DIDUGA PENCUCIAN UANG DAERAH NGADA 5 MILYAR DI KOPERASI PINTU AIR, POLRES PERIKSA PARA PIHAK

Kasat Reskrim Polres Ngada  Iptu  Jimy Oktovianus SH

Kasat Reskrim Polres Ngada Iptu Jimy Oktovianus SH

Zonalinenews – Ngada, Sebagai bentuk tindak lanjut Perintah Penyelidikan Perkara atas dugaan kejahatan pencucian uang melalui modus transaksi keuangan mencurigakan kepada Koperasi Pintu Air Cabang Ngada senilai Rp. 5.000.000.000 (Lima Milyar Rupaih), Kepolisian Resor Ngada Kepemimpinan Kapolres AKBP. Andy Nurwandy,S.I.K melalui Kasat Rekrim Iptu. Jimy Oktovianus, SH secara resmi melakukan pemanggilan sejumlah pihak guna dimintai keterangan.

Kasat Rekrim Polres Ngada Iptu. Jimy Oktovianus, SH ditemui wartawan di ruang kerjanya Senin, 23 November 2015 mengungkapkan sejauh ini pihak kepolisian sudah memanggil sejumlah pihak guna dimintai keterangan.

Dihimpun media ini, pihak-pihak yang sudah dimintai keterangan diantaranya Manager Cabang Koperasi Pintu Air Bajawa bersama stafnya serta dua oknum Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di Asset Keuangan Daerah Kabupaten Ngada, inisial LTN dan WW.

Menurut Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu. Jimy Oktovianus, SH saat ini pihak kepolisian sedang mendalami perkara ini dan untuk sementara dinyatakan benar adanya bahwa ada transaksi mencurigakan yang masuk di Koperasi Pintu Air senilai Lima Milyar Rupiah dari pihak tertentu.

Ditambahkan, sejumlah pihak sudah memberikan keterangan beserta data-data, tetapi sebagian lainnya belum melengkapi data-data sebagaimana permintaan pihak kepolisian.

“Benar ada uang sebesar itu masuk ke Koperasi dan kami sudah memeriksa para pihak termasuk pihak Koperasi Pintu Air Cabang Ngada. Namun sebagian data belum rampung atau belum diserahkan dan kami menunggu hal itu. Fenomena dugaan pencucian uang ini sedang dalam penanganan pihak kepolisian”, ungkap Kasat Rekrim Iptu.Jimy Oktovianus, SH.

Berdasarkan data yang dihimpun, dugaan kejahatan pencucian uang daerah Kabupaten Ngada senilai Rp.5.0000.000 (Lima Milyar Rupiah) bermula dari dari kecurigaan atas transaksi keuangan mencurigakan pada rekening milik oknum Pegawai Asset Keuangan Daerah Kabupaten Ngada (L.TH.N) sebesar Rp.2.5000.000 (Dua Setengah Milyar Rupiah) pada tanggal 15 September 2015 dan penarikan dengan jumlah tunai yang sama pada tanggal 21 Oktober 2015, serta rekening milik oknum pegawai Asset Keuangan Daerah lainnya berinisial WW dalam modus penyetoran uang tunai sebesar Rp.2.5000.000 (Dua Setengah Milyar Rupiah) pada tanggal 23 September 2015 dan penarikan dengan jumlah tunai yang sama pada tanggal 21 Oktober 2015.

Dengan demikian akumulasi keduanya mencapai besaran Rp.5.0000.000 (Lima Milyar Rupiah). Hingga berita ini diturunkan Tim Penelusuran Media masih terus melakukan up to date informasi dan penanganan Kepolisian setempat atas dugaan money laundry atau pencucian uang bernilai lima milyar rupiah di Kabupaten Ngada Flores Nusa Tenggara Timur.

Sementaraitu konfirmasi media ini ke Koperasi Pintu Air Cabang Ngada di Bajawa Senin, 23 November 2015, Manager Cabang Koperasi Pintu Air, Marianus Nong, memastikan pihaknya sudah memberikan keterangan di Polres Ngada, karena itu sepenuhnya pihak koperasi menyerahkan hal ini kepada Kepolisian untuk bekerja sesuai mekanisme dan Perundangan yang berlaku.

“Pimpinan utama berada di Sikka, sedangkan saya hanyalah Manager Cabang disini. Kami tidak bisa memberikan komentar karena kami sudah memberikan keterangan di Polres Ngada. Teman-teman wartawan bisa memintanya di Polres Ngada”, ungkap Manager Cabang Koperasi Pintu Air, Marianus Nong kepada wartawan. (*wrn)