DUA JENASAH TKI ILEGAL ASAL NTT DIKIRIM KBRI MALAYSIA

dua jenasah TKI yang di pulangkan tiba di bandara el tari kupang

dua jenasah TKI yang di pulangkan tiba di bandara el tari kupang

ZONALINENEWS – KUPANG, kedutaan Besar RI (KBRI) di Malaysia mengirimkan dua jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal NTT 19 November 2015 yang meninggal di Malaysia akibat tenggelam dan dibunuh oleh keluarga terdekat. Yang pertama bernama Yohanes Ullu seorang pria asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan satu lagi bernama Yeremias Bduk yang berasal dari Kabupaten Malaka,

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang, Siwa mengatakan di sela-sela penjemputan kedua jenasah tersebut di bandara El – Tari  Kupang, Ia menjelaskan Yohanes Ullu meninggal akibat ditusuk oleh benda tajam sehingga pada saat dibawa ke rumah sakit Raja Permaisuri Bainun di daerah tersebut jasad dari korban sudah tidak tertolong lagi. Sementara itu Yeremias Bduk sendiri dinyatakan meninggal karena ditemui tenggelam di salah satu danau di lokasi dekat tempat ia bekerja. “Walaupun pernyataan dari keluarga bahwa Yeremias dibunuh dan dibuang ke dalam danau, tetapi dari data yang BP3TKI Kupang peroleh dari KBRI menyatakan bahwa yang bersangkutan tenggelam,” ujar Siwa.

Terkait proses pengiriman jenasah kedua TKI Ilegal tersebut, Siwa mengatakan bahwa biaya pengiriman dilakukan oleh user dari kedua  TKI tersebut. Sementara pihak KBRI hanya memfasilitasi untuk mengantar kepulangan kedua jenazah tersebut ke Kupang.

“User atau majikan dari kedua TKI itulah yang membiayai perjalanan pulang kedua TKI ilegal itu, walaupun mereka tidak memiliki surat-surat dokumen yang lengkap saat bekerja. Tetapi juga biaya pengiriman kedua jenasah itu diperoleh dari uang paguyuban para pekerja yang berasal dari NTT,” ujarnya.

Siwa juga mengucapkan terima kasih karena majikan dari kedua TKI ilegal itu mau membiayai proses pengiriman pulang jenasah serta dibantu dana yang terkumpul dari paguyuban para TKI di daerah tersebut.

“Kita bersyukur karena majikannya mau membiayai, kalau tidak dibiayai
pasti pemerintah pusatlah yang akan mengatur semuanya”. Terkait bantuan dari BP3TKI Kupang, Siwa mengatakan bahwa pihaknya hanya membantu memberikan fasilitas  seperti ambulans, untuk
bisa mengantar kedua jenasah itu kembali ke daerahnya masing-masing untuk dimakamkan,”tuturnya (*Sari)


TAG