BKD Kabupaten Kupang Diskriminasi Terhadap Tenaga Honor

Hendrik Paut dan Balkis Soraya Tanof

Hendrik Paut dan Balkis Soraya Tanof

Zonalinenews- Oelamasi,Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kupang dengan sengaja telah melakukan tindakan diskriminasi terhadap 5 orang tenaga honor asal SMPN 3 Fatuleu. Pasalnya, dari 7 orang yang disanggahkan 2 orang saat ini berstatus sebagai abdi negara (PNS) dan 5 orang masih mencari tegaknya kebenaran dalam perekrutan PNS.

Hal ini disampaikan Pengamat sosial Politik Universitas Nusa Cendana Kupang, Balkis Soraya Tanof, Rabu, November 2015.

Lanjut Tanof, seharusnya ketika ada sanggahan dari Kepala Sekolah SMPN Fatuleu, Oktovianus Nakbena terhadap 5 orang tenaga honor seharusnya BKD harus mempertemukan Kepala Sekolah dan tenaga honor untuk mencari solusi terbaik. Tapi, jika hal ini tidak dilakukan, maka tenaga honor akan berprasangka buruk terhadap citra dari BKD.

“Semua orang memiliki hak yang sama untuk menjadi PNS, asalkan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan pemerintah. Jika memenuhi syarat-syarat kenapa harus ditahan oleh BKD, ini juga menunjukkan preseden buruk bagi BKD,” kata Tanof.

Sementara itu, kadis PPO Kabupaten Kupang,  Yayuk Hardaniari yang dikonfirmasi tidak mengetahui adanya persoalan tersebut. Dirinya baru tahu ketika dikonfirmasi oleh wartawan. Dikatakan Yayuk, menyangkut dengan verifikasi tenaga honor merupakan kewenangan dari BKD.

“Itu merupakan kewenangan BKD, bukan Dinas PPO,”katanya singkat.

Sekertaris Daerah, Hendrik Paut, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa data verifikasi yang falid dan di sah itu dari BKN, penetapan yang lulus verifikasi terjadi tahun 2012.

Sementara untuk satu nama titipan pejabat yang lolos KII Bukan merupakan kewenangannya.

” Saya tidak tahu ada titipan nama yang dilakukan pejabat tertentu itu saya tidak tahu, tapi yang benar adalah nama-nama yang lolos verifikasi tahun 2012 itu berasal dari BKN, itu Valid,” kataPaut.

Kepala Bidang Pengembangan, BKD kabupaten Kupang, Filmon Lalan yang dikonfirmasi melalui handphonenya tidak menjawab panggilan tersebut. Sementara sebelumnya Lalan sendiri pernah berjanji untuk melihat semua berkas yang disanggahkan maupun administrasi dari 5 orang tersebut.

“Saya cek dulu semua berkas baru saya telpon,”kata Lalan saat itu.

Mengacu pada kronologis, ke 5 tenaga honor ini telah mengabdikan diri sejak tahun 2003,2004 dan 2005. Sementara kedua tenaga honor yang saat ini sudah menjadi PNS tersebut, satu orang honor disekolah tersebut sejak tahun 2010 dan satunya diduga titipan dari pejabat kabupaten Kupang.(*Plt)