Keluarga Zalvador Ximenes Kecam Sikap Oknum Anggota Polres Kupang

Keluarga Korban Saat memberikan keterangan kepada Wartawan. di rumah Zalvador Ximenes

Keluarga Korban Saat memberikan keterangan kepada Wartawan. di rumah Zalvador Ximenes

Zonalinenews- Oelamasi, Keluarga Zalvador Ximenes mengecam keras sikap oknum anggota Polisi yang melakukan penangkapan terhadap Zalvador Ximenes yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap YL beberapa bulan lalu. Pasalnya, penangkapan yang dilakukan tidak sesuai dengan kitab Undang-Undang hokum pidana. Jika menggunakan KUHAP, maka ketika seseorang hendak ditangkap maka awalnya diberikan surat panggilan. Jika dalam panggilan tersebut, Oknum yang diduga melakukan pemerkosaan maka polisi melakukan penangkapan dengan membawa surat penangkapan yang diberikan ke anggota keluarga. Tapi, hal itu tidak dilakukan oleh oknum anggota Polisi yang melakukan penangkapan terhadap zalvador ximenes. Sehingga, pihak keluarga harus mencari dibeberapa tempat.

Dalam pencarian, ada informasi bahwa zalvador ximenes telah ditahan di Polres Kupang yang diduga melakukan perbuatan pemrkosaan terhadap LX. Sehingga, Ayah Zalvador Ximenes, Mariu Ximenes pergi ke Polres Kupang untuk mencaritahu kepastian informasi tersebut. Dan setelah di Polres Kupang informasi yang didengar tersebut benar adanya.

Hal ini disampaikan salah satu keluarga Zalvador Ximenes, Paulino de Jesus Bello dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (4/11) di rumah Zalvador Ximenes.

Dikatakan bahwa dalam melakukan penangkapan terhadap dugaan kasus pemerkosaan, polisi tidak menunjukkan adanya itikad baik. Itikad baik dari kepolisian Polres Kupang berupa identitas atau jati diri polisi itu sendiri atau membawa surat penangkapan zalvador ximenes yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap LX. Sehingga, sampai dengan saat ini, walaupun diketahui bahwa zalvador ximenes berada dalam tahanan tapi keluarga menganggapnya sebagai sebuah penculikan yang dilakukan.

“Kami keluarga menyesal karena polisi yang melakukan penangkapan tidak membawa surat penangkapan sementara saat penangkapan ayah kandung zalvador ximenes sempat melihatnya,” tutur Bello.

Sampai dengan saat ini, kata Bello melanjutkan, pihak keluarga belum mendapatkan surat penangkapan maupun penahanan. Padahal penahanan sendiri telah dilakukan Polres Kupang selama 18 hari. Pihak keluarga masih merasa kebingungan dengan cara-cara polisi dalam melakukan penangkapan yang tidak melihat hak-hak kemanusiaan lainnya. Minimal anggota kepolisian harus mengetahui hak-hak yang harus dipertahankan dengan menggunakan asas praduga tidak bersalah.

“Dalam melakukan penangkapan pihak kepolisian harus tahu hak-hak manusia, sebab saat ini persoalan pemerkosaan sifatnya masih dugaan bukan pelaku,” kata Bello.

Lebih lucu lagi hingga saat ini keluarga zalvador ximenes tidak pernah mengatahui penangakapan ataupun penahanan yang dilakukan anggota polisi di Polres Kupang. Sejauh mana proses penahanan ataupun proses pemeriksaan dan penyidikan pihak keluarga tidak pernah mengetahui akan persoalan tersebut sebab tidak pernah diberitahukan oleh pihak Kepolisian Resor Kupang.

Sementara itu, Ayah Zalvador Ximenes, Mariu Ximenes mengatakan saat penangkapan dirinya melihat dua orang oknum anggota polisi yang melakukannya. Namun, tidak diberitahukan penangkapan yang dilakukan oknum anggota polisi Kepada dirinya.

“begitu mereka (dua orang Oknum anggota polisi, red) menaikan Zalvador diatas motor, mereka bilang jalan,”kata Mariu.

Kasat Reskim Polres Kupang, AKP Edy, SH.MH mengatakan Prosedur penangkapan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku zalvador ximenes, tembusan surat penangkapan dan penahanan telah diberikan pihak kepolisian ke keluarga terdekat atau orang tua. Hal tersebut dibuktikan dengan tanda terima surat penangkapan dan penahanan yang ditandatangani oleh keluarga zalvador Ximenes di buku register.

“ Surat Penangakapan dan penahanan telah diberikan ke pihak keluarga sebab ada yang menandatangi surat penangkapan dan penahanan diberita acara penangkapan. Keluarga yang menerima berita acara tersebut telah menandatangani surat tersebut,” kata Edy.

Katanya lebih lanjut, dalam aturan, setelah melakukan penangkapan pihak keluarga harus diberikan surat penangkapan dan penahanan terhadap orang tua ataupun keluarga terdekat dari pelaku. Untuk itu, jika pihak keluarga merasa belum menerima surat penangkapan dan penahanan dihimbau untuk datang ke polres kupang dan menerima surat penangkapan dan penahanan.

Satuan reskrim Polres Kupang, kata AKP Edy saat penangkapan sedang menangani kasus dugaan pemerkosaan yang dilaporkan oleh korban seorang perempuan LX (18) dalam laporan tersebut LX mengaku telah diperkosa oleh pelaku Zalvador Ximenes pada 13 oktober 2015 pukul sekitar jam 10,00 malam di kelurahan merdeka kecamatan kupang timur.

“ Kejadiannya, pelaku memanggil korban lalu menganiaya korban, melucuti pakaian korban dan menyutubuhi korban setelah itu pelaku melarikan diri. Namun, setelah penangkapan, terpenuhi dua alat bukti,” katanya menjelaskan. (*plt)