MOSES PADHAGODA DAN YARDI DAE, PIMPIN TUNA NETRA KRISTEN NTT

Ketua DPD dan DAPERDA GATKI NTT terpilih Moses Padha Goda dan Paskalis  Yerdi Dae menjelang pengambilan Sumpah jabatan oleh Ketua Umum DPP GATKI

Ketua DPD dan DAPERDA GATKI NTT terpilih Moses Padha Goda dan Paskalis
Yerdi Dae menjelang pengambilan Sumpah jabatan oleh Ketua Umum DPP GATKI

Zonalinenews- Kupang Musyawarah Daerah I Gabungan Tuna Netra Kristen Indonesia (Musda I GATKI) Propinsi Nusa Tenggata Timur digelar selama dua hari untuk memilih pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pertimbangan Daerah (Daperda) GATKI Propinsi NTT.

Musda I GATKI NTT di laksanakan selama dua hari, 22 23 Nopember 2015 di aula pertemuan Hotel Nirwana Kupang di hadiri Ketua Umum DPP GATKI Yanto Pranoto,SH Dalam pemilihan unsur pimpinan pada kepengurusan tingkat Propinsi masa bhakti 2015-2020 Gabungan Tuna Netra Kristen Indonesia ini, ikut bertarung untuk posisi pimpinan DPD GATKI NTT sebanyak lima orang kandidat sedangkan DAPERDA empat orang Tuna Netra turut dalam perhelatan merebut Ketua.

Kelima orang kandidat untuk merebut Ketua DPD GATKI NTT. masng masing Mery Lau(Ketua DPD GATKI 2010 2015) Yermi Tulle, Moses Padhagoda,A.Md, Marthen Wabang, dan Jitro Boymau. Namun Jitro Boymau dinyatakan gugur karena tidak hadir sementara untuk posisi Dewan Pertimbangan Daerah GATKI NTT turut bersaing 3 orang kandidat karena Jermias Kase salah satu calon dinyatakan gugur sehingga ketiga calon yang ikut dipilih oleh peserta Musda adalah Bety Wabang, Julius Djarameno dan Paskalis Yardi Dae.

Pimpinan Sidang Muda I GATKI NTT adalah Ketua DAPERDA NTT sebelumnya Datus Libing mengawali proses pemilihan dengan memberikan penjelasan mekanisme pemilihan sesuai dengan AD/ART GATKI dan meminta agar semua peserta baik kandidat maupun pengurus yang mempunyai hak suara agar memilih pemimpin untuk menentukan masa depan anggota Tuna Netra di NTT lima tahun kedepan yang lebih baik.

Selanjutnya pemilihan dilakukan dengan cara langsung oleh peserta yang berhak memilih yakni pengurus dari cabang GATKI, Panitia dan Anggota Pengurus GATKI dan DAPERDA tingkat NTT sebanyak 12 pemilih.

Dalam pemilihan yang dilangsungkan secara demokratis tersebut untuk Ketua DPD GATKI NTT masa Bhakti 2015 2020 diduduki oleh Moses Padhagoda,A.Md dengan meraih 6 suara. Kandidat lainnya, Marten Wabang 5 suara, Yermi Tulle 1 suara sedangkan Ketua DPD GATKI 2010-2015 Mery Lau tidak meraih dukungan suara dari pemilih.

Sementara untuk posisi Ketua Dewan Pertimbangan Daerah GATKI NTT 2015 -2020 di menangkan oleh Paskalis Yardi Dae dengan merebut 11 suara pemilih Moses Padhagoda,A.Md, dan Paskalis Yardi Dae yang menangkan posisi ketua pada GATKI NTT periode 2015-2020 kemudian dilantik dengan pengambilan sumpah janji jabatan oleh ketua Umum DPP GATKI Yanto Pranoto,SH.sebelum acara penutupan Musda I GATKI Nusa Tenggara Timur.

Ketua Umum DPP GATKI Yanto Pranoto,SH dalam kesempatan tersebut mengatakan, Pelaksanaan Musyawarah Daerah I Gabungan Tuna Netra Kristen Indonesia, untuk seluruh Indonesia bagi Propinsi NTT menjadi dan punya kebanggaan tersendiri karena pelaksanaan Musda GATKI diawali dari Propinsi NTT.

