KETUA KOMISI V DPR RI SUDAH MINTA INSPEKTORAT

Anggota DPR RI Fray Francis

Anggota DPR RI Fray Francis

Zonalinenews-BAA, Ketua Komisi V DPR RI Ir. Farry Djemi Francis,MM mengakui dirinya telah meminta Inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan pemeriksaan pelaksanaan proyek APBN 2015 sebesar Rp, 16,7 Miliard untuk pembangunan SPAM di Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur

Demikian hal ini diungkapkan via ponsel selulernya nomor: 081237749002 kepada Zonalinenews Kamis 26 Nopember 2015 pukul 10 : 28 wita.

Sebelumnya Anggota DPR RI asal Partai Gerindra ini dihubungi Via SMS, soal masalah pekerjaan pembangunan SPAM di Kab Rote Ndao, yang diduga tidak sesuai perencanaan, kontraktor tidak gunakan aksesoris pipa GIP tapi gunakan aksesoris yang dirancang sendiri, dan mengunakan pipa produksi tahun 2010,dan 2013 dengan merk bervariasi dan ada yang tidak berlebel.

Selain itu pipa induk dari sumber air telah bocor akibat tidak menggunakan aksesoris tetapi dilas serta lokasi proyek di alihkan dari IKK Kecamatan Rote Barat Laut ke tempat lain alias Kecamatan Lobalain.

Kemudian masa pelaksanaan sesuai kontrak hingga adendum waktu telah berakhir 27 Nopember 2015 namun pekerjaan RP. 16,7 miliard belum selesai pelaksanaannya.

Selanjutnya tindaklanjut pernyataannya, kalau dirinya akan perintahkan pihak inspektorat Kementerian untuk evaluasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan tentang dugaan pekerjaan tidak sesuai perencanaan.

Dari pertanyaan yang dikirim Via SMS ke ponsel Farry Francis. Kepada Zonaline News dirinya mengatakan kalau Ia sudah meminta inspektorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat untuk melakukan pemeriksaan

“Saya sudah minta inspektorat jenderal kementrian PU turun periksa,” Balas Farry Francis

Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Sakter SPAM Provinsi NTT, Roliviyanti Jamin,ST,MT yang dikonfirmasi via telpon genggamnya nomor: 082145204xxx pukul 12:12 sebanyak empat kali namun PPK enggan menerima telpon.

Selanjutnya. Karena tidak mengangkat telpon Zonaline News mengirim SMS dengan memintanya untuk menerima telpon guna maksud konfirmasi namun dia juga tidak meladeninnya.

Kemudian menghubungi pengawas Pulau Rote, terkait tugas dan fungsinya terhadap kegiatan pekerjaan sistim penyediaan air bersih (SPAM) di Kabupaten Rote Ndao namun tidak juga diterima meskipun beberapa kali di telpon.

Seperti yang diberitakan sebelumnya pada (Zonaline News Edisi 06 Nopember 2015) Ketua Komisi V DPR RI Fary mengatakan, Pelaksanaan proyek Pembangunan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) NTT, yang lokasi pelaksanaan pekerjaannya di Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur sebesar Rp16 755 535 000. Tidak sesuai perencanaan termasuk pengalihan lokasi proyek tanpa prosedur. Segera dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Kementerian.

“ Kita minta Inspektorat Kementrian PU untuk segera turun melakukan pemeriksaan , kalau pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan” Ujarnya.

Selanjutnya kita minta untuk pekerjaan yang didanai APBN ini diproses sebagaimana mestinya, kalau ada temuan pekerjaan diluar dari perencanaan agar tidak merugikan masyarakat.

“Kita minta inspektorat kementrian PU untuk segera turun melakukan pemeriksaan, kalau tidak sesuai dengan perencanaan kita minta untuk diproses sebagaimana mestinya,” Kutipan isi SMS Fary Francis yang terkesan baru mengetahui kejadian ini.

Sementara soal adanya pengalihan lokasi proyek dari Kecamatan Rote Barat Laut ke Kecamatan Lobalain. Fary Francis dalam jawabannya via SMS, Persoalan teknis silahkan ditanyakan langsung kepada pelaksana teknis, Satker atau PPK.

Menurutnya pengalihan lokasi kegiatan mestinya ada detail engenering desain (DED)dan persetujuan teknis terkait program tersebut. Tidak bisa seenaknya dipindah berdasarkan suka tidak suka. Katanya sambil menambahkan kalau dirinya akan segera meminta Inspektorat Jenderal untuk periksa di lapangan. “Saya akan minta Irjend untuk segera periksa,” Kata Fary.

Untuk diketahui batas waktu pelaksanaan pekerjaan oleh PT Anisa Prima Lestari berakhir pada 27 Oktober 2015 kemudian PT Karang Teguh Abadi.dengan batas akhir pekerjaan 25 April 2015 Sedangkan PT Mojo Wijaya Karya. Pelaksanaan pekerjaannya hingga batas akhir 23 Oktober 2015. Ditambah addendum waktu selama satu bulan yang akan berakhir 27 Nopember 2015. (*Arkhimes/Riyan Tulle)