PMKRI Desak Kapolda Usut Tuntas Kasus Bangunan Gedung Dinas PPO Ende

Bangunan dinas PPO

Bangunan dinas PPO

Zona Line News-Ende, Perhimpunan mahasiswa khatolik republik indonesia cabang ende mendesak kapolda NTT segera mengusut tuntas kasus proyek bangunan gedung dinas pendidikan pemuda dan olah raga pasalnya berdasarkan hasil pulbaket tahun 2010 pengerjaan proyek tersebut telah menghabiskan anggaran sebesar 8,3 Milyar rupiah namun hingga detik ini Pmkri menilai kapolda tidak mampu menyelesaikan kasus tersebut. Demikian diungkapkan Yohakim Seke selaku sekretaris jendral Pmkri cabang ende senin 16 November 2015

Kim seke mengatakan diperkirakan kurang lebih enam tahun lamanya terhitung sejak masa pengerjaan proyek pembangunan kantor dinas PPO Ende berlangsung hingga detik ini proyek bangunan tersebut tinggalkan tulang bekas pengerjaan proyek namun hingga detik ini kasus tersebut terus mengendap dalam laci meja kapolda NTT .

Dikatakannya pengerjaan proyek asal jadi yang dikerjakan oleh PT karunia baru ende jo viktori menyebabkan bangunan kantor tersebut mubasir tidak terpakai dan Pmkri meminta agar kapolda NTT segera menangkap dan memeriksa para pelaku yang hanya merugikan uang rakyat.

“Pembangunan tanpa perencanaan karena hingga saat ini bangunan gedung dinas PPO ende belum juga difungsikan dan ingat jangan main – main dengan kasus ini kami minta segera selesaikan kasus ini jangan tumpuk di polda,”pintanya.

Sementara itu Presidium gerakan kemasyarakatan Pmkri Cabang Ende, Bojes Pala mengatakan dirinya sangat kecewa dengan pengerjaan proyek gedung dinas PPO karena hingga saat ini gedung tersebut belum bisa digunakan sedangkan begitu banyak anggaran yang dikuncurkan tetapi fisik bangunannya tidak kelihatan.

Menurutnya , sudah terbukti bangunan gedung tersebut belum difungsikan namun hukum masih membiarkan para pelaku bebas seakan tidak bersalah. Hal ini membuktikan bahwa hukum juga turut serta membenarkan kejahatan karena bobot anggaran begitu besar mencapai kurang lebih 8,3 M namun fisiknya tinggalkan tulang bangunan semata.

“Pihaknya meminta agar kapolda NTT segera menuntaskan kasus tersebut dan menangkap para pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut karena dilihat dari hasil fisik bangunan tersebut sudah terbukti adanya penyalahgunaan anggaran sebesar 8,3 M,” tuturnya. (*Ryan Laka)