Masyarakat Sonraen Kesulitan Pasarkan Tenun Ikat

Tenun  Ikat Sonraen

Tenun Ikat Sonraen

Zonalinenews- Sonraen, Masyarakat Kelurahan Sonraen sangat sulit memasarkan hasil tenun ikat yang dihasilkan selama ini. Sehingga, Tenun ikat di Sonraen sekarang sulit ditemukan. Guna mengantisipasi hilangnya tenun ikat di kelurahan sonraen saat ini digalahkan pembentukan kelompok tenun ikat. Hal ini disampaikan Lurah Sonraen, T.R.I Ataupah, Jumat 6 November 2015 pada acara Musyawarah Kelurahan (Muskel) Sonraen di Aula kantor Lurah.

Dikatakan bahwa saat ini ada 3 kelompok tenun ikat yang mengerjakan tenun ikat. Dari ketiga kelompok tersebut belum ada kelompok yang menghasilkan tenun ikat secara besar-besaran.

“Saat ini setiap kelompok dalam satu tahun hanya mampu menghasilkan 3 tenun ikat. Setelah itu, masyarakat tidak mampu lagi karena keterbatasan modal,” kata Ataupah.

Dikatakan bahwa dua tahun lalu,  kelurahan Sonraen didatangi kementerian PDT, dalam tatap muka dengan kementerian pihak kelurahan meminta diadakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) tapi sampai dengan saat ini permintaan tersebut belum direalisasi oleh kementerian.

Untuk saat ini, walaupun masyarakat masih menenun dengan alat tenun manual tapi sedang diupayakan untuk mencari pasar di luar pulau timor terutama bali.

“Saat sedang diupayakan untuk bertemu dengan salah satu pengusaha butik yang bersedia membeli tenun ikat asal amarasi. Dan, tahap awal telah dibicarakan, namun, belum ada MoU antara pemerintah kelurahan dan Pengusaha butik tersebut.

Salah satu Anggota kelompok tenun ikat, Maria Runesi yang ditemui mengatakan kurangnya hasil tenun karena persoalan pasar maupun keterbatasan biaya.

“Buat tenun ikat banyak juga, sulit dalam pemasaran, sebab pemasaran saat ini masih sampai kota kupang,” kata Runesi.

Runesi berharap agar pemerintah kabupaten Kupang harus melakukan terobosan untuk mendatangkan pengusaha butiky yang berminat dengan tenun ikat asal amarasi.

“Terobosan yang dilakukan jangan terlalu besar~besar, cukup membuka pameran budaya atau sebuah showroom yang memamerkan berbagai aneka budaya termasuk tenun ikat, ” jelas Runesi.(*Plt)