Pengurus dan anggota GATKI NTT punya nilai kebanggaan tersendiri karena untuk Musda GATKI tidak dimulai dari pulau Jawa sebagai pusat GATKI tapi dimulai dari NTT Ujarnya. Hal ini menjadi NTT menjadi tolok ukur dan diprioritaskan dalam perhatian kita semua sebagai daerah basis Kristiani.

Selanjutnya. Dikatakan Yanto Pranoto, Kumpulan orang Tuna Netra dirubah dengan talenta yang ada pada masing masing walaupun tidak sempurna seperti orang lainnya.

“Tuna Netra dikembangkan dan perlu membedakan serta mengembangkan ketrampilan untuk menguasai berbagai bidang pengembangan baik, teknologi, ekonomi dan sumber daya ketrampilan lainnya,”ujarnya.

Menurut Yanto Pranoto, semua orang tentunya bisa namun fokus Gabungan Tuna NetraKristen Indonesia (GATKI) adalah pada peranan gereja namun apakah Gereja sudah mempersiapakan dan menerima jemaatnya dengan kondisi sebagai Tuna Netra seperti ini.

Dikatakannya, kecenderungan menjadi objek adalah pilihan terhadap kebutuhan organisasi dan gereja karena tentu didalamnya mengandung kebutuhan dan hak tuna netra sehingga Kedepan kita punya sebuah harapan dengan hadirnya para tuna netra dalam pengembangan kemampuan yang tidak kalah penting dan sama seperti orang lain.

Untuk itu, Tuna Netra sebagai jemaat Kristiani tidak hanya menjadi objek tapi harus menjadi subjek dalam gereja meskipun tidak menjadi semua keharusan dengan cepat merubah tapi para tuna netra dengan sendirinya dari bakat yang dimiliki dengan usaha dan kemampuan mereka bisa berperan dalam pelayanan.

Dengan demikian masalah tuna netra bukan masalah sosial tetapi yang bermasalah adalah perilaku orangnya, Tuna netra bukan masalah sosial sebab Tuna Netra bukanseseorang penganguran.

“Terjadinya masalah sosial jika seorang disebut pengangguran. Hal ini barulah sebuah masalah sosial seperti meminta minta, karena objeknya. Tapi ketunanetraan bukan masalah sosial. dari objek yang mereka kembangkan subjeknya dengan berbagai pengembangan sumber yang ada dalam diri mereka masing-masing untuk berperan pula dalam pelayanan gereja,” jelasnya.

Yanto Pranoto meminta GATKI NTT yang terbentuk nantinya akan menjadi harapan bagi anggota Tuna Netra. Karenanya, GATKI NTT membuat usulan program yang bertujuan untuk mendukung negara, pemerintah dan keadvokasian hukum untuk melindungi hak asasi manusia penyandang cacat dan ketunanetraan di Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya. Kata Yanto Pranoto, Hadirnya GAKTI di NTT bukan bertujuan untuk melawan dan mematikan organisasi lain yang ada namun peranan GATKI bukan hanya dipusatkan dan fokus untuk Tuna netra saja tapi bagi sesama manusia yang membutuhkan bantuan dalam peran gereja.

Ia mencontohkan seperti jemaat yang tidak mendengar namun ingin berbakti bersama, orang yang cacat kaki, GAKTI bersama gereja bagaimana membantu untuk menyiapkan fasilitas seperti kursi roda untuk penyandang cacat untuk menumbuhkan iman dalam gereja. dan itu tugas GAKTI dalam persekutuan, ibadah dan bentuk ibadah kerohanian.

Yanto mengatakan, Ia berharap hasil pemilihan kepemimpinan yang baru ini, tidak dilihat kepada siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang menang tidak bangga dan merasa melebihi yang lainnya tetapi yang menang itu hanya sebuah kepercayaan dalam kebersamaan, Untuk itu, Ia mengajak semua pengurus dan anggota GATKI NTT. marilah semua membangun kebersamaan yang utuh dalam pelayanan wujudkan pengabdian Tuna Netra dalam pelayanan untuk mengagungkan Tuhan Yesus Kristus. Ajaknya Yanto Pranoto.

Semetara Moses Padha Goda,A.Md. mengatakan, dirinya akan melakukan penataan GATKI NTT untuk lebih baik dari sebelumnya. Baik dalam hal organisasi maupun kesejahtraan para Tuna Netra lima tahun kedepan sebagi wujud kebersamaan dan kepercayaan dari anggota untuk dirinya memimpin Dewan Pengurus Daerah GATKI selama lima tahun kedepan. Kata Padha Goda. (*Arkhimes Molle/Riyan Tulle)