PKB DAN NASDEM DUKUNG KEPOLISIAN BONGKAR SCANDAL PENCUCIAN UANG 5 MILYAR

Anggota DPRD Ngada (PKB) Raymundus Bena

Anggota DPRD Ngada (PKB) Raymundus Bena

Zonalinenews – Ngada, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dan Partai Nasdem di DPRD Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur menyampaikan pernyataan sikap terhadap upaya Kepolisian mengusut dugaan praktek pencucian uang di Koperasi Pintu Air Cabang Ngada.

Kepada media ini di Kantor DPRD Ngada di Bajawa, 25 November 2015, perwakilan PKB dan Nasdem yang duduk di Gedung Rakyat menyatakan sebagai wakil raktyat ereka mendukung Kepolisian Resor Ngada melakukan pengusutan tuntas Dugaan Kejahatan Lima Milyar Rupiah yang diyakini oleh banyak kalangan sebagai modus Pencucian Uang Kas Daerah yang melibatkan Dua Oknum Pegawai Keuangan Daerah melalui dugaan Pemindahan Uang Senilai Lima Milyar ke Koperasi Pintu Air Cabang Bajawa.

“Sebagai Wakil Rakyat saya mendukung pihak Kepolisian mengusut tuntas perkara ini. Kita sering dengar pencucian uang sering terjadi di kota-kota besar, tetapi jika ini benar-benar terjadi di Ngada, saya pikir harus dibongkar tuntas dan jangan tebang pilih, supaya rakyat tau bahwa di tengah-tengah masyarakat sedang terjadi sesuatu yang tidak baik dan secara diam-diam”, ungkap Anggota DPRD Ngada asal PKB, Raymundus Bena.

Diberitakan sebelumnya, menurut Kepolisian Polres Ngada dugaan praktek pencucian uang ini bermula dari adanya transaksi keuangan mencurigakan oleh dua oknum pegawai keuangan daerah ke Koperasi Pintu Air Cabang Ngada dalam dua modus operasi. Modus pertama seorang pegawai wanita bagian asset keuangan daerah inisial ‘LN” melakukan transaksi keuangan mencurigakan pada rekeningnya sebesar dua setengah milyar, setelahitu pelaku melakukan penarikan kembali dengan jumlah tunai yang sama pada satu bulan berikutnya. Modus kedua, rekening oknum pegawai asset keuangan daerah kabupaten ngada lainnya inisial “WW’ (laki-laki) melakukan penyetoran uang tunai ke Koperasi Pintu Air sebesar dua setengah milyar rupiah, kemudian melakukan penarikan dalam jumlah tunai yang sama pada tanggal yang sama dengan pelaku pertama.

Atas kejadian ini sejumlah Anggota DPRD Ngada menyampaikan keprihatinan mereka sebab fenomena dugaan pencucian uang justeru terjadi ditengah Kabupaten Ngada baru saja menuai catatan sebagai salah satu Kabupaten dengan catatan Pengelolaan Keuangan terbaik.

“Ironis, Kabupaten Ngada ini lagi-lagi membuat kejutan mencengangkan. Kejahatan pencucian uang sudah mengalir sampai wilayah-wilayah pelosok negeri ini. Dua oknum PNS mungkin hanya algojo tetapi Polisi bisa mengusut persoalan ini sampai ke akar-akarnya jika benar-benar profesional dalam pengungkapan perkara. Banyak kasus yang selama ini diduga dipeties, tetapi kehadiran Kapolres Ngada yang baru bersama sejumlah pergantian dalam tubuh Polres Ngada, sedikit memberi angin segar. Asalkan jangan tiba-tiba kasusnya diam ditengah jalan. Kinerja Polres Ngada yang bari sangat ditunggu-tunggu”, ungkap sakah satu Anggota DPRD Nasdem, Dorothea Dhone.

Menurutnya, praktek seperti ini tergolong baru serta mengejutkan banyak pihak sebab tidak disangka-sangka modus kejahatan pencucian uang sudah menyebar hingga pelosok daerah. Sebagai wakil rakyat mereka meminta kepolisian Polres Ngada mengutamakan kinerja pengungkapan perkara. Para wakil rakyat meminta pengusutan scandal lima milyar ini tidak mudah keropos dan harus dibongkar sampai tuntas. (*wrn)