Pemda TTS Resmikan Sekolah Aman

Sekolah aman

Sekolah aman

Zonalinenews- Soe, 25 November 2015 – Plan International Indonesia Program Area Timor bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Timor Tengah Selatan (TTS) meresmikan gedung sekolah Aman bertempat di Sekolah Dasar (SD) Inpres Nenonaheun, Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan. Sekolah aman merupakan bagian dari pengurangan resiko bencana dengan

melakukan peningkatan kapasitas masyarakat sekolah agar memiliki pemahaman bagaimana menghadapi bencana dan masyarakat mempunyai kesadaran untuk memelihara lingkungan menjadi aman.

Aktiftas lain yang dilakukan adalah perbaikan pada structural sesuai dengan standard bangunan sekolah serta budaya yang menjamin anak-anak dan lingkungannya aman dari bencana dengan harapan ketika anak-anak dan masyarakat berada di sekolah atau di manapun selalu merasa aman.

National Project Manager Plan International Indonesia, Amin Magatani menyampaikan, pelaksanaan Proyek sekolah aman ini berfokus pada kesiapsiagaan guru dan murid serta masyarakat terkait kebencanaan dengan memberikan sosialisasi kepada anak-anak dan juga guru-guru terkait dengan bencana.

“Kita berharap dengan adanya bangunan dengan konstruksi ramah bencana yang akan berlangsung selama tiga tahun, anak- anak dapat belajar dengan nyaman di dalam kelas,” lanjut Pan Amin.

Dikatakannya, pembangunan sekolah aman ini dilakukan oleh Plan International Indonesia

dukungan dana dari Plan Korea dan Daewoo KOICA. Plan International Indoensia melalui proyek sekolah aman telah melakukan pendampingan pada sepuluh SD yang berada di sepuluh desa di TTS. Dalam rangkamendokumentasikan capaian dan sekaligus mendukung keberlanjutan sekolah aman di masa depan, maka dilakukan acara peresmian yang akan dilanjutkan dengan kunjungan Relawan Daewoo Korea selama tiga hari untuk melakukan pekerjaan secara suka rela di SDI Nenonaheun yangmerupakan pusat pelaksanaan kegiatan.

Deputy Program Area Manager Plan International Indonesia-Area Timor Philipus dalam sambutannya, mengatakan, Program Sekolah Aman ini, merupakan bagian dari salah satu domain program Plan, yaitu Disarter Risk Management (DRM) atau manajemen pengurangan resiko bencana.

“Dengan diselenggarakannya acara peresmian sekolah aman di SDI Nenonaheun pada hari ini, maka kita berharap masyarakat maupun anak-anak dapat memahami betul apa yang menjadi tujuan utama pembangunan sekolah aman, yaitu mengupayakan pembelajaran yang nyaman dan juga ramah akan bencana alam, sehingga ketika terjadi bencana maka kita bisa meminimalisir resiko dan juga korban,” lanjut Pak Philipus.

Ia berharap, melalui pembangunan sekolah aman di TTS dapat mendukung keberlanjutan di sekolah-sekolah lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olah raga TTS yang diwakili oleh Kepala Bagian Pendidikan Dasar, Jamory Liunokas Mengatakan, Bertepatan dengan hari Guru Nasional yang ke-70, khusus untuk SD Inpres Nenonaheun ini mendapat kado yang indah berupa bangunan sekolah aman, mewakili Bapak Ibu Guru dan siswa-siswi kami mengucapkan terima kasih kepada

Plan International Indonesia dan Korea, Presiden Directur Daewoo dan Presiden Koica.

Menurut Liunokas, wilayah Kabupaten TTS sangat rawan bencana sehingga ada beberapa sekolah ketika terjadi gempa, bangunannya retak.

“Semoga dengan adanya bangunan yang dibangun dengan konstruksi yang ramah bencana ini, anak-anak kita dapat belajar dengan nyaman dan juga bapak ibu guru boleh melaksanakan aktifitas dengan baik,”harapnya (*tim)