Naas Lima Orang Guru di SMPN 3 Fatuleu Tengah

Melianus Missa Bersama keempat temannya duduk menunngu anggota DPRD kabupaten Kupang di Depan Gedung DPRD kabupaten Kupang

Melianus Missa Bersama keempat temannya duduk menunngu anggota DPRD kabupaten Kupang di Depan Gedung DPRD kabupaten Kupang

Zonalinenews- Oelamasi, Sungguh naas nasib orang guru tenaga honor di SMP Negeri 3 Fatuleu tengah. Pasalnya, Lima orang tenaga honor yang telah mengajar belasan tahun tersebut hingga saat ini belum diakomodir sebagai peserta yang ikut tes CPNS di kabupaten kupang. Sementara itu, ada tenaga honor yang baru mengajar beberapa tahun telah diakomodir untuk mengikuti tes CPNS dan sebagian telah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara, data telah dimasukkan ke Dinas Pendidikan, pemuda dan olahraga sejak tahun 2013. Dan, masing-masing dari ke lima tenaga honor telah memiliki nomor registrasi untuk mengikuti tes CPNS.

Hal ini disampaikan salah satu guru Honor di SMPN 3 Fatuleu Tengah, Melianus Missa, senin (2/11) di pelataran DPRD kabupaten Kupang.

Dikatakan Missa, ke lima orang temannya yang telah di verifikasi tersebut pada tahun 2013, dirinya memiliki nomor registrasi dengan nomor 627 tapi belum mengikuti tes CPNS hingga saat ini. Sementara ada salah satu guru honor yang mengajar tahun 2005, Indriana Oematan masuk dalam daftar sanggahan bersama ke lima orang temannya. Tapi, telah dipanggil BKD untuk menngikuti seleksi tes CPNS tahun 2006 dan saat ini telah menjadi guru di SMPN 4 fatuleu tengah.

Untuk itu, atas informasi dari ibu Yuliana Benu, salah satu tenaga Honor di SMPN 3 fatuleu tengah bahwa dirinya telah melakukan konfirmasi dengan Ketua Fraksi Hanura, Anton Natun sehingga dirinya memberanikan diri untuk bertemu ketua Fraksi tersebut.

“Ibu Yuliana yang bilang, dia sudah janji dengan Ketua Fraksi Hanura, Anton Natun untuk mencari jalan keluarnya,” kata Missa.

Namun naas, dirinya bersama ke empat guru honor yang rata-rata usia empat puluhan tahun tersebut tidak bertemu dengan ketua Fraksi Hanura, Anton Natun karena Anton Natun sedang berada di Jakarta saat ini. Sehingga, keinginan untuk bertemu ketua fraksi Hanura pupus sudah. Bukan saja keinginan untuk bertemu Ketua Fraksi partai hanura tapi hal yng lebih utama bisa mengakomodir dirinya dan keempat orang temannya untuk mengikuti CPNS sebab mereka telah memiliki nomor registrasi.

Sementara itu Yuliana Benu, kepada wartawan dikatan bahwa dirinya bukan lagi memiliki usia yang masih belia tapi sudah beruban karena usia yang terlampui jauh. Dirinya masuk sebagai tenaga Honor pada tahun 2003, pada waktu pengusulan beberapa tahun yang lalu oleh kepala sekolah yang lalu dibatalkan dengan alibi ke lima orang tenaga honor tersebut bukan guru honor di sekolah tersebut.

“Kepala sekolah yang lama, Musa Nakbena yang datang menghadap di Dinas dan Coret kita punya nama dengan alas an bahwa kita bukan guru honor di SMPN 3 Fatuleu tengah,”tutur Benu.

Sementara itu, dalam daftar registrasi yang menandatangani pengusulan nama-nama kepala Sekolah Musa Nakbena tertera jelas dicap dengan stempel basah dan tanda tangan atas nama Musa Nakbena. Namun, kepala sekolah membatalkan keikutsertaan dirinya bersama teman-temannya sebenarnya ada motif apa dibalik permainan ini semua.

Dikatakan bahwa dirinya bersama teman-temannya telah diverifikasi oleh dinas PPO kabupaten Kupang sebanyak 2 kali. Tetapi, ketika hendak mengambil nomor tes nama-nama mereka tidak tertera dalam daftar calon peserta tes CPNSD. Nama tidak termuat dalam daftar peserta CPNS karena kepala sekolah yang lama, Musa Nakbena yang menghapus nama-nama mereka.(plt)