Orang NTT Tahan Terhadap Perubahan Iklim

Talk Show Langkah Adaptasi Perubahan Iklim dan Penerapan Teknologi  Tepat Guna

Talk Show Langkah Adaptasi Perubahan Iklim dan Penerapan Teknologi Tepat Guna

Zonalinenews-Kupang , Orang NTT sangat kuat dan tahan terhadap perubahan iklam yang terjadi. Bayangkan saja selama 8 bulan mengalami musim kemarau  masyarakat NTT tenang –tenang saja. Ini sangat beda dengan perilaku warga di Pulau jawa , baru bebarapa bulan mengalami kekeringan sudah berteriak minta tolong, bahkan sampai minta bantuan. Masyarakat NTT sangat tahan dan mudah beradaptasi dengan perubahan iklim . Demikian diungkapkan Kepala Bidang III Bappeda Propinsi NTT, Bambang ketika mewakili Kepala Bappeda NTT I Wayan Darmawa pada acara Talk Show Langkah Adaptasi Perubahan Iklim dan Penerapan Teknologi Tepat Guna , berlangsung di Lopo NTT Satu Data Bappeda Propinsi NTT, Senin 9 Noveber 2015 pukul 10.00 wita .

Menurut Bambang, karakteristik NTT sub tropis dimana daerah NTT memilik kemarau yang lebih panjang, sehingga hal ini membuat orang NTT tangguh padahal 8 bulan mengalami musim panas.

“Melihat fenomena perubahan iklim sangat dirasakan dimana-mana , kenaikan suhu udara bertambah, kutub utara es semakin berkurang mau tidak mau orang NTT ditantang untuk beradaptasi dengan lingkungan dan perubahan iklim ,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, Pemerintah Propinsi NTT dalam mengatasi perubahan iklim ini, mendorong pemerintah daerah di NTT untuk bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sisi adaptasi yaitu dengan cara mengoptimalkan Lahan kosong , Lahan tropis serta lahan kering , untuk ditanami jagung serta dikembangkan ternak diantaranya sapi, serta mengoptimalkan 6 tekad pemerintah Propinsi NTT di daerah kabupaten.

Fransisca Sugi dari UNDP pada kesepatan tersebut menjelaskan dalam menghadapi perubahan iklim khusus di NTT UNDP telah melakukan kegiatan diantaranya ketahanan pangan , pengelolalaan sumber air , dengan program pendampingan di 3 Kabupaten di NTT yaitu Sabu Raijua, Manggarai dan Sumba timur serta memperkuat kapasitas pedampingan pemerintah dalam rangka memonitoring, evaluasi kegiatan-kegiatan didesa dampingan.

Menurut Fransiska, dari 3 kabupaten dampingan UNDP terdapat 21 desa dampingan untuk tahap satu pendampingan UNDP saat ini sedang berjalan , mendampingi 9 desa yaitu Kabupaten Sabu Raijua 3 Desa, Kabupaten Manggarai 3 desa dan Kabupaten Sumba Timur 3 desa.Dengan jenis kegiatan penanaman tanaman multi holtikultur dan berkerjasama dengan Care internasial untuk pengelolan sumber daya air. (*tim)