Ketua Fraksi Partai Hanura, Anton Natun Hanya Bisa Janji

Melianus Missa saat berada di emperan gedung DPRD Kab. Kupang Bersama dua orang guru Honor

Melianus Missa saat berada di emperan gedung DPRD Kab. Kupang Bersama dua orang guru Honor

Zonalinenews- Oelamasi, ketua Fraksi Partai Hanura Kabupaten Kupang, Anton Natun hanya bisa memberikan janji namu janji tersebut tidak direalisasikan. Akibat janji yang disampaikan ke salah satu guru honor SMP Negeri 3 Fatuleu, Maria Unu memberanikan diri untuk datang ke gedung DPRD kabupaten Kupang. Namun sayang, kedatangan dirinya bersama empat orang temannya tidak dapat bertemu karena ketua Fraksi partai Hanura bersama seluruh anggota DPRD Kabupaten Kupang bersama sekertaris dewan (Sekwan) dan staff sedang melakukan bimtek ke jakarta.

Kepada wartawan, senin 2 November 2015 Unu mengatakan bahwa kehadiran dirinya bersama ke empat orang temannya karena janji yang disampaikan Ketua Fraksi Hanura kabupaten Kupang, anton Natun beberapa waktu lalu dalam sebuah pesta nikah.

Wanita yang berusia 40an tahun tersebut merasa kesal dengan sikap anggota DPRD yang berjanji tapi janji tersebut tidak ditepati dan sebaliknya pergi melakukan bimtek di Jakarta. Seolah-olah saat kehadiran mereka di Bimtek Jakarta yang memilih mereka duduk sebagai wakil rakyat dikabupaten Kupang.

“Bapak Anton Natun yang janji sehingga hari ini kita mau bertemu dengan beliau untuk membicarakan masa depan nasib kami guru honor belasan tahun yang tidak diakomodir BKD untuk mengikuti CPNS,”kata Unu kesal.

Lebih lajut dikatakan bahwa, dirinya honor di SMP Negeri 3 Fatuleu tengah sudah belasan tahun. Tapi dirinya tidak pernah diakomodir untuk mengikuti Tes CPNS di kabupaten kupang. Bahkan ada permainan yang dilakukan oleh kepala dinas PPO kabupaten Kupang dan BKD. Permainan yang dilakukan ialah ketika verifikasi nama-nama untuk mengikuti tes CPNS nama mereka keluar sebagai peserta tes CPNS tapi ketika pengecekan nama di BKD, nama mereka dihilangkan.

Sementara, kata Unu melanjutkan, ada guru honor yang baru saja honor dan mengajar dikabupaten Kupang nama mereka keluar dan dipersilakan mengikuti tes. Sementara dirinya dan keempat teman yang dibawah nama mereka tidak pernah diakomodir. Saat pengecekan di BKD ada teman mereka yang semaput karena nama-nama mereka tidak masuk dalam registrasi yang pernah dimasukkan.

Sementara itu, Melianus Missa mengatakan, dirinya bersama keempat ibu yang berkepala empat telah menddedikasikan diri mereka sejak belasan tahun yang lalu. Tapi, sampai dengan saat ini dirinya bersama keempat orang temannya dilupakan oleh pemerintah kabupaten Kupang, terutama Dinas PPO kabupaten kupang. Sementara untuk data verifikasi telah dimasukkan dari tahun 2013.

“kami ini sudah honor dari tahun 2003, 2004 dan 2005 tapi sampai sekarang belum diangkat atau diberi kesempatan untuk mengikuti tes CPNS, sementara ada kawan yang baru honor beberapa tahun, diperbolehkan untuk mengikuti tes CPNS dan sekarang sudaj PNS,” kata Missa.

Untuk itu, kata Missa, dirinya merasa kesal dengan sikap-sikap PPO kabupaten kupang yang tidak menghargai cucuran keringat orang selama belasan tahun mengabdikan diri dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.

Pantauan media ini,kelima tenaga honor tersebut duduk diemperan DPRD kabupaten Kupang karena tidak anggota DPRD ataupun staf sekwan yang memberitahukan kepergian para legislator sehingga Wartawan menanyahkan kepada salah satu pol PP tentang keberadaan Anggota DPRD.

“ seluruh anggota DPRD Kabupaten Kupang sedang Bimtek bersama dengan Sekwan dan seluruh staff,” kata Pol PP tersebut singkat.

Informasi tersebut disampaikan kepada kelima guru tenaga honor tersebut, dengan penuh kekecewaan kelima tenaga homor tersebut pergi meninggalkan gedung wakil rakyat terhormat.

“na adik katong jalan dulu e, soalnya kita mau bertemu bapak anton tapi bapak anton tidak ada ini,” katanya Missa dengan suara merenda (*Plt)