KNPI NTT TERUS BERJUANG, BPRS NTT MEMBESUK PASIEN HAGAR HAKI

Suasana di ruang pasien Hagar Haki (Pasien) Heri Boki (Ketua KNPI NTT) Niel Haki (Ayah kandung pasien) Drs. Kristo Blasin (Ketua BPRS NTT), dr. Hanafi Azhari (anggota BPRS NTT) Drs. Agustinus Bebok, MS (Anggota BPRS NTT)

Suasana di ruang pasien Hagar Haki (Pasien) Heri Boki (Ketua KNPI NTT) Niel Haki (Ayah kandung pasien) Drs. Kristo Blasin (Ketua BPRS NTT), dr. Hanafi Azhari (anggota BPRS NTT) Drs. Agustinus Bebok, MS (Anggota BPRS NTT)

Zonalinenews-Kupang, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi NTT terus berjuang mengurai buruknya pelayanan medis yang terjadi atas Pasien Hagar Haki (27 Tahun) asal Dusun Milaos, Desa Linmus Kecamatan Amfoang, Kabupaten Kupang yang di rawat sejak 12 Pebruari 2015 di RSUD W Z Johanes Kupang hingga saat ini.

Heri Boki, sapaan akrab Ketua DPD KNPI Provinsi NTT kepada wartawan menguraikan , atas peristiwa dan tragedi kemanusiaan yang sangat memalukan dan mencoreng dunia kesehatan Provinsi NTT dan juga Indonesia yang dikarenakan tidak professional dan kelalaian dalam pelayanan medis yang diberikan pihak RSUD W Z Johanes Kupang kepada pasien Hagar Haki, KNPI NTT terus melakukan advokasi dan memperjuangkan permasalahan ini.

Selasa 3 November 2015 KNPI NTT melaksanakan tatap muka langsung dengan Ketua dan Anggota Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Provinsi NTT, melaporkan permasalahan ini dan meminta BPRS Provinsi NTT untuk segera melakukan koordinasi sesuai kewenangan yang ada dalam menuntaskan permasalahan ini.

Heri Boki menguraikan pihaknya berkoordinasi dengan BPRS Provinsi NTT, menyampaikan semua hal terkait permasalahan buruknya pelayanan RSUD W Z Johanes Kupang secara umum dan yang dialami pasien Hagar Haki secara khusus. Pertemuan yang berlangsung di Kantor BPRS Provinsi NTT tersebut dipimpin langsung oleh Drs. Kristo Blasin selaku Ketua BPRS Provinsi NTT didamping 2 orang anggota BPRS Provinsi NTT yaitu : Drs. Agustinus Bebok, MS dan dr. Hanafi Azhari serta dihadiri langsung Ketua KNPI NTT dan sejumlah pengurus.

Lebih lanjut Heri Boki menjelaskan , terdapat 3 keputusan bersama yang diambil dalam pertemuan tersebut yaitu : Pertama, BPRS Provinsi NTT menyampaikan terima kasih kepada KNPI NTT atas masukan yang telah disampaikan dan perjuangan atas nama kemanusiaan yang terus dilakukan hingga saat ini. Kedua, BPRS Provinsi NTT turut prihatin atas peristiwa yang dialami oleh pasien Hagar Haki dan keluarga dan akan segera berkoordinasi dengan Direktur RSUD W Z Johanes Kupang guna memperhatikan dan menyelesaikan masalah ini secara serius dan sesegera mungkin. Ketiga, Persoalan ini kiranya menjadi cambuk sekaligus pengalaman berharga bagi pihak RSUD W Z Johanes Kupang untuk berbenah dan tidak boleh terulang lagi dengan alasan apapun ke depan.

Usai tatap muka, Ketua dan anggota BPRS Provinsi NTT bersama Ketua KNPI NTT dan sejumlah pengurus, melihat langsung kondisi pasien Hagar Haki yang terbaring lemah di Kamar ISO II Kelas III Wanita didampingi ayah kandungnya Niel Haki.

Saat itu, Drs. Kristo Blasin – Ketua BPRS Provinsi NTT memberikan penguatan kepada pasien dan berjanji BPRS Provinsi NTT akan segera berkoordinasi dengan Direktur RSUD W Z Johanes Kupang untuk menyelesaikan persoalan ini serta memberikan pelayanan maksimal kepada pasien Hagar Haki dan seluruh pasien yang berada di RSUD W Z Johanes Kupang.

Sebelum meninggalkan RSUD W Z Johanes Kupang, pihak BPRS Provinsi NTT langsung menghubungi Direktur RSUD W Z Johanes Kupang, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat dan sedang mengikuti kegiatan di Hotel Aston Kupang serta berjanji akan segera bertemu pihak BPRS Provinsi NTT usai kegiatan.

Selain itu, Heri Boki mengungkapkan bahwa KNPI NTT juga telah berkoordinasi langsung dengan pihak RSUD W Z Johanes Kupang pada Senin, 2 November 2015 kemarin guna membicarakan terkait permasalahan buruknya pelayanan di RSUD W Z Johanes Kupang umumnya secara khusus yang dialami oleh Pasien Hagar Haki.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Dominikus Here selaku Direktur, didampingi Wadir Pelayanan, Kabid Pelayanan, Kepala Ruang Cempaka Kelas III Wanita dan sejumlah dokter serta delegasi KNPI yang dipimpin langsung oleh Heri Boki, Ketua DPD KNPI NTT.

Pasca tatap muka tersebut, lanjut Heri Boki, pihaknya terus memantau kondisi pasien dan pelayanan yang diberikan. Ya, Puji Tuhan, walau pihak RSUD W Z Johanes Kupang seakan baru terbangun dari tidur panjang dan baru mulai melakukan pelayanan secara baik. Namun bagi saya pelayanan prima dari pihak RSUD W Z Johanes Kupang terhadap setiap pasien harus menjadi standar pelayanan.

Ia berharap, mudah-mudahan, pelayanan yang diberikan pasca pertemuan bersama antara KNPI NTT dan Direktur serta jajaran RSUD W Z Johanes Kupang ini terjadi karena kesadaran akan tugas dan tangung jawab dilandasi ketulusan hati atas nama kemanusiaan dalam upaya peningkatan pelayanan public berbasis nurani, dan bukan suatu pelayanan yang bersifat situasional atas desakan ataupun tekanan.

“Kami akan terus berjuang dan perjuangan kami ini tidak akan terhenti sampai disini. Karena itu kami mohon dukungan semua pihak juga rekan-rekan pers untuk bersama-sama memperjuangkan sesuatu sebagai bentuk konstribusi riil bagi kemanusiaan dan daerah ini,” Hermanus Th Boki.(*tim)