,dirinya berkomunikasi dengan Kabag Adam Lani via Ponselnya sabtu 31 Oktober 2015 waktu menjelang malam dan diperoleh informasi darinya bahwa, rapat dilaksanakan besok Senin 02 Nopember 2015 di ruang kerja Kepala Dinas PU Kabupaten Rote Ndao Dominggus Modok,ST,MT sebagai wakil ketua Banwas PDAM Rote Ndao.

Adam Lani kepada nara sumber terpercaya menjelaskan kalau dirinya saat mau bertemu Ketua Banwas PDAM Semuel Nassa,SE di kantor Bupati, Ia dipanggil Bupati Rote Ndao dan menanyakan soal penyetoran uang iuran pensiun ke DAPEMNA PAMSI yang dimanfaatkan sepihak oleh NB

Kemudian kata dia (Adam Lani) kepada Bupati, tutur nara sumber, Adam Lani mengakui kalau rencana NB untuk menggantikan iuran pensiun staf PDAM tersebut belum dilunasi sesuai dengan surat pernyataan yang ditanda tangani yang bersangkutan sampai batas akhir 31 Oktober 2015. sehingga dirinya datangi Ketua Banwas PDAM untuk melaporkan.

Kata Adam, tujuannya bertemu ketua Banwas PDAM Semuel Nassa sebelumnya disampaikan kepada Plt Direktur PDAM Ir.Yahya B.F.Sodak via telpon dengan meminta untuk ikut bersama-sama namun ia menolak ikut.

Menurut Adam kepada nara sumber, kalau NB juga ikut bersamanya bertemu Ketua Banwas PDAM namun terkait kasus ini kepengurusannya telah diserahkan penanganannya kepada Banwas PDAM oleh Bupati sehingga nantinya hasil tindaklanjut akan dilaporakan oleh Banwas PDAM kepada Bupati setelah rapat.

“ Tindak lanjut terhadap NB sesuai dengan pernyataannya, batas akhir 31 Oktober ini. Hasilnyanya nanti dong (Banwas) yang tentukan sikap pada rapat hari senin(besok” Tutur Adam yang diulangi sumber.

Selanjutnya menurut pengakuan Adam Lani, terkait undangan untuk menghadiri rapat hari senin tidak melibatkan staf PDAM. Dalam rapat tersebut katanya banyak hal yang akan dibicarakan termasuk kejadian-kejadian yang sedang terjadi di Kantor PDAM selama ini. Tanpa menyebutkan kejadian apa namun diakui terdapat sepuluh iteam masalah yang akan di rapatkan.

“Ada undangan untuk kitong saja tidak libatkan staf, tapi nanti b kosultasikan, ada banyak hal itu yang dirapatkan termasuk kejadian-kejadian dikantor selama ini. ada sepuluh masalah yang dirapatkan,” ujarnya.

Selanjutnya jelas Adam kepada nara sumber, kebijakan apa yang akan di tetapkan oleh Banwas PDAM itu kewenangan Banwas karena saat kita temui Ketua Banwas PADM yang bersangkutan(NB) juga tidak membawah uang pengembalian sesuai dengan surat pernyataannya.

Karenanya. Lanjut Adam, malam ini (Sabtu 31 Oktober 2015 malam) Banwas PDAM akan bertemu Buapti Rote Ndao untuk menyampaikan hasil laporan terkait dengan iuran pensiun yang belum dilunasi NB sesuai dengan laporannya secara lisan yang telah disampaikan kepada Banwas PDAM.

“apakah karmana kebijakannya Banwas, Nanti malam ini badan pengawas lapor kembali bupati, kita pung hasil laporan tadi secara lisan. cuma tadi beta bawah dengan yang bersangkutan jadi kitong tunggu hasil sa. Ko Nofi ju sonde bawah uang na. ini tinggal serahkan nyawa saja na,” ujar Adam.

