Lomba Pesprawi Tingkat Anak Di Kabupaten Kupang, Diikuti 86 Peserta

Peserta pesprawi di dalam gereja Elim Naibonat

Peserta pesprawi di dalam gereja Elim Naibonat

Zonalinenews- Oelamasi,   Lomba Pesprawi Tingkat Anak di Kabupaten Kupang yang memperebutkan piala Bupati Kupang saat ini diikuti 86 Peserta lomba. Kegiatan pesprawi tingkat anak di Kabupaten Kupang saat ini memasuki tahun yang kedua serta peserta yang ikut perlombaan ini juga bertambah. Pesprawi diikuti oleh 46 Sekolah Dasar, 21 Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan 13.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Pesprawi Bupati Cup II, Alexsander Laulang, senin, 22 November 2015 di Aula Gereja Elim Naibonat.

Dikatakan bahwa tujuan pelaksanaan pesprawi antar sekolah se Kabupaten Kupang menjadi ajang kreatifitas bagi siswa sekaligus jadi momen pembentukan karakter kristiani anak. Selain itu, menciptakan hubungan kerja sama antar siswa baik secara individu maupun kelompok. Dan salah satu bagian dalam penyusupan nilai~nilai kristiani yang dibenamkan anak melalui kebiasaan anak sehari-hari.

“Biaya yang digunakan dalam pelaksanaan pesprawi merupakan swadaya murni kantor kementerian agama yang sifatnya partisipatif. Selain itu, bantuan pribadi dari Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, Wakil Bupati Kupang, Korinus Masneno, Sekda Kabupaten Kupang dan Anggota DPRD Provinsi NTT, Aleksander Ena,” jelas Laulang.

Kata Laulang lebih lanjut, hadiah yang dipersiapkan pantia berupa 1 buah piala bergilir, medali emas, medali perak dan perunggu. Disamping itu, dilakukan pembinaan terhadap juara I,II dan Juara III bagi semua tingkatan.

Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Kupang, Yorhans Lopis mengatakan Depag merasa tergugat dengan sinyalemen masyarakat terkait masalah-masalah sosial yang terjadi di kalangan generasi muda. Hal ini membuat depag untuk melakukan inovasi untukmeningkatkan nilai~nilai agama secara efektif kepada anak.

” dengan banyaknya aktifitas rohani yang dilakukan secara terdidik maka dengan sendirinya akan terintenalisasi nilai~nilai agama secara permanen,” kata Lopis.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa yang menjadi tim juri dalam pelaksanaan pesprawi dibutuhkan 3 orang independen yang telah miliki lisensi nasional. Ketiga jur itu adalah Maks Bola, Maks Nope dan Rellin Huka.(*Paul)