Inspektorat Kementrian PU Turun Periksa Proyek APBN Rp.16,7 M di Rote Ndao

Fary Dj - Francis

Fary Dj – Francis

Zonalinenews-BAA, Pelaksanaan proyek Pembangunan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) NTT, yang lokasi pelaksanaan pekerjaannya di Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur sebesar Rp16 755 535 000. Tidak sesuai perencanaan termasuk pengalihan lokasi proyek tanpa prosedur. Segera dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Kementerian.

Demikian jawab Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis,MM saat dihubungi via telpon gengamnya di Nomor : 08123774xxx Kamis malam 05 Nopember 2015 pukul 20:07 wita.

Fary Djemi Francis,MM sebelumnya sulit dihubungi karena beberapa kali ditelpon namun nomor ponselnya sibuk “ Nomor yang anda tuju sedang sibuk” demikian suara dari balik ponsel.

Zonaline News kemudian berkomunikasi dengan Ketua Komisi V DPR RI ini dengan pertanyaan secara tertulis via SMS. Pada balasan melalui SMS dari nomor ponselnya, Ia mengatakan, Kita minta Inspektorat Kementrian PU untuk segera turun melakukan pemeriksaan , kalau pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan.

Selanjutnya kita minta untuk pekerjaan yang didanai APBN ini diproses sebagaimana mestinya, kalau ada temuan pekerjaan diluar dari perencanaan agar tidak merugikan masyarakat.

“Kita minta inspektorat kementrian PU untuk segera turun melakukan pemeriksaan , kalau tidak sesuai dengan perencanaan kita minta untuk diproses sebagaimana mestinya” Kutipan isi SMS Fary Francis yang terkesan baru mengetahui kejadian ini.

Sementara soal adanya pengalihan lokasi proyek dari Kecamatan Rote Barat Laut ke Kecamatan Lobalain. Fary Francis dalam jawabannya via SMS, Persoalan teknis silakan ditanyakan langsung kepada pelaksana teknis, Satker atau PPK.

Menurutnya pengalihan lokasi kegiatan mestinya ada detail engenering desain (DED)dan persetujuan teknis terkait program tersebut. Tidak bisa seenaknya dipindah berdasarkan suka tidak suka. Katanya sambil menambahkan kalau dirinya akan segera meminta Inspektorat Jenderal untuk periksa di lapangan. “saya akan minta Irjend untuk segera periksa,” kata Fary.

Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum NTT sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wil I. Satker PAMS Nusa Tenggara Timur saat dikonfirmasi melalui Koordinator Pengawas (Koorwas) Pulau Rote Satker PAMS NTT Ronis Halundaka via telpon genggamnya Kamis 5 November 2015 pukul 11:46 wita Ia mengatakan, terkait dengan permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan dan tindaklanjutnya adalah kewenangan PPK.

Selanjutnya Kata Ronis dari balik Telpon, kalau dirinya hanya sebagai staf yang punya keterbatasan karena menurutnya kalau Ia juga hanya sebagai pengawas.

“ Itu wewenang PPK dong saya punya batasan, saya hanya sebagai pengawas, staf disini untuk selanjutnya itu urusan PPK, “ ujar Halundaka.

Terkait dengan pernyataan Halundaka sebelumnya yang sudah lebih dari dua minggu yang lalu kalau pihaknya akan evaluasi pekerjaan dan akan memerintahkan pembongkaran karena pekerjaan tidak sesuai perencanaan. Kata Ronis Halundaka, untuk hal ini Ia akan sampaikan kepada PPK lagi karena waktu yang lalu sudah disampaikan namun dirinya belum diperintahkan oleh PPK.

Sementara Soal keterlambatan pekerjaan yang telah melampau batas waktu, Ronis mangakui pihaknya belum mengeluarkan surat teguran kepada kontraktor pelaksana. Ia berjanji lagi nanti akan berikan surat teguran.

“Surat teguran kepada kontraktor jawab ronis belum jadi nanti” Ujarnya

Selanjutnya menjawab soal pekerjaan yang asal jadi dan tidak sesuai perencanaan sebagaimana hasil dokumentasi Foto dan rekaman Video Zonaline News yang ditunjukan baginya sebagai Koordinator Pengawas, Halundaka kembali menepis pernyataan sebelumnya yang dilansir Zonaline News yang lalu dengan beralasan baru bahwa pekerjaan sedang berjalan sehingga untuk rencana pembongkaran belum bisa dilakukan, termasuk dirinya masih menunggu perintah dari PPK.

“Pekerjaan kan masih berjalan, jadi unuk dibongkar belum karena pekerjaan masih berjalan dilapangan kita masih meminta wewenang PPK untuk perintakan mereka itu” Ujar Halundaka dari balik ponselnya.

Kemudian salah satu dari tiga Kontraktor Pelaksana yang dihubungi yakni Direktur PT. Mojo Wijaya Karya di nomor ponselnya 081246621xxx 05 Nopember 2015 pukl 11:35Wita karena yang bersangkutan berdomisili di Kota Kupang yakni C.J.A.Welixmans, Ia mengakui dirinya sedang berada di Baun – Kupang Timur dan jaringan handphonenya terputus-putus Kata dia.yang terkesan mengelak dari pertanyaan Zonaline news.

Tiga menit kemudian Zonaline News dihubungi kembali oleh Raja Kopong pukul 11:38 dan menjelaskan kalau Dia bersama istrinya sementara berada di Baun tapi untuk pekerjaan yang sedang ditangani istri sebagai Direktur PT Mojo Wijaya Karya sedang berjalan

Sementara waktu kontrak pekerjaan telah berakhir, Ia menjelaskan, pekerjaannya baru berakhir tanggal 27 Nopember 2015 yang akan datang karena pihaknya telah kantongi masa addendum selama 1 bulan perpanjang.

Dan untuk teguran atas keterlambatan dan pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan, pihaknya tidak pernah mendapat surat tersebut dari pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wil I. Satker PAMS Nusa Tenggara Timur saat dikonfirmasi maupun Koordinator Pengawas (Koorwas) Pulau Rote Satker PAMS NTT.

Selanjutnya. Pengawas Lapangan Satker PAMS NTT di Rote Ndao Jond R.Y. Halundaka yang dihubungi melalui ponsel genggamnya nomor: 085239345xxx (05/11) pukul 11: 43 wita saat ditelpon tidak aktif.

Kemudian konsultan Pengawas Marsel Foeh.saat dikonfirmasi melalui ponsel genggamnya nomor 082 144 105 xxx juga tidak berhasil di hubungi karena tidak sedang aktif.

Pantauan Zonaline News, sampai dengan 06 Nopember 2015 hari ini pada ketiga lokasi proyek ternyata sejumlah titik pekerjaan belum diselesaikan dan pada tempat – tempat yang terdeteksi camera dan rekaman video Zonaline News pada waktu yang lalu belum juga dilakukan pembongkaran sebagaimana pernyataan Koordinator pengawas.

Untuk diketahui batas waktu pelaksanaan pekerjaan oleh PT Anisa Prima Lestari berakhir pada 27 Oktober 2015 kemudian PT Karang Teguh Abadi.dengan batas akhir pekerjaan 25 April 2015 Sedangkan PT Mojo Wijaya Karya. Pelaksanaan pekerjaannya hingga batas akhir 23 Oktober 2015. (Arkhimes Molle/Riyan Tulle)