Masih terkait rencana rapat yang adalah kegiatan pihak PDAM yang dipindahkan ke ruang Kadis PU senin 02 Nopember 2015 ini. Kata Adam, apapun keputusan yang ditetapkan terhadap NB adalah amanat Bupati, apakah yang terjadi merugikan NB atau tidak itu merupakan bentuk keputusan Bupati. Tapi yang pasti adalah keputusan Bupati tidak merugikan mereka. Jika hasilnya merugikan NB pun itu akibat dari perbuatan NB sendiri. Jadi bagaimana kalau sudah diputuskan oleh Bupati itu kita siap jalani. Tambahnya.

Plt Direktur PDAM Rote Ndao Ir Yahya B.F.Sodak yang hendak dikonfirmasi Zonaline News Sabtu 31 Oktober 2015 Pukul 11:41 Wita terkait dengan keputusan dirinya untuk menunda rapat pertanggung jawaban dari 29 Oktober 2015 ke hari Sabtu 31 Oktober 2015 yang gagal lagi digelar di kantor PDAM setempat, Hasil tindak lanjut pelunasan Iuran Pensiun yang dihabisi Kasubag NB, Hasil kajian Perbup sesuai janjinya akan melakukan sejumlah kajian dan masalah pemerasan terhadap konsumen melalui denda keterlambatan yang tidak sesuai Perbup, namun Plt Yahya Sodak tidak berada di Kantornya.

Sementara Kepala Bagian Administrasi Umum dan Keuangan (Kabag AUK) Adam Lani yang juga hendak dikonfirmasi soal LPJ Keuangan yang diminta Banwas PDAM, Bentuk laporan apakah dalam bentu laporan dan Neraca Komparatif tahun 2014 karena terkait dengan Perbup dan pendapatan air dan non air atau laporan Aset atau laporan seputar adanya indikasi pemerasan konsumen yang diminta Banwas PDAM dalam LPJ Keuangan, serta soal sisa iuran pensiun staf PDAM dari jumlah Rp 113 juta lebih.. Namun Adam Lani juga sedang tidak berada di Kantor

Sedang NB yang terkait masalah Iuran Pensiun juga tidak berada lagi di kantor PDAM Rote Ndao saat Zonaline News bertujuan mengkorfirmasinya seputar surat pernyataan kesediaannya untuk menyelesaikan dana iuran pensiun Staf yang dimanfaat dengan tidak procedural sampai dengan batas waktu 31 Oktober 2015 kemarin jua tidak berada di Kantornya.

Selanjutnya Kabag AUK Adam Lani maupun Kasubag Pengadaan dan Gudang PDAM – NB.beberapa kali dihubungi via ponsel milik mereka pun tidak aktif. Dan informasi yang diperoleh dari seorang staf, kalau mereka sedang pergi meninggalkan kantor sekitar pukul 11:00 pagi namun staf tersebut tidak mengetaui tujuannya. “ dong su pulang dari sekitar satu jam yang lalu. Beta sonde tau dong kemana,” ujarnya staf.

Pantauan Zonaline News di Kantor PDAM Rote Ndao Sabtu 31 Oktober 2015 mulai pukul 11:41 hingga 13:45 Wita. Kantor PDAM yang berdampingan dengan eks kantor DPRD Rote Ndao ini nampak sepi, hanya ada empat orang staf tidak seperti biasa kantor PDAM baru bisa pulangkan stafnya setelah pukul 13.00 ke atas. dan tempat atau ruang yang rencananya digelar rapat LPJ Keuangan oleh Plt Direktur dan Banwas PDAM pada hari itu kosong. Sementara sejumlah konsumen yang datang melunasi iuran rekening air dengan kesal pulang karena loket pembayaran sedang tertutup tanpa staf keuangan. Mungkinkah mereka ini lagi akan dikenakan snksi keterlambatan berlapis.? (Arkhimes Molle/Riyan Tulle)