Menejerial PDAM Rote Ndao Patut di Rombak dan diganti Total

LOGO PKB

LOGO PKB

Zonalinenews-BAA, Menejerial Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rote Ndao yang dinilai merugikan masyarakat perlu dirombak total. Demikian tegas Fraksi PKB DPRD Kabupaten Rote Ndao dalam pandangan umum Fraksi pada pemandangan umum Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terhadap Rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2015.

Pemandangan Umum Fraksi PKB yang dibacakan oleh Sekretaris Fraksi Juniati A.Tamelan SP. Mengatakan, selain pandangan umum fraksi terkait dengan perubahan APBD, Fraksi PKB juga meminta perhatian pemerintah terhadap persoalan adanya duplikasi pungutan pada perusahaan daerah air minum kabupaten Rote Ndao.

Menurut Fraksi PKB, persolam yang terjadi pada PDAM Rote Ndao diduga sudah dilakukan sejak lama. Untuk itu pemerintah perlu melakukan upaya intervensi terhadap perusahaan daerah air minum sebagai wujud melindungi hak-hak masyarakat.

Fraksi PKB beralasan kalau persoalan yang merugikan masyarakat tersebut sudah secara nyata bahwa kualifikasi dan kualitas menejemen pada perusahaan darrah air minum tidak berjalan dengan baik.

Selanjutnya tegas Fraksi PKB dalam pandangan umumnya dengan nada lantang kalau persoalan tersebut menunjukan indikasi bahwa fungsi pengawasan secara internal dalam bentuk pengawasan melekat direktur, jajaran direksi maupun semua unsur menejerial dalam perusahaan tidak berjalan dengan baik.

Selain itu secara eksternal fungsi Badan Pengawas (Banwas) PDAM juga tidak berjalan dengan baik’. Untuk itu. Tegas Fraksi PKB agar unsur pejabat menejerial pada perusahaan daerah air minum patut di rombak bahkan diganti secara total karena akibat kelalaian atau bahkan mungkin kesengajaannya sehingga secara materil masyarakat dirugikan.

Fraksi meminta pemerintah agar bukan hanya sekedar mengejar pada oknum bersangkutan untuk mengembalikan nilai kerugian dimaksud tetapi harus mampu membenahi perusahaan ini secara total sehingga orientasi profit dan pelayanan kemasyarakatan yang ingin dicapai perusahaan ini dapat diwujudkan. Tandas Fraksi.

Dalam pantauan Zonaline news Rapat yang renacana digelar kedua pihak sebagai jawaban atas seluruh masalah yang terjadi selain mengalami kegagalan empat kali, sejumlah persoalan pertanggung keuangan perusahanpun belum ada titik terangnya.

Rencana rapat pertanggung jawaban oleh pihak PDAM kepada Banwas PDAM Rote Ndao akibat adanya Dana iuran pensiun staf yang raib ditangan Kasubag NB dan digunakan untuk operasional oleh bagian keuangan kemudian Peraturan Bupati yang dijadikan alasan terjadinya denda pelanggan yang tidak proceduralpun masih penuh tanda Tanya.

Rencana Rapat Banwas dan PDAM 03 Nopember 2015 yang dipindahkan ke ruang kerja Kadis PU Kab Rote Ndao dalam pantauan Zonaline News terkesan bukan rapat tapi pertemuan tertutup. Nampak dalam pertemuan tersebut hanya dihadiri oleh Ketua Banwas Semuel H.Nassa,S.AB, anggota Dominggus Modok,ST,MT, Plt Direktur Ir Yahya B.F.Sodak, dan kedua Kabag yakni: Kabag Administrasi umum dan Keuangan Adam Lani dan Kabag Tehnik Abdulrahman Djawas. Sedangkan satu orang anggota Banwas dan Staf PDAM yang berkepentingan tidak dilibatkan.

Vinsensius Kahan salah satu staf yang merasa dirugikan dengan iuran pensiunnya dihabiskan oleh NB dan Kabag Administrasi Umum dan Keuangan saat dihubungi pertelpon 04 Nopember 2015 pukul 19:24 wita mengatakan, Pihak Badan Pengawas PDAM Rote Ndao dinilai diri telah melindungi pelaku korupsi di lingkup PDAM Rote Ndao

Menurut Vinsensius, NB yang sudah jelas menggunakan iuran pensiun yang kini sudah tinggal menunggu waktu untuk semua staf di putuskan dari status keanggotaannya dari tunjangan pensiun

Selain itu sisa uang dari Rp 113 juta lebih yang dikuasai Kabag dministrasi Umum dan Keuangan dimanfaatkan tidak sesuai dengan prosedur.

Selanjunya. Kata Vinsen, yang lebih mengerikan kalau dana penyertaan modal daerah akan dijadikan sumber untuk menggantikan uang yang dikorupsi staf, ini sesuai disposisi Plt Direktur dalam menjawab surat Bupati saat dirinya melaporkan hal tersebut kepada Bupati Rote Ndao belum lama ini

Kata Visen, Penyertaan Modal daerah untuk PDAM Rote Ndao adalah merupak dana investasi bukan uang ganti perlakuan korupsi. (*Arkhimes Molle)