Kadis Pertanian Kabupaten Kupang Dampingi Tim PHO Lihat Pompa Air

Kadis Pertanian kabupaten Kupang, arnolus saubaki bersama ketua kelompok tani saudale sedang melihat bantuan sumur Bor dari Dinas Pertanian.-1

Kadis Pertanian kabupaten Kupang, arnolus saubaki bersama ketua kelompok tani saudale sedang melihat bantuan sumur Bor dari Dinas Pertanian.-1

Zonalinenews- Oelamasi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Arnolus Saubaki melihat langsung proses penyerahan rumah air dan dua buah pompa air di kelurahan Naibonat, kecamatan Kupang Timur, Senin, 2 November 2015 di lokasi persawahan Naibonat.

Kehadirannya bersama tim PHO untuk melihat kondisi pekerjaan rumah sumur Bor dan Dua buah Pompa Air. Rumah pompa air dan dua buah sumur bor air tersebut diberikan ke kelompok Tani Dalesuek yang beranggotakan 20 Orang anggota. Dihadapan kelompok tani Kepala Dinas Pertanian Mengatakan bahwa, bantuan yang diberikan oleh pemerintah harus digunakan sebaik-baiknya serta dimanfaatkan sesuai asas manfaatnya.

“Sumur Bor yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, hal ini juga dimaksudkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani. Ketika petani sejahtera, pemerintah tidak perlu susah memikirkan bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat,” kata Saubaki.

Dikatakan lebih lanjut, saat ini masyarakat sedang menanam sayur mayor sehingga, sumur bor yang sudah jadi digunakan untuk menyiram sayur sehingga bisa menghasilkan nilai ekonomis. Rumah sumur Bor yang dibangun dengan ukuran 2X3 Meter dilengkapi dengan sebuah mesin Yanmar dan dua buah sumur bor harus mampu memnjangkau atau pemanfaatannya bisa mencapai luas area persawahan 10 ha lahan tanah. Pembangunan yang memakan biaya 181 juta merupakan sebuah perjuangan yang panjang dan saat ini bisah dirasahkan oleh Kelompok tani Dalesuek.

“saat ini musim sayur mayur, jadi bapak-mama bisa manfaatkan sumur Bor untuk tanam sayur dan jual ke pasar,”ungkap Saubaki.

Dikatakan bahwa, gagal panen, bisa diatasi dengan terobosan pengadaan sumur bor agar masyarakat tidak kekurangan dalam sisi pangan. Pangan selalu tersedia karena ada sumur bor yang bisa digunakan saat musim kemarau. Hanya saja, bantuan itu harus dijaga agar umur dari sumur bor dan sumur Bor bisa panjang.

Sumur bor, saat ini, kata Saubaki, setiap sumur bor untuk menutupi kebohongan dari pemerintah pusat dipasang kode registrasi yang bisa dipantau pemerintah pusat. Sehingga, ketika laporan disampaikan kementerian pertanian, selesainya sebuah pekerjaan sumur bor dari kabupaten Kupang, pemerintah pusat dapat mengetahuinya melalui kode registrasi yang dipasang disetiap rumah sumur bor.

“Sekarang setiap sumur bor ada kode registrasi, jadi ketika laporan ke pusat dan pemerintah pusat memasukan kode tersebut dengan sendirinya akan terpantau pekerjaan tersebut. Baik itu, kualitas pekerjaan maupun peralatan yang digunakan,” kata Saubaki menjelaskan.

Sementara itu, salah satu staff PT. Dgripa yang hadir pada saat penyerahan ke Dinas Pertanian kabupaten Kupang yang tidak ingin namanya ditulis mengatakan, sebelum penyerahan hasil pekerjaan kepada dinas pertanian kabupaten kupang, pihak memeriksa seluruh pekerjaan termasuk air yang dihasilkan.

“sebelum pemeriksaan kita memeriksa seluruh hasil pekerjaan yang dikerjakan. Tujuannya adalah kelayakan dalam melakukan penyerahan, termasuk air yang dibor hingga bersih jernih, baru diserahkan,”katanya.

Sementara untuk jangka waktu pekerjaan, dikatakan bahwa sesuai kalender kerja 60 hari namun pihaknya dalam melakukan pekerjaan tersebut tidak mencapai 60 hari. Sehingga, dalam jangka waktu pekerjaan yang dilakukan tidak mengalami keterlambatan. Bahkan, waktu pekerjaan yang ditentukan masih sisa sekitar lima hari.

“masih ada 5 hari sisa pekerjaan, tapi pekerjaan sudah selesai dan diberikan ke Dinas pertanian,” ungkapnya.

Ketua Kelompok tani Dalesuek, David Bengkiuk, pengadaan sumur bor yang diadakan pemerintah kabupaten Kupang melalui Dinas Pertanian sangat membantu mereka. Sebab, selama ini kelompoktani yang dibinanya menggunakan sumur manual yang diadakan sendiri oleh kelompok tani. Dengan adanya sumur Bor tersebut akan digunakan sebaik-baiknya.

“Saya akan kasih tahu anggota bahwa bapak kadis berpesan untuk menggunakan sumur bor ini dengan baik-baik,” kata david mengulangi kata-kata Kadis Pertanian.

Hadir dalam kunjungan penyerahan sumur bor di Naibonat bukan saja kepala Dinas Pertanian, tpai turut hadir juga kepala Bidang tanaman pangan, Amin Juaria, ketua panitia PHO, linda Pelokila dan seluruh tim panitia PHO danmasyarakat sekitar lokasi sumur Bor. (*Plt)