Dalam Pembahasan Nota Keuangan Kabupaten Kupang, Perlu cermat dan Teliti

Sidang Paripurna Kabupaten Kupang

Sidang Paripurna Kabupaten Kupang

Zonalinenews- Oelamasi, Pemerintah Kabupaten Kupang diharapkan, dalam pembahasan nota keuangan dan rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun anggaran 2016 diperlukan kecermatan dan ketelitian. Pasalnya, tahun 2016 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD kabupaten Kupang.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Yosep Lede pada saat pembukaan sidang Pembahasan APBD tahun anggaran 2016 di Aula Utama DPRD Kabupaten Kupang Rabu 18 November 2015.

Dikatakan bahwa kinerja pemerintah daerah, merupakan momen waktu yang sangat berarti dalam menggapai Kabupaten unggul yang diharapkan.

“Tahun 2016 menjadi tahun pertaruhan, sejauh mana kemampuan Pemerintah Kabupaten Kupang dalam menjabarkan muatan RPJMD. RPJMD menjadi program yang mudah dipahami dan diimplementasikan oleh semua kepentingan yang ada di Kabupaten Kupang.
“Pembahasan anggaransaat ini menguras tenaga, pikiran dan waktu dari kita semua. Karena kebutuhan masyarakat yang harus diprioritaskan. Dan dilain sisi, kabupaten kupang diperhadapkan pada keterbatasan finasial,” jelas Lede.

Lebih lanjut Lede mengatakan dalam pembahasan APBD, apabila terjadi perbedaan sikap dan persepsi merupakan halyang wajar dalam penyelenggaraan pembangunan daerah.

Sementara itu, Bupati Kupang, Ayub Titu Eki mengatakan sidang yang diagendahkan DPRD memiliki makna dan bukti, bahwa DPRD sebagai representasi rakyat tetap menjalankan fungsi, tugas dan kewenangannya secara kelembagaan untuk dapat berjuang bersama pemerintah menghasilkan kebijakan yang berguna bagi masyarakat.

“Kita ingin masyarakat yang lebih maju dari kondisi saat ini. Masyarakat mandiri memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Jika kita maju, pasti unggul dari daerah lain yang ada di kawasan timur indonesia,” kata Titu Eki dalam sambutannya.

Semua hal yang akan dicapai dibutuhkan kesatuan semua elemen, bersatu padu membangun kabupaten Kupang menjadi kabupaten unggul.

Dikatakan bahwa, pembahasan rancangan perda pembahasan anggaran merupakan sebuah langkah maju dilakukan DPRD untuk kemajuan Kabupaten Kupang.

Untuk pembahasan Ranperda Pembahasan anggaran tentunya membutuhkan pikiran konstruktif sehingga anggaran 2016 benar~benar mampu mencerminkan seluruh prinsip penyusunan APBD.
Lanjut Titu Eki, dalam Ranperda pembahasan anggaran telah dicantumkan total pendapatan yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan dan lainnya melalui pendapatan daerah yang sah. Demikian juga belanja, yang terdiri dari belanja langsung dan tidak langsung. Didalamnya terdapat perhitungan penerimaan pembiayaan, pengeluaran dan netto.

” APBD tahun 2016 diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja, pemborosan sumber daya serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas perekonomian,” ungkap Bupati Kupang. (*paul)