Gedung DPRD Kosong, Masyarakat Tunggu Di Pelataran, Paskah Sidang Perubahan Anggaran

Gedung DPRD Kabupaten Kupang

Gedung DPRD Kabupaten Kupang

Zonalinenews-Oelamasi, Gedung DPRD Kabupaten Kupang paskah rapat perubahan anggaran tahun 2015 terlihat sepi dan kosong. Tidak ada satu orang wakil rakyat yang ada dalam gedung wakil rakyat sehingga masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi ke wakil rakyat harus duduk antri didepan pelataran gedung DPRD seperti orang kalah judi. Masyarakat duduk menunggu dalam keadaan hampa tapi mereka terus duduk dan sebagian mulai mengumpat mengutarakan kekesalan kepada wakil rakyat yang dijagokan saat pemilihan legilatif.

Salah satu orang tua rambut uban, terlihat duduk tidak nyaman sedikit-sedikit duduk, dan sedikit-sedikit berdiri, mengumpat berdiri lalu meramas map yang dipegang, senin 2 November 2015 di Gedung DPRD Kabupaten Kupang.

Melihat keresahan orang tua tersebut, zonaline berupaya mendekati dan menanyahkan tujuannya ke DPRD Kabupaten Kupang. Tidak terlihat anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) yang mendekati bertanya ataupun memberikan informasi kepada orang tua tersebut. Sontak dirinya kaget ketika ditanya tujuannya di DPRD sebab, sambil nadah tinggi dirinya mengatakan bahwa sikap Anggota DPRD Kabupaten Kupang yang ditunjukkan saat ini kepada masyarakat kabupaten Kupang merupakan sikap yang memaluhkan. Semua wakil rakyat, lebih mengutamakan kepentingan berangkat Jakarta ketimbang melayani masyarakat yang menyampaikan keluh kesah ke wakilnya yang mewakilinya di DPRD.

“adik saya heran, masa ke Jakarta semua anggota DPRD harus berangkat, tidak satu juga yang tinggal. Apakah, selesai sidang perubahan anggaran itu berhenti melayani masyarakat atau untuk bersenang-senang di Jakarta,” kesalnya.

Ketika ditanya nama, dirinya mengatakan bahwa nama tidak terlalu penting, yang penting keberanian wartawan untuk menulis tentang keberadaan Anggota DPRD paskah sidang perubahan anggaran tahun 2015.

“Adik berani tidak tulis DPRD yang tidak ada diruangan wakil rakyat yang megah ini, tidak melayani masyarakat dan lebih memilih jalan,”katanya menegaskan.

Berbedah dengan masyarakat lainnya, seorang guru honor belasan tahun di SMP Negeri 3 Fatuleu, Yuliana Benu. Terlihat duduk diam, sambil matanya menatap jauh ke depan. Ketika ditanya, tujuan kedatangannya ke Gedung DPRD kabupaten Kupang dirinya mengatakan bahwa, kedatangannya ke gedung wakil rakyat dalam rangka bertemu dengan salah satu wakil rakyat, Anton Natun. Bertemu dengan Anton Natun, untuk membeberkan persoalan ketidak ikutan dirinya dalam tes CPNS.

“saya datang diajak oleh salah satu teman honor di SMP Negeri 3 Fatuleu untuk bertemu Pak Anton,” katanya singkat.

Dikatakan bahwa, dalam proses seleksi CPNS di kabupaten Kupang, dirinya pernah di data tanggal 18 April 2013 oleh dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) kabupaten Kupang untuk diakomodir jadi tenaga honor Daerah, setelah menjadi tenaga honor daerah data yang diregistrasi tersebut digunakan jadi patokan untuk ikut tes CPNS dikabupaten Kupang.

“tapi kita kaget, waktu kita datang cek nama di BKD untuk ikut tes, nama kitayang diregistrasi tahun 2013 tidak keluar,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, karena nama mereka tidak diakomodir sebagai peserta untuk mengikuti tes seleksi CPNS, salah satu temannya merasa shok dan pinsan di BKD. Untung, dirinya bersama beberapa orang temannya langsung menolong teman mereka yang pingsan tersebut.

Dikisahkan bahwa, dirinya menjadi tenaga honor dari tahun 2003, tapi belum diakomodir sebagai salah satu tenaga honor yang mengambil bagian dari tes CPNS tersebut. Saat ini, usinya telah mencapai 46 tahun, dan telah uban serta memiliki cucu.

“saya honor dari tahun 2003, tapi saat ini belum diakomodir untuk mengikuti tes CPNS,”kata Benu singkat.

Salah satu anggota Sat Pol PP yang dikonfirmasi tentang keberadaan semua wakil rakyat mengatakan bahwa semua anggota Dewan saat ini berada di Jakarta bersama dengan Sekwan dan seluruh staf sekwan. Keberadaan wakil Rakyat di Jakarta selama satu minggu.

“semua anggota DPRD Kabupaten Kupang ada ikut Bimtek bersama Sekertaris Dewan besama staf selama satu minggu,”kata anggota Pol PP tersebut.

Pantauan zonalinenews, tidak adanya anggota DPRD kabupaten Kupang, terlihat beberapa sopir dari anggota DPRD memasang music yang membisingkan telinga tanpa memperdulikan rakyat yang hadir untuk bertemu anggota DPRD. (*plt)